Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Amalan-Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir, Meskipun Pelakunya Telah Meninggal

Amalan-Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir, Meskipun Pelakunya Telah Meninggal

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Amalan-Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir, Meskipun Pelakunya Telah Meninggal".
Cover buku “Amalan-Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir, Meskipun Pelakunya Telah Meninggal”.

Judul: Amalan-Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir, Meskipun Pelakunya Telah Meninggal
Penulis: I. Aisyah Rofi’ie
Penerbit: Diva Press
Cetakan: I, Agustus 2013
Tebal: 200 halaman
ISBN: 978-602-255-174-4

Beramal Tanpa Terputus Pahalanya

dakwatuna.comBanyak jalan untuk beramal kebaikan. Namun bagaimana amal yang kita lakukan akan terus mengalir pahalanya walaupun orangnya telah tiada. Buku ini sekiranya tepat jika dijadikan sumber referensi praktis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa banyak amalan-amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orangnya telah tiada.

Sebagaimana Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amal ibadahnya kecuali tiga perkara, yaitu amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang shalih.” Maka dari hadits tersebut, bisa disimpulkan, bahwa tiga hal yang disebutkan dalam hadits tersebut terdiri dari banyak amalan-amalan yang jika dilakukan, pahalanya akan terus mengalir meski pelakunya telah meninggal.

Oleh karena itu, buku ini lahir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan bersumber pada al-Quran dan hadits, penulis mencoba menggambarkan bagaimana amalan tersebut bisa mengalir terus pahalanya tanpa terputus. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak amalan yang sebenarnya mudah dijalankan namun juga mempunyai pahala yang kelak dapat dijadikan investasi menuju surga.

Contoh kecil ialah membersihkan masjid. Memang sepertinya hal yang sepele, namun jika kita berfikir lebih jauh kebersihan masjid sangat penting. Karena bagi umat Islam, masjid merupakan tempat ibadah yang harus bersih dan suci dari kotoran. Oleh sebab itu, kebersihan masjid adalah sebuah keharusan dan membersihkan masjid merupakan amal yang mulia. Sehingga amal tersebut akan mampu mengalir pahalanya karena dapat memberikan kenyamanan serta kekhusyu’an bagi jamaah masjid. Bukankah juga bahwa kebersihan bagian dari iman, yang kelak akan diperhitungkan (hlm. 59-63).

Rasulullah saja, dalam hadits riwayat Bukhari melarang seseorang meludah di masjid dan hukuman baginya yaitu dipendam. Artinya kebersihan masjid sangat penting bagi Rasulullah. Karena itu, kebersihan masjid harus dijaga supaya tetap memberi kenyamanan bagi jamaahnya dan orang yang ikhlas membersihkannya pahala besar baginya.

Selain amalan tersebut, ada juga amalan yang seringkali kurang mendapat perhatian. Misalnya saja menanam sebuah pohon. Bagi sebagian orang menanam pohon hanya untuk kepentingan pribadi. Sehingga seringkali banyak tanaman pohon yang tidak terawat bahkan mati. Padahal jika memahami, pohon adalah bagian dari hidup kita. Ia mampu memberikan keteduhan terhadap orang yang sedang kepanasan karena tersengat terik matahari, ia juga mampu menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia, ia juga mampu untuk melindungi kita dari banjir (hlm. 151-155).

Itulah sebabnya Rasulullah mengajarkan kepada umatnya agar menanam sebuah pohon. Meskipun tampak sepele dan mudah, menanam pohon juga butuh perawatan yang serius supaya bisa tumbuh dengan subur. Sehingga kelak akan bermanfaat bagi semua manusia bahkan makhluk lainnya.

Masih banyak amal ibadah yang sebenarnya kita sepelekan, namun ia mengandung pahala yang akan terus mengalir meskipun kita telah tiada. Buku ini setidaknya memberi gambaran tentang amalan apa saja yang pahalanya dapat kita jadikan investasi surga. Namun yang lebih penting lagi yaitu implementasi dari amalan yang ada dalam buku ini. Selamat membaca dan mengamalkannya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 6,93 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Jumadi
Penulis lepas tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat diberbagai media cetak maupun online.
  • Heruzuky Hartland

    setahu saya yang pertama adalah amal jariah bukan amal kebaikan,,,bukankah beda antara amal jariah dan amal kebaikan..??

  • Anang Tazaruddin

    mungkin maksudnya,,, amal jariah, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya…. Syukran,,, jiddan2

Lihat Juga

Sunnah Fitrah, Ladang Pahala yang Sering Terabaikan