Home / Berita / Rilis Pers / DKP Komsat Unimed: Tolak Miss World

DKP Komsat Unimed: Tolak Miss World

Aksi massa tolak Miss World (inet)
Aksi massa tolak Miss World (inet)

KAJISTIK Miss World

dakwatuna.com Departemen Kebijakan Publik Pengurus Komisariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Universitas Negeri Medan dalam sebuah program kerjanya KAJISTIK “Kaji Isu Sosial Politik” menggarap sebuah tema isu yang sedang menjadi perbincangan publik.  Setelah berdiskusi dan mengadakan Audiensi dengan berbagai pihak ormawa-ormawa keislaman yang berada di tingkat kampus, maka DKP KAMMI Komsat Unimed mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak ajang miss world. Lewat ini ketua Departemen Kebijakan Publik Zaidan Zikri Malem dalam sebuah wacana tulisannya beberapa waktu lalu menyatakan menolak keras ajang ini disebabkan hal-hal berikut:

1. Tidak usah diadakan alasannya bukan tidak mungkin ajang ajang yang lain yang lebih kebaratan bisa masuk apabila miss world tetap diadakan, nilai unsur- unsur budaya yang ada di Indonesia itu sendiri bisa luntur, jangan berdalih itu akan menjadi jalan bagi Indonesia untuk maju di kancah internasional, akan tetapi kenyataan yang ada Indonesia akan bergerak mundur ke belakang dan menjadi bangsa yang tak kuat dengan nilai budayanya sendiri dan lebih mengenyampingkan nilai budaya sendiri yang berakibat bisa memudarkan nilai budaya, ada baiknya dana yang katanya lumayan besar itu digunakan untuk  membuka lowongan kerja untuk anak-anak negeri ini, bukankah itu lebih bermanfaat. Membuka lowongan kerja dan dapat menghidupi rakyat di negeri sendiri daripada terhambur-hamburkan untuk mengurusi gengsi. Indonesia kan bukan negara gengsi gede kan… memakmurkan rakyatnya lebih mulia ketimbang memakmurkan tamu yang menghancurkan rakyatnya secara kasat mata.

2. Lebih baik dana itu di buat membangun usaha dan merekrut anak-anak jalanan untuk bekerja. Miss World itu fungsinya hanya simbol, keuntungannya lebih ke personal dan kelompok tertentu saja. Ajang ini hanya menghadiri event-event tertentu saja, yang tidak mengandung kemaslahatan banyak orang walaupun ada tujuan untuk mempromosikan Indonesia ke negara luar. Untuk itulah Pemerintah diminta bersikap tegas.

3. Batalkan! Sama sekali tidak mencerminkan budaya Indonesia coba kita lihat baju adat dari Sabang sampai Merauke, adakah yang menggunakan bikini atau baju renang? Ini adalah penistaan terhadap perjuangan kemerdekaan NKRI sebab ini bukan Republik mimpi yang hanya punya sang pemimpi dengan mimpi-mimpi indahnya saja.

4. Miss missan itu hanyalah ajang pembodohan, penggarap bisnis kecantikan dan antek-anteknya hanyalah untuk keuntungan pribadi dan kelompok tertentu saja. Jangan berdalih untuk membawa nama harum bangsa dan negeri ini dengan sebuah kesia-siaan belaka.

Sebuah Kajian Isu Sosial Politik yang Insya Allah rutin dilakukan DKP Komsat Unimed adalah sebuah bentuk kepedulian dengan keadaan negeri ini. Sebuah penolakan dengan berbagai pendapat inilah yang membuat semangat kritis dalam jiwa pemuda-pemuda hari ini, bahwa masih ada pemuda-pemuda yang peduli minimal untuk menyatakan ketidaksepakatannya terhadap hal-hal yang berkembang di negerinya sendiri, juga untuk menghilangkan lebel mahasiswa yang kian hari kian apatis terhadap isu-isu yang berkembang di bumi pertiwi ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishshawab.

#TOLAKMISSWORLD sampai detik akhir…

Medan, 9 September 2013

DKP KOMSAT UNIMED

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • abu syahdan

    Saya menolak Pagelaran MISSWORLD di Bumi tercinta Indonesia, tapi pada artikel di atas point 3 saya tidak setuju karena Budaya Indonesia ada yang masih sangat primitf seperti di Tanah Papua itu adalah budaya kita dan semua orang tahu, jadi jangan bilang bahwa budaya kita tidak ada yang seperti itu, itu artinya bohong, kalau kita mau bicara kebenaran tapi dengan dasar kebohongan, itu juga tidak boleh dalam Islam. Jadi katakanlah yang sebenarnya, toh tidak mengapa rakyat papua memiliki budayanya karena mereka belum tersentuh Islam, dan dari sebahagian mereka yang sudah tersentuh Islam juga sudah tinggalkan budayanya. Tapi mari kita katakan yang sebenarnya supaya tidak ada kata BOHONG, untuk memperjuangkan kebenaran. Salam

Lihat Juga

Ratusan mahasiswa dan pemuda muslim se-Bali menghadiri Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa Islam Bali (AMI), di Aula Gedung Keuangan Negara 1 Denpasar, Jl. Dr Kusuma Atmaja , Renon, Denpasar, Bali, Ahad (20/9/2015). (Herdian Armandhani)

Mahasiswa Muslim di Bali Gagas Dialog Kebangsaan, Hasilkan Petisi Tolak Paham ISIS di Indonesia