Home / Berita / Internasional / Afrika / Dulu Oposan, Kini Minta Maaf

Dulu Oposan, Kini Minta Maaf

Partai Tayyar Misr (inet)
Partai Tayyar Misr (inet) mfa

dakwatuna.com – Kairo. Dalam artikelnya di harian Shorouk, Senin (9/9/2013) kemarin, Fahmi Huwaidi menyebutkan telah mendapatkan email dari Muhammad Riyadh, aktivis dan anggota partai “Tayyar Misr”.

Dalam surat tersebut, Riyadh menceritakan, “Pada bulan Maret kemarin, aku bersama beberapa aktivis mendatangi rumah Presiden Mursi di Tajammu’ Khamis. Kami membawa spanduk yang bertuliskan “Mursi Gagal”. Ketika Presiden Mursi keluar dari rumahnya, beliau melihat kami dan melambaikan tangan, lalu meletakkan kedua tangannya di atas kepala. Dengan isyarat itu, beliau menyampaikan siap untuk melaksanakan tuntutan kami, dan menjunjungnya di atas kepala beliau.”

Huwaidi melanjutkan ceritanya, bahwa kondisi saat ini sudah sangat berubah. Muhammad Riyadh yang sempat bergabung dengan gerakan Tamarrud yang menentang Presiden Mursi, kecewa dengan kondisi yang diciptakan pemerintah kudeta. Akhirnya Riyadh menulis di dinding rumahnya “Jatuhlah Pemerintahan Militer”. Karena menulis itu, Riyadh ditangkap dan ditahan dengan tuduhan melakukan kudeta atas pemerintahan.

Di akhir suratnya, Muhammad Riyadh menuliskan “Maafkan aku, Mursi.” (msa/dkw/akhbarak)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • monorail

    selalu hadir terlambat…

  • merakyat_donk

    terlambat….

  • siswoyo

    anijng ya anjing walaupun sudah ngomong sekarang domba

  • Santoso

    Karena itu, berfikirlah sebelum bertindak? kenapa engkau lebih percaya kepada golongan “SIPILIS + Militer” dari pada saudara seakidah mu sendiri?
    Sesal di akhir yang tiada guna…

  • Muhammad Nurhakiki

    subhanallah…