Home / Berita / Internasional / Afrika / Setelah Dukung Kudeta, Kini Syeikh Al-Azhar Jaga Jarak dengan Konflik Mesir

Setelah Dukung Kudeta, Kini Syeikh Al-Azhar Jaga Jarak dengan Konflik Mesir

Ahmed Al-Tayyeb (foto alarabiya.net)
Ahmed Al-Tayyeb (foto alarabiya.net)

dakwatuna.com – Kairo.  Al-Azhar sebagai institusi muslim Sunni terbesar di Mesir menyatakan tidak mau ikut campur dalam pembubaran paksa para demonstran pro-Mursi yang menimbulkan banyak korban jiwa.

“Al-Azhar menekankan pada seluruh rakyat Mesir bahwa Al-Azhar tidak tahu metode apa yang digunakan untuk membubarkan massa pro-Mursi, kecuali melalui saluran media massa,” kata Imam Besar Al-Azhar, Ahmed Al-Tayyeb dalam pernyataannya di televisi yang dikutip Al-Arabiya.

Tayyeb mengecam penggunaan kekerasan dan menyerukan semua pihak untuk “menahan diri dan mempertimbangkan kepentingan bangsa yang lebih besar”.

“Penggunaan kekerasan tidak akan pernah menjadi alternatif solusi politik,” ujarnya.

Imam Besar Al-Azhar itu mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk bernegosiasi guna mencari jalan keluar krisis antara pendukung Mursi dan kepemimpinan militer di Mesir. Karena krisis itu sudah melumpuhkan Mesir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial dan pariwisata (sbb/tjk/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Herman Arya

    grand syeikh Al Azhar “tangannya” sdh berlumuran darah demonstran karena mendukung kudeta

  • yanuarsa

    Baru tau ya pak tua? kemarin dukung kudeta, sekarang setelah ribuan nyawa dibunuh militer dan polisi cuma bisa berkata begini? ini contoh nyata ulama yang buruk. Segera saja masuk gua di hutan, bertobat, jangan lupa juga minta maaf/datangi ahli waris para syuhada anti kudeta….

  • Budi Seto

    kalo di indonesia yang begini ngga bakal jadi ulama, jadi tukan cendol aja ngga pantes.

    • Hamba Allah

      betul, di negaramu itu yang laku adalah ustadz-ustadz tv, yang berlagak sebagai badut, dan pelawak, yang dibayar jutaan rupiah sekali tampil.. itulah yang laku di negaramu itu…

      • Husein

        Dinegaramu banyak pengkudeta yg menghendaki hawa nafsunya sendiri, kasihan rakyatmu dizholimi para pemimpin kudeta.

        • Hamba Allah

          negaraku adalah Indonesia, disitu tidak ada kudeta, cuma ada maling uang rakyat, dari maling bangunan, maling sapi, maling pecuci uang, dan maling-maling lainya.. itulah yang ada, istilah modernnya : Koruptor, istilah tahun 98an… KKN.

  • hasan

    bukan ULAMA tapi U…LAMMMMAAAA…. bukan SYEIKH tapi SYEIKH….THOOnirrojiimmm (na’udzubillaah…)

  • duni alif

    gantung itu syeih,,bikin kotor Al Azhar

  • Micky Jonathan

    {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ
    فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا
    فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ} [الحجرات: 6]

Lihat Juga

surat-mui-ke-al-azhar

Terkait Kunjungan Saksi Ahli dari Mesir, MUI Surati Grand Syaikh Al Azhar

Organization