Home / Berita / Nasional / Sikapi Perbedaan Pandangan Terhadap Kurikulum 2013, Menteri Nuh Jangan Bersifat Kekanak-Kanakan

Sikapi Perbedaan Pandangan Terhadap Kurikulum 2013, Menteri Nuh Jangan Bersifat Kekanak-Kanakan

IMG_4557dakwatuna.com – Jakarta.  Pernyataan M. Nuh yang terkesan tidak menerima adanya perbedaan pandangan dari berbagai pihak dalam menyikapi pelaksanaan kurikulum 2013 menunjukkan sikap yang tidak demokratis dan bersifat kekanak-kanakan.

Demikian di katakan Ahmad Zainuddin, menanggapi pernyataan Menteri Nuh yang tendensius dan mendiskreditkan PKS di Yogyakarta baru-baru ini.

“Realitas di lapangan menunjukkan betapa suara guru, LSM, pemangku pendidikan di daerah dan juga kalangan pengamat mengungkapkan adanya ketidaksiapan Kemdikbud dalam menyiapkan elemen pokok implementasi kurikulum 2013 tersebut, lalu kenapa hanya PKS dan PPP yang disebut oleh Nuh sebagai penolak Kurikulum 2013? Sedangkan ada juga partai lain yang menolak kurikulum 2013 tidak disebut, apa karena partai besan presiden?” Ungkapnya.

Menurut Zainuddin, tiga hal mendasar dan subtansial dalam perencanaan kurikulum 2013 yang menjadi pembahasan di komisi X DPR adalah persoalan konten, elemen pendukung dan anggaran.

Ia menegaskan bahwa secara prinsip pengembangan konten kurikulum memang mutlak dilakukan dan PKS sangat mendukung bahkan mengusulkan agar pendidikan akhlaq menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran.

Namun letak persoalan utama adalah ketidaksiapan pemerintah dalam menyiapkan elemen pokok pendukung kurikulum tersebut yaitu masalah dokumen kurikulum, pelatihan guru dan juga penyediaan buku ajar. “Hal inilah yang menjadi perdebatan alot komisi X dengan Pemerintah”, ujarnya.

“Persoalan anggaran kurikulum yang juga berjumlah sangat besar dan tidak realistis serta minimnya waktu pelatihan guru sebenarnya menjadi dua hal pokok mengapa PKS meminta agar kurikulum 2013 itu ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2014 mendatang agar ada waktu untuk menyiapkan elemen pokok dan pendukung lebih matang,” jelasnya.

Untuk itu legislator PKS dapil Jakarta Timur ini meminta M Nuh agar tidak mengeluarkan statemen yang tendensius apalagi dengan menganalogikan penolak kurikulum seperti orang kafir. “Khawatir nantinya sikap yang menganggap saudaranya sesama muslim adalah kafir itu dapat digolongkan sebagai orang yang fasik,” tutup Zainuddin. (sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

DPR Berharap Masyarakat Tidak Terprovokasi Bom Gereja Samarinda