Home / Berita / Nasional / Politisi PKS Menyayangkan Standard Ganda PBB Soal Kudeta Mesir

Politisi PKS Menyayangkan Standard Ganda PBB Soal Kudeta Mesir

Aboe-Bakar-Al-Habsyidakwatuna.com – Jakarta.  Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy mengimbau kepada masyarakat dunia mengutuk keras kekuatan militer di Mesir yang melakukan pemerintahan yang sah dan berdaulat. Tindakan ini, menurutnya  adalah pengkhianatan terhadap nilai demokrasi yang telah menjadi norma secara universal.

“Saya menyayangkan standard ganda PBB melalui sekjend-nya soal kudeta  di Mesir. Ban Ki Mon membiarkan kudeta di Mesir dan melihatnya sebagai  bentuk pengungkapan kebebasan bersuara. Sikap ini berbeda dengan kudeta yang terjadi di Niger tahun 2010, saat Sekjend PBB, Ban Ki-moon mengecam kudeta militer tersebut, dan menghimbau pihak-pihak terkait menyelesaikan krisis politik yang dihadapinya melalui pendekatan perdamaian,” ujarnya, Jumat (5/7/2013).

Kecaman serupa, lanjut Aboebakar juga diberikan kepada militer Mali dan Guinea yang melakukan kudeta pada tahun 2012 kemarin. Negara-negara barat juga setali tiga uang, Aboebakar menegaskan, pada satu sisi menggaungkan demokrasi, namun pada kasus Mesir hanya diam seribu bahasa. “Ada apa dibalik semua ini ?” ia mempertanyakan.

“Saat kudeta militer di Niger, tahun 2010 Uni Eropa ( UE ),  AS dan Prancis  menghimbau Niger dengan selekas nya memulihkan tata tertib UUD. Di tahun 2012 mereka juga mengecam kudeta yang dilakukan anggota militer yang memberontak di negara Afrika Barat Mali. Gedung Putih juga mengecam keras kudeta militer di Guinea mereka mengecam militer Bissau yang merebut kekuasaan dari kepemimpinan negara sipil. Lantas kenapa pada saat terjadi kudeta di Mesir  semua pada diam ? ada apa ini sebenarnya?” tanyanya lagi.
Ia kemudian berharap presiden dapat segera memberikan sikap soal krisis Mesir ini, karena fatsun politik Indonesia adalah bebas aktif. Tentunya, imbuh Aboebakar,  bangsa Indonesia  harus aktif dalam menanamkan nilai demokrasi dalam kehidupan bernegara di dunia ini.

“Di sisi lain Indonesia berperan aktif dalam menciptakan ketertiban dunia sesuai dengan amanah UUD 1945, perkosaan massal di tahrir square kemarin adalah salah satu alasan yang cukup untuk Indonesia bersikap,” pangkas nya. (tbn/kpks)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Kembali Kecam As-Sisi, Hubungan Mesir-Turki Kian Menegang