Home / Berita / Nasional / Politisi Golkar dan Sejumlah Tokoh Diam-Diam Kunjungi Parlemen Israel

Politisi Golkar dan Sejumlah Tokoh Diam-Diam Kunjungi Parlemen Israel

Tantowi dan Sejumlah Tokoh Indonesia nampak akrab dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv.
Tantowi dan Sejumlah Tokoh Indonesia nampak akrab dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv.

dakwatuna.com – Tel Aviv.  Seperti diketahui, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik. Kebijakan itu ditempuh Indonesia lantaran menghormati negara Palestina dan tidak mengakui keberadaan Negara Zionis tersebut.

Namun secara diam-diam, sejumlah tokoh asal Indonesia melakukan lawatan kontroversial ke Israel. Salah satunya adalah anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya yang ikut bertemu dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv. Kabar itu terbongkar setelah media setempat, Israelhayom.com, Selasa (11/6), mengumumkan pertemuan rahasia tersebut. Kunjungan dilakukan pekan lalu.

“Ini mungkin pertama kalinya delegasi dari negara Asia Tenggara mengunjungi Israel dan bertemu dengan anggota parlemen Israel,” demikian pernyataan Harian Hayom. Bukti kunjungan itu bisa didapatkan dari foto yang beredar dengan latar belakang kantor anggota parlemen Israel.

Kunjungan politikus Partai Golkar itu difasilitasi organisasi pro-Zionis Yahudi Australia yang menyediakan akses perjalanan ke negeri pimpinan Benjamin Netanyahu itu. Kelompok Yahudi Australia itu selalu berusaha mempertahankan hubungan persahabatan dengan Knesset Speaker Yuli Edelstein dari Partai Likud yang bertugas mengurusi diplomasi publik.

Anggota DPR fraksi Golkar Tantowi Yahya mengaku diundang Australian-Jewish Association berkunjung ke Israel selama 4 hari. Tantowi mengungkapkan, ia dan lima orang lain dari media, perguruan tinggi, dan lembaga think tank diundang untuk dipertemukan dengan petinggi Israel.

Kondisi berbeda justru pernah dialami perwakilan resmi Pemerintah Indonesia. Marty Natalegawa bersama menlu dari 12 negara lain yang pernah berencana berkunjung ke Ramallah, Palestina, pada Ahad-Senin, 5-6 Agustus 2012. Marty dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat menteri Gerakan Non Blok (GNB) tentang Palestina.

Sayangnya, pihak Israel yang memiliki otoritas tidak mengizinkan mantan duta besar RI untuk PBB itu

Kunjungan itu menimbulkan banyak pertanyaan bagi publik. Apalagi, dari foto terlihat, delegasi Indonesia sangat akrab dengan pejabat negeri Zionis itu.

Sangat mungkin, kunjungan mantan presenter televisi ke Israel itu bakal menyulut kemarahan rakyat Indonesia. Pasalnya, kunjungan itu sama saja dengan bentuk pengakuan atas eksistensi Israel yang berdiri dengan mengusir rakyat Palestina (maw/hm/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • MetaShela

    lima orang dari media, perguruan tinggi dan lembaga think thank….so ada agenda apa?…tak mungkin kalo tak ada apa2…hayooo jujurlah media…

  • YUSUF ANDRI

    Satu demi satu kedok org2 yg pro yahudi dan bahkan mungkin sekali sebagai antek yahudi,, atau cari muka sama yahudi, menampakkan jati dirinya. si tantowi mesti introspeksi diri dari mana dia dibesarkan dan dari negara mana dia dilahirkan,, anda dipilih sama org2 konstituen yg nota benenya adalah mayoritas ISLAM,, sadari diri bahwa anda juga bisa diartikan menghianati amanah yg diberikan oleh konstituen,,, ini tak bisa dibiarkan mesti semua pihak mengusut apa agenda mereka ke sana. Terutama partai golkar yg paling bertanggung jawab atas mengutusnya si tantowi ke sana. tak mungkin tanpa sepengetahuan partai golkar. atau memang sengaja partai golkar mau cari muka sama yahudi,,,,?????atau cari dukungan amerika dg mendekati dulu si yahudi keparat itu??? kalau itu yg terjadi,,, tantowi yahya tak pantas jadi wakil rakyat… karena berkhianat ,,,, dan bisa diartikan juga pengkhianatan terhadap UUD 45. Al hasil jk itu yg terjadi tantowi dg golkarnya tak pantas hidup di Indonesia. karena sudah berkhianat.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina