Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Imajinasi Permusuhan

Imajinasi Permusuhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

kpk-unj-02dakwatuna.com 

Seorang Al-Akh menyampaikan framingnya atas berita hari ini

Katanya, begitu jeniusnya sebuah media mengkonstruksi rusaknya citra Islam

Aku sejenak berpikir merenung dan bertanya “apakah sedemikian jeniusnya”

Lihatlah halaman depan media ini

Seorang pegawai pajak digelandang KPK

Lantas apa yang menarik?

Menariknya kawan karena dia bernama depan Muhammad

Terlepas apa pun nama belakangnya

Inilah imajinasi pertama yang dikonstruksi

 

Sebelah kanan dari halaman yang sama berita hari ini

Berita tentang qiyadah kita yang juga masih berkaitan dengan KPK

Dan inilah imajinasi kedua yang dikonstruksi

Qiyadah kita dan KPK pula

Iya benar KPK, sebuah kata yang selalu membangunkan imajinasi kita

Bahwa jika bersentuhan dengan KPK

Kebaikan kita dipertanyakan

Kredibilitas kita dipersoalkan

Sebab KPK akan menjadikan kita debu tayamum yang membasuh najis di badan

Sebab KPK adalah keshalehan penegakan supremasi hukum kita

 

Sebelah kiri dari halaman yang sama berita hari ini

Sebuah gambar besar yang mengilustrasikan penangkapan teroris

Inilah imajinasi ketiga yang dikonstruksi

Inilah jalan cerita nasib militansi kaum Muslimin

Mereka akan berakhir di kurungan besi atau mati di ujung senjata

Dan, bila mereka mati atau syahid di ujung senjata atau sangkur belati

Siapa yang peduli sebab mereka adalah musuh negara

Sebab mereka penyakit masyarakat yang harus disikat

 

Tapi kawan adakah yang bisa membuat kronologis pembuktian terbalik atas sebab musabab mereka ditembak mati atau pula meregang nyawa di ujung sangkur belati

Tidak ada

Tidak ada

Lalu siapakah pembela kaum Muslimin ini

Sejatinya hanya kepada-Nya Ilah Rabbi kita memohonkan pembelaan

 

Muhammad sang pegawai pajak

Qiyadah kita yang mencoba tegar dalam cabaran

Teroris yang dikepung aparat negara

Mereka adalah ilustrasi dari representasi kaum Muslimin yang kita cintai

Apakah mereka bersalah atau membuat masalah bagi negara ini tetaplah mereka saudara kita

Mereka saudara kita dalam tampilannya yang kusam dan bernoda di halaman muka sebuah media

 

Duhai Ilahi Rabbi apakah Engkau memberikan isyarat akan segera menggantikan kami dengan umat lain yang lebih baik karena ketidakmampuan kami menampakkan citra yang lebih baik bagi Islam yang tinggi ini

Ataukah Engkau mencoba menguji kami dengan deraan demi deraan untuk menguji kesabaran kami dan meninggikan derajat kami

 

Al Islaamu ya’alu wala yu’la alaih

Islam itu tinggi dan tidak ada yang menyaingi ketinggiannya

 

Bagaimana mungkin kami mampu menjaga ketinggian Islam ini di tengah arus media yang menghakimi kami setiap hari

Bahwa Islam dicitrakan sebaliknya dari apa yang kami tahu

Maka berikanlah kekuatan kepada kami untuk mampu berenang di lautan media ini

Agar kami mampu menuliskan tentang ketinggian Islam dari tinta-tinta di lautan yang tak pernah kering

Agar kami mampu menuliskan ketinggian Islam yang sesungguhnya

Kepada-Mu kami bermohon perlindungan dari imajinasi permusuhan media yang merendahkan Islam

 

Nun. Walqalami wama yasthuruun

Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan

 

Ilahi Rabbi jadikan pena-pena kami mampu menembus jantung dan hati kebenaran

Jauhkan kami dari imajinasi permusuhan yang merendahkan kemanusiaan kami

Turunkanlah kemampuan kepada kami menyanggah apa yang keluar dari mulut dan tertuliskan dari pena para penentang Islam

 

Jaukan kami dari imajinasi permusuhan sebagaiman ditebarkan media hari ini

Biarkan kami menjawabnya dengan pena dan apa yang dituliskannya

Demi ketinggian Islam

Demi kemuliaan Islam

Maka biarkan kami menuliskan imajinasi kemuliaan kami

Maka biarkan kami melawan imajinasi permusuhan ini

 

Nun. Demi pena dan apa yang dituliskannya

Demi pena dan apa yang dituliskannya

Demi pena dan apa yang dituliskannya

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Penulis adalah mahasiswa National Cheng Kung University (NCKU), Tainan-Taiwan. Gemar menulis artikel-artikel lepas dan beberapa puisi. Menulis adalah perjalanan kata-kata (journey of the words) dalam menemukan cinta Ilahi.

Lihat Juga

Mengenal Fiqih Mazhab Zhahiri