Home / Berita / Nasional / Bertemu Kiai se-Madura, Presiden PKS Serukan Umat Lebih Bersatu

Bertemu Kiai se-Madura, Presiden PKS Serukan Umat Lebih Bersatu

20130603_230731dakwatuna.com – Sampang.  Presiden Partai Keadilan sejahtera (PKS) Anis Matta berdialog dengan tak kurang dari 300an kiai, habaib, dan tokoh masyarakat se-Madura, Senin (3/6/2013) malam. Dialog yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabupaten Sampang ini juga dihadiri Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono.

Sebelum dialog, Anis Matta memaparkan pandangan tentang perlunya seluruh komponen umat Islam melupakan perbedaan kecil antara satu dengan yang lain. Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, seluruh kekuatan umat Islam sebaiknya fokus pada persamaan pemikiran atas banyak hal.

“Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja-kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat,” papar Anis.

Ditegaskan pula, dunia Barat –khususnya di Amerika Serikat dan Eropa– dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, tandas Anis, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai.

“Indonesia sekarang menjadi model sebab di tengah banyaknya mazhab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai,” ulas Presiden PKS lagi.

Dalam dialog, beberapa ulama dan tokoh masyarakat Madura mengamini pandangan Anis Matta. Persatuan kekuatan umat Islam, kata mereka, juga menjadi impian pemuka warga Madura.

Selain berdialog tentang kondisi umat Islam Indonesia dan dunia, beberapa kiai dan tokoh masyarakat Madura yang memenuhi ruang BPU Kabupaten Sampang mendaulat Anis Matta untuk menjelaskan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Menjawab pertanyaan peserta dialog, Presiden PKS mengatakan, kasus dimaksud murni persoalan pribadi LHI. Partai tidak ikut campur dalam kasus yang ramai diberitakan media massa beberapa pekan terakhir.

Anis menandaskan, PKS kini menunggu proses hukum berlangsung hingga tuntas. Bila LHI ternyata oleh pengadilan dinyatakan terbukti bersalah, maka dirinya sebagai Presiden PKS segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia,” terang Anis.

Sebelumnya, KH Halim Toha, salah seorang sesepuh Sampang, atas berita kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang diikutinya meminta Anis Matta sebagai Presiden PKS segera meminta maaf kepada rakyat Indonesia.

Dialog ditutup dengan doa yang dipimpin empat kiai Madura secara bergantian, masing-masing KH Abdul Kholik, KH Ahmad Baihaqi, KH Halim Toha, dan KH Toha Kholil (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muntaha al-Kholiliyah, Bangkalan).

Presiden PKS Anis Matta dan rombongan DPP PKS berada di Madura dalam rangkaian safari silaturahim se-Jawa dan Indonesia bagian Timur. Sebelumnya, pertemuan serupa digelar di Jawa Barat, Yogyakarta, kemudian Jawa Timur. Selanjutnya di Maluku, Sulawesi Tenggara, dan di rencanakan di tutup di Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Juni mendatang. (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi

Organization