Home / Berita / Opini / Fenomena Di antara 3”F”: Sebagai Apa Kita Akan Dikenang?

Fenomena Di antara 3”F”: Sebagai Apa Kita Akan Dikenang?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

jalan kenangandakwatuna.com – Fenomenal…!!! Menurut saya itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan profil ketiga orang ini. Betapa tidak, dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, ketiga nama ini mencuat ke permukaan dan langsung menjadi perbincangan publik. Juga menjadi sumber berita bagi para awak media, baik cetak maupun elektronik juga social media seperti Facebook, twitter serta portal2 berita di dunia maya lainnya. Dan yang lebih menariknya lagi adalah, secara kebetulan nama ketiga orang ini sama-sama diawali dengan huruf “F”.

Huruf  “F” yang pertama adalah AHMAD FATHANAH (AF) atau yang lebih populer dengan panggilan Fathanah saja. Sebelum terungkapnya kasus suap impor daging sapi yang diduga ikut melibatkan Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden PKS, nama Fathanah tidak pernah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nama ini terekspos untuk pertama kalinya ketika adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terhadap Fathanah pada akhir Januari silam, di salah satu kamar hotel Le Meridian Jakarta, bersama seorang wanita yang bernama Maharani. Ikut disita dalam penangkapan itu uang sejumlah 1M, yang kemudian disebut-sebut sebagai uang suap yang akan diberikan kepada Ustadz LHI. Lalu Fathanah pun disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai salah satu kader dari PKS. Namun belakangan kedua hal ini disangkal sendiri oleh Fathanah dalam kesaksiannya di Pengadilan Tinggi Tipikor beberapa waktu lalu. Sejak itulah nama Fathanah langsung menjadi buah bibir dimana-mana.

Selanjutnya nama ini pun kerap muncul pada halaman utama (headline news) di media cetak, menjadi tokoh sentral dalam pemberitaan di hampir semua stasiun TV, serta menjadi “trending topic” di socmed tanah air. Nama Fathanah semakin santer dibicarakan, seiring dengan tampilnya wanita-wanita cantik yang diduga mempunyai hubungan dengannya. Bahkan menurut keterangan dari pihak PPATK dan KPK diperkirakan ada sekitar 45 wanita di sekeliling Fathanah. Beberapa diantaranya berasal dari kalangan selebritis, meskipun kemudian ada yang menyatakan keberatan kalau dirinya dikait-kaitkan dengan pria yang berasal di Makassar ini. Sampai hari ini kasus suap impor daging ini masih terus berlangsung dan telah memasuki proses persidangan. Dan nama Fathanah pun masih tetap menjadi bahan perbincangan yang hangat. Apapun yang terkait dengannya akan selalu menjadi sumber inspirasi bagi para pemburu berita, yang diyakini oleh mereka masih akan tetap memiliki nilai jual yang tinggi serta akan menaikkan oplah/rating mereka. FENOMENAL…!!!

Huruf “F” yang kedua adalah FAHRI HAMZAH (FH). Sebetulnya nama pria kelahiran Sumbawa ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Fahri Hamzah pertama kali dikenal publik pada era reformasi sekitar tahun 1998, tepatnya ketika beliau mendirikan sebuah organisasi mahasiswa yang bernama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), sekaligus juga diangkat menjadi Ketua Umum pertamanya. Bersama KAMMI inilah Bung Fahri Hamzah melakukan berbagai aksi/demo mahasiswa untuk menumbangkan rezim Soeharto pada masa itu, dengan membawa jargon anti KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Nama Fahri Hamzah mulai diperhitungkan di kancah perpolitikan Indonesia, ketika beliau bergabung dengan PKS dan mendapat amanah menjadi anggota DPR RI, mewakili daerah kelahirannya Nusa Tenggara Barat pada tahun 2004. Sebelumnya beliau juga pernah menjadi staf ahli MPR dari tahun 1999 – 2002. Sedangkan di PKS sendiri Fahri Hamzah yang merupakan lulusan FE UI ini menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP. Karena konsentrasinya yang cukup besar pada dunia penegakan hukum, oleh PKS beliau ditempatkan di Komisi III yang mengurus Bidang Hukum dan Keamanan, sampai sekarang. Walaupun beliau juga pernah sempat ditempatkan di Komisi  VII DPR RI dalam rangka perotasian anggota dewan dari Fraksi PKS.

Selama di Komisi III inilah, pria yang juga sudah menulis beberapa buku, diantaranya berjudul Demokrasi, Transisi, dan Korupsi : Orkestra Pemberantasan Korupsi Sistemikyang sudah dua kali naik cetak ini, seringkali melontarkan kritikan pedas nya kepada KPK. Dan itu memang sudah menjadi sikap pribadinya untuk terus mengkritisi lembaga super bodi ini. Bahkan Fahri Hamzah pernah mengeluarkan usulan agar KPK sebaiknya dibubarkan saja, karena dirinya tidak percaya kepada lembaga ini dalam komitmennya  memberantas korupsi di Indonesia.

Dan sekarang, lagi-lagi Fahri Hamzah terpaksa kembali harus “bertemu” dengan KPK. Hal ini bermula dari kegusarannya terhadap tindakan KPK, yang dianggapnya tidak prosedural ketika akan melakukan  proses penyitaan terhadap mobil-mobil yang diduga milik Ustadz LHI di kantor DPP PKS pada awal bulan Mei lalu, pasca merebaknya kasus suap impor daging sapi. Berhadapan dengan juru bicara KPK, Johan Budi di sebuah stasiun TV, pria yang digelar sebagai “macan”, dan/atau malah ada yang menjulukinya sebagai “Umar bin Khathab”-nya PKS ini, menumpahkan kecaman-kecaman kerasnya kepada KPK tanpa  tedeng aling-aling. Dan sejak itulah dalam beberapa kali acara live di televisi, Fahri Hamzah selalu di”sanding”kan dengan Johan Budi. Pria ini pula yang kemudian mempopulerkan istilah “festivalisasi” oleh KPK terhadap kasus-kasus yang menerpa PKS sekarang ini. Lantaran kevokalan dan ke”garang”annya inilah, maka Fahri Hamzah selalu disegani oleh lawan, namun disayang oleh kawan terutama oleh kader-kader PKS tentunya. FENOMENAL…!!!

Dan huruf “F” yang terakhir adalah FATIN SIDQIA LUBIS (FSL). Siapakah dia? Nama dara cantik yang berusia 16 tahun ini mendadak popular di Tanah Air, bahkan selalu masuk dalam “hot trending topic” di twitter sejak 6 bulan yang lalu. Semua berawal dari keikutsertaannya dalam audisi X Factor, yaitu sebuah kompetisi ajang mencari bakat yang dimotori oleh musisi ternama, Ahmad Dhani. Membawakan lagu “Grenade”-nya Bruno Mars serta ditambah dengan penampilannya yang lugu dan berjilbab, Fatin berhasil memukau para dewan juri dan juga hampir seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikannya pada malam itu. Selanjutnya, detik itu juga gadis keturunan Batak – Betawi ini pun langsung menjadi idola, terutama di kalangan remaja, yang hebatnya pula tak cuma di sini tapi juga di beberapa negara di dunia lainnya. Sampai-sampai Bruno Mars (penyanyi asli dari lagu tersebut)  mengunggah youtube Fatin ke dalam website resminya “brunomars.com”.

Sejak itulah, dukungan pun mengalir deras kepada Fatin, baik melalui sms, telepon maupun jejaring sosial. Tak hanya dari kalangan masyarakat biasa, tapi juga dari artis, tokoh agama sampai politikus semua ikut mendukung gadis ini. Bahkan KH. Cholil Ridwan (Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya) ikut menyatakan dukungannya dengan mengirimkan surat terbuka secara khusus kepada Fatin. Di bawah mentoring Rossa, pada setiap penampilannya, Fatin hampir tak pernah masuk dalam barisan “button two” atau dua ter bawah. Kalau tidak salah cuma sekali Fatin masuk dalam button two, yaitu ketika pada malam Gala Show yang ke-11 bersama Mikha Angelo. Namun berkat dukungan dari Fatinistic (istilah untuk para penggemar berat Fatin), akhirnya mengantarkannya bisa lolos ke tiga bahkan ke dua besar X Factor Indonesia.

Dan puncak dari kesemua dukungan penuh tersebut adalah, dinobatkannya Fatin sebagai jawara X Factor Indonesia season pertama, dalam acara grand final yang diselenggarakan di Hall D JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2013), dengan mengalahkan pesaing beratnya, Novita Dewi Marpaung. Kontan suasana heboh dan gegap gempita pun meledak dimana-mana, termasuk saya yang malam itu kebetulan masih asyik di depan komputer, jadi ikut-ikutan tegang saat menunggu detik-detik pengumuman sang juara. Namun begitu nama Fatin yang disebut oleh Robi Purba (MC), maka pekik haru dan bahagia pun langsung membuncah, walaupun saya tahu pasti banyak juga yang “kecewa” dengan kenyataan ini. Namun keputusan sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat, karena Indonesia telah memilih Fatin sebagai pemenangnya. Detik itu juga berseliweran komentar-komentar di akun twitter  yang berisi kata-kata ucapan “selamat” kepada Fatin, tak terkecuali politisi PKS, Fahri Hamzah yang berkali-kali menyampaikan  selamat atas terpilihnya Fatin sebagai juara X Factor di akun twit-nya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa Fatin memang merupakan sesuatu yang FENOMENAL…!!!

Dari ketiga orang ini, kita tahu apa yang telah membuat mereka menjadi sangat “fenomenal”. Fathanah terkenal  karena sepak terjang nya sebagai seorang makelar yang kerap menjual (mencatut) nama orang atau lembaga/institusi tertentu. Fahri Hamzah terkenal karena kiprahnya sebagai politikus dan penda’wah. Sedangkan Fatin Sidqia Lubis terkenal karena penyanyi yang memiliki suara unik yang berhasil memenangkan sebuah kontes bergengsi di bidang musik Indonesia. Lalu kita, sebagai apakah kita akan dikenal dan dikenang orang…???

Gajah mati meninggalkan gading,

harimau mati meninggalkan belang,
manusia mati meninggalkan nama,
dan juga amal (baik atau buruk)….

(rd/sbb/dakwatuna.com)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ria Dahlia
Ibu rumah tangga dengan 5 orang anak.Terus berkarya, baik dalam diam maupun bergerak, tak ada kata berhenti sampai Allah yang menghentikannya, tetap tegar walau badai menghadang.

Lihat Juga

buku FB

Buku “3 Tools Facebook Graph Gratisan”

Organization