15:43 - Kamis, 23 Oktober 2014

Sikap Resmi PKS Menyikapi Ujian yang Menimpanya

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 23/05/13 | 23:13 | 14 Rajab 1434 H

Kepala Bidang Humas PKS, Mardani Alisera

Kepala Bidang Humas PKS, Mardani Alisera

dakwatuna.com – Jakarta. Ketika sebuah pohon tumbuh semakin tinggi, tentulah angin yang menerpanya semakin kencang. Kekuatan akar yang tumbuh sebagai buah dari kesabaran dalam merawatnya menjadi  kekuatan yang mampu menahan terpaan panas, hujan dan badai.

Demikian pula yang dihadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kali ini, terpaan badai ujian dan cobaan serasa demikian kuat mengombang-ambingkan pucuk dan dahan, bahkan terasa hingga menusuk ke akar. Pertanyaan datang bertubi-tubi, hinaan menerpa silih berganti, bahkan kasus hukum dan politik telah merambah keranah gosip dan ghibah. Harta, tahta dan wanita jadi senjata guna memutarbalikkan fakta. Asas praduga tak bersalah jadi barang langka, demi untuk memuaskan dahaga para pendusta.

Namun dibalik itu semua, PKS sangat menyadari betapa besar harapan masyarakat terhadap perubahan kearah yang lebih baik. Oleh karena itu PKS berusaha untuk menyikapi ini semua secara arif dan bijaksana.

Kepala Bidang Humas PKS, Mardani Alisera menjelaskan sikap PKS. “PKS tetap berusaha selalu menjadi partai yang lebih baik. Karena itu PKS membuka diri atas masukan, kritik, dan saran dari semua. PKS yakin itu bagian dari rasa cinta dan perhatian,” ujarnya.

“Untuk kasus dana yang mengalir dari AF monggo diusut dan dibuka di pengadilan. PKS mengapresiasi PPATK yang sangat diperlukan bagi terwujudnya transparansi yang jadi dasar Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” jelasnya sambil menegaskan bahwa kasus Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq adalah persoalan pribadi yang tak ada kaitannya dengan PKS.

“Untuk kasus Darin, kami berpendapat, monggo dibuktikan, diusut dan diselidiki. Jika terbukti benar terjadi pernikahan, ini sangat tidak biasa dalam rumah tangga kader PKS,” lanjutnya lagi.

Mardani juga menjelaskan tentang pernikahan yang dilakukan oleh kader PKS. Kader PKS telah punya standard yang jelas dalam mencari jodoh, yaitu sholih/ah. Dan lebih dipilih lagi yang sama-sama aktivis dalam dakwah.

“Selalunya pernikahan kami lakukan di antara ikhwan dan akhwat yang satu perjuangan. Karena itu, sekali lagi jika itu benar terjadi maka kami tidak memahami landasan terjadinya pernikahan itu. Doa kami, berita itu tidak benar.”

Pada akhirnya, setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Jikapun benar, maka tiap orang mesti bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya,” pungkasnya. (sbb/dtk)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (12 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/berry.juice.737 Berry Juice

    Akhirnya mereka yang suka mencela PKS sudah pada tobat hari ini…..

    buktinya ngga ada lagi yang koment pedes di artikel ini….

    memang KEDZOLIMAN PASTI AKAN LENYAP alias NGGA KOMENT LAGI….hi…hi….hi….

  • http://twitter.com/asnawihs Asnawi Husin

    orang Indonesia menaruh harapan yg sangat besar dengan PKS, bagi kader PKS kasus LHI tidak akan berpengaruh , tapi bagi simpatisan atau orang awam, mereka dapat info yg liar, yg membingungkan, akhirnya kepercayaan akan makin luntur, kalau elit tidak bertindak pintar dan cerdas kasus LHI akan makin membuat PKS berjarak dgn orang2 ini, setidaknya LHI harus mulai bicara jgn senyam senyum saja

Iklan negatif? Laporkan!
98 queries in 1,357 seconds.