Home / Berita / Internasional / Asia / Penduduk Palestina Bertambah 8,5 Kali Lipat Sejak Nakbah 1948

Penduduk Palestina Bertambah 8,5 Kali Lipat Sejak Nakbah 1948

Warga Palestina kerap menjadi korban kekerasan dan kebrutalan tentara Israel, baik di Tepi Barat atau di Jalur Gaza. (Reuters/Mohamad Torokman/ROL)
Warga Palestina kerap menjadi korban kekerasan dan kebrutalan tentara Israel, baik di Tepi Barat atau di Jalur Gaza. (Reuters/Mohamad Torokman/ROL)

dakwatuna.com Data statistik resmi Palestina mencatat bahwa jumlah Palestina pada tahun 1948 sebanyak 1,37 juta, sementara jumlah warga Palestina di dunia pada akhir tahun 2012 sekitar 11,6 juta orang. Ini berarti bahwa jumlah warga Palestina di dunia bertambah 8,5 kali lipat sejak Nakbah tahun 1948.

Ola Awad, kepala Badan Statistik Palestina, dalam sebuah pernyataan hari Selasa (14/5), mengatakan bahwa setelah 65 tahun Nakbah Palestina bertambah delapan kali lipat lebih, dengan memaparkan kondisi rakyat Palestina melalui angka dan fakta statistik menjelang ulang tahun ke-65 Nakbah Palestina, yang jatuh pada tanggal lima belas bulan Mei. Dia menyatakan bahwa peringatan pengusiran rakyat Palestina dari tanah dan tanah air mereka adalah dalam proses pembersihan etnis secara terorganisir dan didalangi oleh kelompok bersenjata Zionis.

Data dan bukti sejarah menegaskan bahwa proses pengusiran paksa warga Palestina dari tanah air mereka sudah direncanakan sejak lama, yang berpuncak pada deklarasi pembentukan Negara “Israel” pada tahun 1948 di atas reruntuhan negeri Palestina, setelah pembunuhan dan pembantaian terhadap warga sipil Palestina.

Mengenai jumlah warga Palestina yang saat ini tinggal di wilayah historis Palestina, data-data menunjukkan bahwa pada akhir 2012 jumlahnya sudah mencapai sekitar 5,8 juta orang, diperkirakan pada akhir 2020 jumlahnya sekitar 7,2 juta, jika tingkat pertumbuhan tetap seperti saat ini.

Berdasarkan data statistik, persentase pengungsi Palestina di Palestina sebesar 44,2% dari total populasi warga Palestina yang berada di Palestina akhir tahun 2012. Jumlah pengungsi Palestina yang terdaftar di UNRWA pertengahan 2013, sekitar 5,3 juta pengungsi, atau sekitar 45,7% dari total penduduk Palestina di dunia. Mereka itu tersebar di beberapa negara, 59% di Yordania, Suriah, Lebanon, dan 17,0% di Tepi Barat serta 24,0% di Jalur Gaza. Sekitar 29,0% pengungsi Palestina tinggal di 58 kamp pengungsi, 10 kamp pengungsi di Yordania, 9 kamp pengungsi di Suriah, 12 kamp  pengungsi di Lebanon, 19 kamp pengungsi di Tepi Barat dan 8 kamp pengungsi di Jalur Gaza.

Ini merupakan perkiraan minimum dari jumlah pengungsi Palestina yang terdaftar sebagai pengungsi, belum termasuk pengungsi yang tidak terdaftar. Karena jumlah ini tidak mencakup mereka yang diusir setelah tahun 1949 sampai menjelang perang Juni 1967, seperti yang didefinisikan oleh Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA”. Jumlah  tersebut juga tidak termasuk orang-orang Palestina yang meninggalkan atau dideportasi pada tahun 1967 setelah perang, yang aslinya mereka itu bukan pengungsi.

Diperkirakan jumlah warga Palestina yang tidak meninggalkan rumah mereka pada tahun 1948 sekitar 154.000 orang, diperkirakan jumlah mereka saat peringatan Nakbah yang ke-65 tahun sekitar 1,4 juta orang pada akhir tahun 2012, dengan populasi berdasarkan jenis kelamin  sekitar 102 laki-laki per seratus perempuan. Menurut data yang ada tentang orang-orang Palestina yang tinggal di wilayah Palestina terjajah tahun 1948, pada tahun 2011 persentase mereka yang berusia kurang dari 15 tahun adalah sekitar 36,5% dari total penduduk Palestina, sementara itu hanya 4,1% dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Palestina adalah masyarakat yang didominasi kaum muda yang akan memperpanjang pertumbuhan alami bagi masyarakat Palestina pada umumnya.

Diperkirakan populasi penduduk di Palestina sekitar 4,4 juta jiwa pada akhir tahun 2012. Sebanyak 2,7 juta di Tepi Barat dan 1,7 juta di Jalur Gaza. Di sisi lain jumlah penduduk di provinsi al Quds sekitar 400 ribu orang pada akhir tahun 2012, sekitar 62,1% dari mereka tinggal di bagian provinsi tersebut, yang dianeksasi oleh otoritas pendudukan Zionis setelah pendudukan Tepi Barat pada tahun 1967.

Tingkat kesuburan di Palestina dinilai tinggi bila dibandingkan dengan tingkat kesuburan yang ada saat ini di negara-negara lain. Tingkat fertilitas total untuk periode (2008-2009) di Palestina adalah 4.4 kelahiran, 4,0 kelahiran di Tepi Barat dan 5.2 kelahiran di Jalur Gaza. (infopalestina)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pasca Konflik, PKPU salurkan 3 Ton Beras untuk Pengungsi Rohingya