Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Selamat Datang Ramadhan, Mari Mengoksidasi Penyakit Hati

Selamat Datang Ramadhan, Mari Mengoksidasi Penyakit Hati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (iluvislam.com)
Ilustrasi. (iluvislam.com)

dakwatuna.com Tak terasa sekitar 2 bulan lagi bulan yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin akan datang. Ramadhan, memang tak asing lagi kita mendengarnya, itulah sebuah bulan yang sangat dielu-elukan oleh kaum muslimin, bahkan sangat ditunggu-tunggu kedatangannya. Kemudian di kala akhir Ramadhan, mereka berdoa semoga bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan di tahun depan. Sering juga ada sebuah ungkapan “mbok ya semua bulan itu bulan Ramadhan saja”, memang di bulan Ramadhan Allah mengobral habis-habisan pahalanya bagi para pembelanja amal shalih. Itulah sebabnya Ramadhan selalu ditunggu-tunggu kedatangannya dan ditangisi di kala sudah akan berakhir.

Terlepas dari itu semua ada sebuah hal yang mungkin menarik untuk kita kaji bersama, ternyata kata ramadhan itu bermakna pembakaran, atau istilah kerennya oksidasi, tentu jika kita tinjau dari ilmu kimia, pembakaran itu adalah sebuah reaksi yang secara sederhana akan mengubah suatu reaktan menjadi suatu produk yang itu merupakan hasil reaksi yang terjadi.

Pembakaran terhadap penyakit hati

Manusia adalah makhluk Allah yang  dibekali 2 sisi sifat yang memang saling kontradiktif, sikap baik dan sikap buruk. sejak zaman nabi adam pun sudah terlihat sifat buruk yang ada pada diri manusia, pada saat nabi adam dan siti hawa dilarang oleh Allah untuk mendekati pohon (syajarot) khuldi, dengan bisikan dan rayuan iblis, mereka akhirnya takluk dan  akhirnya melanggar aturan yang telah dibuat oleh Allah, penciptanya. Ini sebenarnya sudah menunjukkan adanya sifat rakus yang tertanam dalam lubuk hati manusia. Sudah secara jelas Nabi Adam diberikan berbagai kenikmatan surgawi yang secara cuma-cuma diberikan oleh Allah SWT, dan Allah hanya melarang untuk menjauhi pohon khuldi, tetapi nabi Adam melanggarnya. Kemudian yang kedua sikap iri, menginginkan kebahagiaan yang diperoleh orang lain itu berpindah di tangannya. Sebuah sikap yang sering menimbulkan pertumpahan darah sekalipun.

Sebuah cerita telah dikisahkan kepada kita, yakni dikala qabil dan habil, putra dari Nabi Adam AS yang waktu itu akan dinikahkan dengan saudara perempuan dari masing-masing sebaliknya, waktu itu qabil tidak setuju dengan keputusan bahwa ia harus menikahi  pasangan dampit dari habil, karena pasangan dampitnya dianggap lebih cantik jelita, dan Qabil pun iri terhadap habil, yang kemudian berakhir dengan pembunuhan yang dilakukan Qabil terhadap saudarannya sendiri, Habil. itulah sedikit contoh mengenai sifat sifat yang sering menjangkiti insan manusia dan tentunya harus sesegera mungkin kita berantas. Mumpung pada saat bulan ramadhan ini, marilah kita manfaatkan untuk membuang jauh-jauh penyakit-penyakit hati yang ada dalam diri kita, karena ramadhan memang bermakna sebuah oksidasi yang tentunya diharapkan bisa mereduksi sikap-sikap buruk yang menjangkiti diri kita. Dengan berpuasa kita akan lebih bisa belajar bersyukur, qanaah dengan apa yang diberikan kepada kita, kita juga aakan tersadar betapa beratnya saudara-saudara kita yang mungkin kurang seberuntung kita, makan hanya sekali dalam sehari, itupun dengan kerja keras, usaha totalitas menguras tenaga. dengan puasa inilah kita akan belajar menerima apa yang memang telah diberikan kepada kita, dengan puasa kita akan mengoksidasi penyakit rakus dan penyakit-penyakit hati lainnya yang menghantui setiap langkah kita. Ramadhan memang dihadirkan oleh Allah untuk pembelajaran bagi makhluknya, ramadhan sebagai universitas kehidupan yang nyata untuk belajar artinya hidup dan belajar memaknai kehidupan ini. dengan hadirnya ramadhan ini seperti yang telah dikatakan diawal yaitu reamadhan sebagai suatu proses reaksi tentunya akan mengubah diri kita yang mungkin semula masih ada sifat-sifat buruk akan berubah menuju pribadi yang lebih baik lagi tentunya menuju ke arah sebuah ekspektasi kehidupan yaitu sebenar-benarnya taqwa. Insya Allah

Selamat mempersiapkan untuk menghadapi bulan ramadhan tahun ini, semoga puasa ramadhan kali ini bisa menjadi sebuah REAKSI OKSIDASI terhadap noda-noda dosa dan penyakit-penyakit hati dalam diri kita, sehingga kita benar-benar akan menuju sebuah langkah kemenangan yang hakiki, kemenangan yang sejati.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

Muhasabah Ramadhan