Home / Berita / Nasional / PKS Punya 1 Caleg Eks Tahanan Politik Zaman Orba

PKS Punya 1 Caleg Eks Tahanan Politik Zaman Orba

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Humas, Mardani Ali Serra
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Humas, Mardani Ali Serra

dakwatuna.com – Jakarta.  PKS telah menyerahkan daftar calegnya kepada KPU pada hari Selasa (16/4). Diantara 492 caleg itu, terdapat satu caleg yang merupakan mantan tahanan politik zaman orde baru.

“Ada satu namanya Ustad Hasan, yang menjadi tahanan politik karena dituduh melakukan tindakan subversif zaman orde baru,” kata Humas PKS Mardani Ali Sera, Kamis (18/4/2013).

Tetapi menurutnya, tahanan politik bukan berarti terbukti melakukan pidana. Kala itu ia ditahan atas tuduhan yang tidak bisa dibuktikan, karena sesungguhnya yang dilakukan adalah aktivitas dakwah.

“Dia tidak melakukan tindak kriminal apapun, hanya melakukan dakwah yang selama ini terbukti sebagi dai yang berjuang. Tetapi ketika itu dianggap subversis oleh masukan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, alasan itulah yang membuat PKS akhirnya tetap mengusung Ustad Hasan sebagai caleg dari PKS, selain juga untuk merehabilitasi namanya.

“Justru kita ingin merehabilitasi orang-orang yang punya karakter tetapi pada zaman orba tanpa pengadilan dijadikan tahanan politik,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, KPU memang memberi peluang kepada mantan narapidana untuk maju sebagai calon anggota legislatif, dengan syarat telah menyelesaikan masa pidana maksimal 5 tahun. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan KPU nomor 7 Tahun 2013 yang telah diubah menjadi nomor 13 tahun 2013 tentang Pencalegan.

Pasal 5 ayat 3 menyebutkan persyaratan calon anggota legislatif dikecualikan bagi: (a). orang yang dipidana penjara karena alasan politik untuk jabatan publik yang dipilih (elected officials). dan (b). orang yang pernah dipidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, wajib memenuhi syarat yang bersifat kumulatif, sebagai berikut :

1. Telah selesai menjalani pidana penjara sampai dengan dimulainya jadwal waktu pendaftaran dalam waktu paling singkat 5 (lima) tahun;
2. Secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan narapidana; dan
3. Bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang.

(iqb/van/dtk)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pembakaran masjid saat shalat Idul fitri 1436 di Papua (inet)

Insiden Tolikara, DPR Minta Pemerintah Waspadai Adanya Perang Proxy