Home / Pemuda / Suara Rohis-OSIS / Gara-gara ROHIS, Kutemukan Cintaku!

Gara-gara ROHIS, Kutemukan Cintaku!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi (forumdiskusirohis.blogspot.com)
Ilustrasi (forumdiskusirohis.blogspot.com)

dakwatuna.com – Alhamdulillahi Rabbi, berkali-kali kupanjatkan syukurku pada Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Betapa nikmatnya iman ini kurasakan, Ya Allah… Terima kasih Ya Allah, telah Engkau izinkan hamba merasakan nikmatnya iman, Islam dan ihsan hingga detik ini, Ya Allah… Engkau juga perkenankan hamba merasakan betapa indah dan nikmatnya berdakwah menyeru kepada-Mu bersama saudara-saudari terkasih yang amat erat buhul ukhuwahnya karena-Mu… Perlahan tapi pasti, air mataku menitik dan semakin deras seiring dengan lantunan syukurku di malam yang sunyi ini. Kembali aku terpekur dalam dzikir dan doa yang panjang seusai shalat malamku. Kutelusuri sudut-sudut ingatanku, kembali mengingat sejak kapan aku merasakan ketenangan jiwa ini, satu per satu peristiwa yang telah lalu dalam hidupku muncul kembali seperti rekaman yang kembali diulang. Mulai dari akhir masa ‘jahiliyahku’ hingga terbitlah ‘cahaya hidayah’ itu…

Lekat dalam ingatanku, lima tahun lalu, aku yang masih bocah ketika itu, masih berseragam biru putih ala anak SMP yang masih polos, dengan ragu-ragu kuserahkan formulir pendaftaran pengurus ROHIS SMA N 1 Bantul yang telah kuisi sebelumnya. Niat awal, hanya sekadar ingin mengikuti kegiatan, siapa tahu nanti bisa jadi manusia yang lebih baik, karena kulihat kakak-kakak kelas yang aktif di ROHIS terlihat begitu menenangkan & wajahnya pun meneduhkan karena rajin ibadah mungkin, pikirku.

Serangkaian tes seleksi masuk ROHIS pun kujalani, dan hari pengumuman pun tiba, aku lolos seleksi! Diterimanya aku menjadi pengurus ROHIS pasti merupakan bagian dari rencana yang ditakdirkan oleh Allah untukku, jangankan ini, bahkan daun jatuh sekalipun telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfudz sejak dahulu bukan? Dari sinilah cahaya hidayah itu mulai nampak nyata bagiku, dan aku pun bersegera menjemput hidayah itu… Alhamdulillahi Rabbi, sekali lagi aku bersyukur.

Sebagai junior yang baik, aku ikuti berbagai kegiatan keagamaan aku ikuti karena aku merasa itu tanggung jawabku sebagai pengurus ROHIS, termasuk pengajian pekanan di masjid sekolah. Dari sinilah aku semakin mengenal Allah dan syari’at-Nya, semakin memahami makna syahadat yang setiap hari kubaca di setiap tasyahud dalam shalatku, belajar mewujudkan karakter pribadi muslim yang seharusnya aku punya, belajar mencintai dan mengamalkan dakwah sebagaimana Rasulullah, para sahabat serta para muasis dakwah berjuang, dan berusaha menjadi makhluk yang paling bermanfaat bagi umat.

Sejak saat itu, aku merasakan indahnya ukhuwah yang begitu dekat antara sesama pengurus ROHIS maupun dengan kakak-kakak pembina ruhiyah kami, semoga Allah selalu merahmatinya & memberikan balasan kebaikan sebesar-besarnya. Walaupun kami bukan saudara sedarah, namun ikatan ini terasa begitu kuat, dikarenakan persaudaraan ini lahir karena keimanan kepada Allah. Allah lah yang telah menyatukan hati-hati kami, dalam indahnya ketaatan pada-Nya. Belakangan aku tahu bahwa ukhuwah adalah konsekuensi dari keimanan, ketika iman kuat menghujam dalam dada, maka ukhuwah pun akan terasa indah dan menentramkan. Namun ketika iman compang-camping dan begitu rapuh, bersiap saja merasakan kesakitan dan ketidaknyamanan ketika bertemu atau menerima pemberian dari saudara-saudari seimannya.

Mengikuti pembinaan Islam membuatku merasa lebih tenang, lebih tenteram, dan semakin membukakan mataku bahwa Islam itu benar-benar rahmatan lil ‘alamiin. Aku juga semakin yakin bahwa Islam itu cinta damai, tidak seperti yang sering digaung-gaungkan di media bahwa Islam itu teroris dan sebagainya. Sebagaimana yang Allah ajarkan, bahwa cara mendakwahkan Islam adalah dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik (QS. An Nahl: 125).

Alhamdulillahi Rabbi, betapa banyak nikmat dan karunia-Mu untukku, bahkan aku tak mampu lagi menghitung seberapa banyak kasih sayang-Mu untukku hingga detik ini. Berkali-kali Engkau memilihkan takdir terbaik untukku. Memang benar adanya bahwa ketika aku telah menyerahkan semua urusanku pada-Mu, semuanya akan terasa mudah karena Engkaulah yang memudahkan dan mencukupkan segalanya. Dengan berdakwahlah salah satu cara untuk bersyukur pada-Mu. Yang kuyakini, apa yang aku dapatkan hari ini adalah konsekuensi atas apa yang telah aku lakukan sebelumnya. Kembali terngiang bunyi firman Allah dalam QS. Muhammad: 7 “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Alhamdulillah, Allah telah memilihku untuk menjadi bagian dari dakwah di ROHIS, karena dari sinilah aku semakin menemukan dan mengenal cintaku. Cintaku pada Rabbku, Rasulku, agamaku, kitabku, saudara seimanku dan juga dakwah ilallah… Semoga Allah senantiasa menjaga rasa cinta ini hingga akhir hayat nanti, aamiin.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan UI Angkatan 2010 | Kaderisasi Salam UI 2014 | DPM UI 2013 | BPM FIK UI 2012 | FPPI FIK UI 2011 | BEM FIK UI 2011 | Lembaga Dakwah Sahabat Asrama UI 2010
  • Karimatul Kamilah Kamilah

    LOVE ROHIS (y)

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang