Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Surat Cinta untuk Adik-Adikku

Surat Cinta untuk Adik-Adikku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Adik-adikku tersayang……….

Ilustrasi. (profimedia.cz)
Ilustrasi. (profimedia.cz)

dakwatuna.com – Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelembutan hati kepada kita semua, sehingga kita selalu peka mengenali kebenaran dan gundah ketika melihat kebathilan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan cahaya hidayah ke dalam qalbu kita, hingga dengan cahaya tersebut, kita selalu istiqamah di jalan-Nya.

Semoga Allah senantiasa memberikan Ridha-Nya dalam setiap gerak langkah kita, dalam setiap hembusan nafas kita, dalam setiap detak jantung kita, hingga dengan Ridha tersebut kita semua dikuatkan untuk senantiasa teguh, berdiri, berjuang menolong agama Allah, berfastabiqul khairat, ber’amar ma’ruf nahy munkar. Bukankah Allah SWT sudah berjanji dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya”. (QS. Al-Hajj: 40)

Maka, percayalah, selama kita berada di atas kebenaran Islam, pada saat yang sama, pertolongan Allah, akan selalu setia menemani, pertolongan Allah akan selalu setia menemani.

Adik-adikku tersayang…..

Sungguh, tidak ada nikmat yang lebih indah dibandingkan nikmat bersaudara, nikmat berukhuwah, nikmat persaudaraan yang bukan semata karena pertalian darah. Namun, insya Allah ini adalah sebuah persaudaraan yang abadi, persaudaraan karena ALLOH, persaudaraan karena aqidah, persaudaraan yang tak berujung di dunia, namun insya Allah berujung di akhirat. Persaudaraan yang berbuah manis di Surga……

So, Teteh gemes banget saat beberapa waktu lalu ada di antara adik-adik yang saling menjaga jarak, bertengkar karena hal sepele.

“Jangan diulangi lagi ya dek….”

Hm….. Boleh curhat lah ya……

Teteh kepengen, interaksi kita bukan sekadar interaksi yang biasa-biasa saja. Teteh pengen interaksi kita ini adalah interaksi yang spesial.

Teteh pengen jadi seperti seorang sahabat yang setia mendengar kabar suka dan duka.

Teteh pengen jadi seperti seorang ibu yang siap merangkul, mendo’akan, memberi semangat dan menguatkan.

Teteh pengen jadi seperti seorang guru yang bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga memberikan teladan yang baik.

Teteh bukanlah orang hebat yang luput dari khilaf. Maka, “jangan segan, Ingatkanlah Teteh jika di sepanjang pertemuan kita terdapat hal yang salah”.

Adik-adikku tersayang…..

Terkait liqa/mentoring/pertemuan pekanan kita:

Teteh berharap, kita saling mengikat janji untuk istiqamah, istiqamah hadir (ingat!! berjamaahlah, karena serigala hanya akan menerkam kambing yang sendirian).

Saling belajar,

Saling mengingatkan,

Saling menimba ilmu,

Kalaupun karena udzur syar’i adik-adik berhalangan hadir, maka komunikasikanlah!

Beri kabar by SMS, insya Allah banyak manfaatnya. Jika sakit, teman-teman lain yang hadir akan mendoakan kesembuhan. Jika ada problem, kita akan sama-sama diskusikan untuk mencari jalan keluar. Jangan seperti Burung Hud-Hud di zaman Nabi Sulaiman, tidak menginformasikan ketidakhadiran hingga membuat Nabi Sulaiman marah;

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (An-Naml: 22-23)

Maka, memberi kabar itu perlu, agar kita senantiasa saling berhusnudzon.

Adik-adikku tersayang….

Terakhir dari Teteh,

Sisipkan nama Teteh dalam doa-doa panjang adik-adik

Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata:

“Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali Malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah SAW bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”

Uhibbukunna fillah

Teteh,

NB: Teteh = panggilan untuk kakak perempuan (dalam bahasa Sunda).

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Emi Rohmah
Seorang muslimah yang merantau di Kota Batam.
  • Syamila 82

    Insya Allah kami akan siap berjuang dengan teteh untuk Diinul Islam ini, semoga Ukhuwah kita semakin erat dan senantiasa saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Allaahu Musta’an

Lihat Juga

Menteri agama Turki menerima perwakilan muslim Rohingya. (Islammemo.cc)

Menag Turki: Dunia Islam Bertanggungjawab atas Tragedi Muslim Rohingya