Home / Berita / Nasional / ISNU Memiliki Ratusan Profesor, Doktor, dan Master untuk Membangun Indonesia

ISNU Memiliki Ratusan Profesor, Doktor, dan Master untuk Membangun Indonesia

Lambang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). (Facebook / ikatan.nahdlatululama)
Lambang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). (Facebook / ikatan.nahdlatululama)

dakwatuna.com – Semarang. Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) berupaya mendorong para intelektual untuk bangkit membangun kesejahteraan rakyat di Indonesia. Organisasi masyarakat di lingkungan NU ini menjaring sarjana ulama untuk melakukan hal tersebut demi kemajuan negeri.

Hingga kini di seluruh Indonesia sudah 27 wilayah yang membentuk kepengurusan anggota, sedangkan enam sisanya akan dilakukan dalam bulan ini. Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU, Dr Ali Masykur Musa mengatakan, pihaknya hendak memunculkan para intelektual NU yang berada di birokrat, pengusaha, dan perguruan tinggi untuk turut aktif dalam organisasi tersebut.

”Sekarang ini saja ada 262 profesor, 574 doktor, dan belum lagi master di ISNU, sehingga ini merupakan kekuatan NU ke depan untuk membangun Indonesia. Adapun, kami telah merumuskan langkah strategis apa saja yang akan dilakukan,” ungkapnya seusai membuka Rapimnas dan melantik kepengurusan ISNU Jawa Tengah di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Jumat (1/3).

Hal yang dirumuskan ISNU diantaranya menyangkut, reorientasi pembangunan utamanya strategi pertumbuhan ekonomi dari sisi percepatan dan pemerataan agar lebih berkualitas. ”Sebab, grassroot dari masyarakat Indonesia itu NU, maka strategi harus diubah agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelas menengah atas saja, tapi masyarakat bawah juga bisa merasakan. Selain itu, ISNU akan fokus pada urusan peranan negara dalam pemberian label halal dan kepemimpinan nasional,” tutur anggota BPK RI itu.

Untuk kepengurusan di Jateng terpilih Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif sebaga Ketua Pimpinan Wilayah ISNU Jateng. ISNU memiliki kebijakan bahwa setiap kegiatan harus dilaksanakan di perguruan tinggi di lingkungan NU. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menjaring kader dan intelektual di sana.

Sementara itu, dalam Rapimnas I ISNU ini Unwahas mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Rektor Unwahas Dr Noor Achmad berharap, pada momentum dan organisasi ini dapat membangkitkan para sarjana ulama.

”Sebagai organisasi masyarakat yang menjaring kader dari para sarjana ulama, maka sudah menjadi tanggung jawab untuk turut membesarkan perguruan tinggi yang berbasis NU,” katanya.  ( Anggun Puspita / CN34 / JBSM )

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya