Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Inilah Dakwah

Inilah Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com – Saat teman-teman mendengar kata dakwah apa yang terlintas di pikiran? biasanya tidak akan jauh dari hal Aktivis Dakwah Kampus (ADK), Organisasi Islam, menguras tenaga dan waktu dan harta, atau hal-hal yang apabila orang tidak menikmatinya akan memandang hal dakwah adalah capek. Tapi benarkah begitu?

Mari kita lihat sejenak bagaimana karakteristik dakwah Rasul dalam menyampaikan agama Allah, Maka kita akan menemui bahwa jalan dakwah tidak akan jauh dari halangan dan rintangan. Jalan dakwah memang tidak mudah untuk dilalui. Tapi pernahkah kita berfikir bagaimana jika Rasul dan para Sahabat zaman dahulu tidak sungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini? Tentunya kita tidak akan merasakan indahnya Islam. Salah satu karakteristik dakwah adalah Banyak halangan dan Rintangan, itu sudah pasti. Bahkan Rasul yang dahulu dikenal sebagai orang yang jujur (Al-Amin) setelah menyampaikan kalimat tauhid, tidak jarang yang membencinya. Bahkan saat Rasul saat dakwah di Thaif dilempari dengan batu, kotoran, bahkan dianggap orang gila.

Dan sungguh, Kami akan benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” [QS. Muhammad (47):31]

Apabila kita mengaku berdakwah dan mengaku seorang Islam tetapi tidak mendapat rintangan dan ujian, maka perlu dipertanyakan apakah kita sudah benar-benar berjihad di jalan Allah? Saat kita menyampaikan ajaran agama yang benar menurut Al-Qur’an dan Sunnah, maka tidak heran apabila ada yang mengatakan aliran sesat, dibenci, dianggap pembual dan mengada-ada, ataupun hal lain yang akan menjatuhkan jalan dakwah ini, agar kita berhenti untuk menyebarkan agama Allah. Selain itu Jalan dakwah akan dipenuhi dengan godaan syahwat, kesenangan dunia yang fana ini. Bahkan Allah telah memberikan gambaran jalan menuju surga dan neraka itu bagaimana karakteristiknya… Bahkan Allah telah mewanti-wanti agar kita bersabar bersama orang-orang yang menyeru agama ini.

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” [QS. Al-Kahfi (18): 28]

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Ketika Allah telah menciptakan Surga, Dia berfirman kepada Jibril: ‘Pergilah dan lihatlah ke sana.’ Maka Jibril pergi dan melihat ke sana. Lalu kembali dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku, demi ‘izzah-Mu tidak ada seorang pun yang mendengar tentangnya melainkan ia ingin masuk ke dalamnya.’ Kemudian Allah menutupi Surga itu dengan hal-hal yang tidak disukai, lalu Allah berfirman: ‘Hai, Jibril, pergilah dan lihatlah ke sana.’ Maka Jibril pun pergi dan melihat ke sana, lalu kembali dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku demi ‘izzah-Mu aku khawatir tak ada seorang pun yang dapat masuk ke dalamnya.’ Ketika Allah telah menciptakan Neraka, Dia berfirman: ‘Hai Jibril, pergilah dan lihatlah ke sana.’ Maka Jibril pun pergi dan melihat ke sana, lalu kembali seraya berkata: ‘Demi ‘izzah-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentangnya ingin memasukinya.’ Kemudian Allah meliputinya dengan hal-hal yang disukai (syahwat). Kemudian Dia berfirman: ‘Hai Jibril, pergilah dan lihatlah ke sana.’ Maka Jibril pun pergi dan melihatnya seraya berkata: ‘Wahai Rabb-ku, demi ‘izzah-Mu aku khawatir tidak akan ada seorang pun yang tertinggal kecuali akan masuk ke dalamnya.’ [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya Kitabus Sunnah, bab Fi Khalqil Jannah wan Nar 4744 dan dalam Shahih Sunan Abi Dawud 3970 Syaikh Al Albani berkata : Hasan Shahih]

Lantas apa yang harus kita lakukan? Apakah dengan adanya rintangan kita berhenti menyampaikan Agama ini? Tentunya tidak kan?  Justru dengan karakteristik yang sudah jelas tersebut semangat kita dalam menyampaikan agama ini akan bertambah, karena Allah telah memberikan balasan yang sangat besar berupa kebaikan-kebaikan dan surga sebagai tempat berlabuhnya.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”” [QS. Fushshilat: 33]

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS. Muhammad: 10]

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran [QS. Al Ashr: 1-3]

Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” [HR. Muslim]

“Allah merahmati seseorang yang telah mendengar dariku sebuah hadits lalu ia menghafalnya kemudian ia sampaikan kepada orang lain [HR.  Ahmad]

Maka apalagi yang kita ragukan untuk menyeru kepada jalan Allah dan Rasul? Karena dakwah adalah jalan para Rasul dan Sahabat. Adakah jalan lain yang lebih bagus daripada menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar? Jangan di tunda lagi, sebarkan ilmu Allah walaupun hanya satu ayat. Karena dakwah adalah jalanku…. begitu nikmat berada di jalannya jika kita mengetahui.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang beriman dan selalu bertaqwa.” [Yunus: 62 – 64]

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. [QS. Yusuf (12): 108]

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fahri Wisnu Murti
Mahasiswa IT Telkom, Researcher, dan penulis.

Lihat Juga

Austria Larang Pembagian Al-Quran