06:58 - Rabu, 01 Oktober 2014

Hidayat: Saya Doakan PR Demokrat dan PKS Segera Selesai

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 10/02/13 | 14:36 | 28 Rabbi al-Awwal 1434 H

Hidayat Nur Wahid (Tabloidkampus.com/ganug)

Hidayat Nur Wahid (Tabloidkampus.com/ganug)

dakwatuna.com - Di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan. Karena itu, PKS tidak akan mencampuri urusan rumah tangga orang lain, termasuk di Partai Demokrat yang sedang berbenah di bawah pimpinan Ketua Dewan Pembinanya langsung.

“Saya mendoakan agar persoalan di internal rumah tangga Demokrat dan PKS bisa segera selesai, sehingga kita bisa kembali total melayani rakyat,” harap Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, Hidayat Nur Wahid, di Jakarta, Sabtu (9/2/2013).

Hidayat juga berharap agar PKS, Demokrat dan seluruh partai politik dapat melakukan konsolidasi terbaik untuk internal masing-masing partainya. Dengan demikian, parpol dapat memberikan harapan kepada rakyat.

“Karenanya, dapat menyemangati rakyat dan kembali mendapatkan kepercayaan rakyat untuk meningkatkan kualitas peran serta rakyat dalam Pemilu 2014 guna menghadirkan anggota DPR yang berkualitas,” tambahnya.

Terkait langkah penyelamatan Demokrat yang dipimpin langsung oleh SBY, Hidayat mengaku ditanya banyak kalangan, apakah ketidakadilan perlakuan KPK yang dipersoalkan PKS terkait dengan status hukum Anas yang masih belum jelas. Menurutnya, apa yang dirasakan oleh PKS sebagai ketidakadilan perlakuan KPK, sama sekali tidak terkait dengan status Anas.

“Apalagi sampai saat ini Anas masih belum berstatus tersangka. Kami hanya mengaitkannya dengan perbedaan perlakuan terhadap pihak yang sama-sama sudah berstatus tersangka tapi mendapat perlakuan yang berbeda dari yang diterima oleh kader kami,” papar Hidayat.

Menurut Hidayat, yang diinginkan dari penegakan hukum, termasuk pemberantasan korupsi adalah hadirnya keadilan seadil-adilnya dan kepastian hukum.

“Bukannya justru mengedepankan subjektivitas penyidik yang justru akan menghadirkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum,” tegas Hidayat.

Redaktur: Hendra

Topik: ,

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 9,25 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
60 queries in 1,237 seconds.