Home / Berita / Internasional / Asia / Eropa akan Cegah Israel Bangun Pemukiman

Eropa akan Cegah Israel Bangun Pemukiman

Permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dekat Yerusalem (Al-Quds), 7 Juni 2012. (REUTERS/Ronen Zvulun/Files)
Permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dekat Yerusalem (Al-Quds), 7 Juni 2012. (REUTERS/Ronen Zvulun/Files)

dakwatuna.com Pengamat politik dan akademisi Israel, Paul Rivlin, menilai kesabaran negara-negara Eropa sudah habis untuk Israel. Mereka akan segera mencegah Israel membangun pemukiman di wilayah Palestina.

“Negara barat tidak akan membiarkan (pembangunan pemukiman) itu terjadi,” kata dia seperti dikutip PressTV, Senin (14/1).

Rivlin yang mengajar studi Timur Tengah dan Afrika di Universitas Tel Aviv, mengatakan cepat atau lambat Eropa akan menghentikan pembangunan pemukiman.

Tindakan pencegahan dari negara Eropa itu akan lebih cepat dari Amerika Serikat. Meskipun, keduanya menolak adanya pembangunan pemukiman baru di wilayah Palestina.

“Saya pikir kesabaran Eropa akan habis lebih cepat dari Amerika, ” kata dia.

Bulan lalu, pemerintah Israel mengatakan pihaknya akan membangun 6.500 unit pemukiman di wilatah Palestina. Mereka mengabaikan penolakan dunia internasional termasuk PBB. Ekspansi yang dilakukan Israel dinilai menjadi halangan untuk membangun perdamain di wilayah Timur Tengah.

Lebih dari setengah juta orang Israel tinggal di 120 pemukiman ilegal sejak okupansi Israel terhadap wilayah Palestina di Tepi Barat dan al-Quds pada 1967.

PBB dan banyak negara dunia lainnya telah menyatakan rencana pemukiman baru Israel tersebut Ilegal. (Hazliansyah/Nur Aini/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina