Home / Berita / Nasional / MUI Pertanyakan Anggaran Madrasah di Daerah

MUI Pertanyakan Anggaran Madrasah di Daerah

Ilustrasi - Madrasah. (inet)
Ilustrasi – Madrasah. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mempertanyakan anggaran madrasah di daerah. “Sesuai dengan UU Sisdiknas, anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN dan 20 persen dari APBD. Namun selama ini anggaran 20 persen dari APBD untuk madrasah kemana?,” ujar Amidhan dihubungi Ahad (6/1).

Amidhan mengungkapkan, sebagian besar madrasah lebih banyak tersebar di daerah. Ia mencontohkan di Aceh yang jumlah madrasahnya lebih banyak karena suasana agamis yang sangat kental disana. Maka, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk madrasah.

Pemerintah daerah, ujar Amidhan, harus lebih mengoptimalkan kembali anggaran pendidikan 20 persen dari APBD untuk madrasah. Apalagi, madrasah dalam UU Sisdiknas memiliki jenjang yang sama dengan satuan pendidikan lainnya seperti SD,SMP,SMA.

“Karena sudah termaktub dalam UU Sisdiknas maka anggaran madrasah seharusnya adil dan proposional. Artinya sejalan dengan jumlah madrasah yang tersebar di wilayah masing-masing,” tutur Amidhan.

Amidhan menilai madrasah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah namun kemendagri juga perlu terlibat untuk memperhatikan penyerapan anggaran pendidikan di daerah. “Anggaran pendidikan madrasah terkait dalam 20 persen APBD, maka dalam hal ini Kemendagri turut bertanggungjawab,” ujarnya. (Dyah Ratna Meta Novi/Fenny Melisa/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

aksi-damai-bela-islam

MUI Meminta Agar Jangan Membelokkan Tujuan Aksi 4 November dengan Isu Lain

Organization