07:57 - Kamis, 17 April 2014

Rais Syuriah NU: Saya Juga Ucapkan Selamat Natal

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 24/12/12 | 20:51 | 10 Safar 1434 H

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi. (ANTARA/Rezza Estili)

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi. (ANTARA/Rezza Estili)

dakwatuna.com – Jakarta. Menanggapi pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali bahwa memberi ucapan selamat natal itu dibolehkan, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masdar Farid Mas’udi pun turut menyetujui.

Menurut Masdar, tidak ada salahnya mengirimkan ucapan selamat natal kepada pemeluk agama Kristen. “Saya juga mengucapkan,” kata dia, Senin (24/12) sore, sebagaimana dilaporkan Republika Online.

Saling mengucapkan selamat, kata dia, berarti adanya saling menghargai antarpemeluk agama. Dan mengucapkan selamat natal tidak ada salahnya dalam aturan agama Islam.

Tidak ada hubungannya, lanjut dia, antara mengucapkan selamat natal dengan mempercayai ritual agama lain. Dia menyatakan, membahas hal itu hanya akan menambah konflik antar agama.

“Sudah cukup, nanti malah timbul polemik,” tutup dia. (Heri Ruslan/aldian wahyu ramadhan/ROL)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 7,25 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • priyayimuslim

    Ini mah orang liberal antek JIL.

    Ini yang bilang pajak sama dengan zakat.

    • http://www.facebook.com/fekusmono Fajar Eko Kusmono

      goblok amat masa pajak dibilang zakat………….
      kok gak dipikir dolo

  • http://www.facebook.com/romzul M Romzul Islam

    Saat
    ini orang ramai membicarakan masalah ucapan selamat natal karena semua
    pihak merasa paling benar. Padahal, hanya Allah swt yang mengetahui mana
    yang benar atau nggak.

    Tetapi , kita sebenarnya telah diberi
    hukum sederhana untuk menyikapi hal ini. Hukumnya adalah lebih baik
    meninggalkan hal-hal yang ragu dan belum pasti. Artinya, selama ulama
    masih berbeda pendapat dan bagi kita yang ilmu agamanya masih kurang,
    bisa menggunakan hukum tersebut sebagai pegangan.

    Intinya, selama kita ragu-ragu dan tidak mengetahui mana yang LEBIH BENAR, sebaiknya ditinggalkan.
    Bagi umat Islam, lebih selamat apabila meninggalkan keraguan dengan tidak mengucapkan selamat natal agar terhindar dari dosa.

    Toh teman kita yang Nasrani juga tidak akan marah apalagi tersinggung kalau kita tidak mengucapkan. Mengapa itu menjadi beban ?

    Jadi, nggak usah bingung dengan dalil yang macam-2. Dengan dalil ini,
    kita berpikir dengan cara yang lebih sederhana dan Insya Allah lebih
    selamat.

  • http://www.facebook.com/hbrnrkhsn Hobir Nur Ikhsan

    apa org ini tidak mau berpaling ke Al-Quran? terutama QS Al-Maidah ayat 72-73?

  • http://www.facebook.com/people/Ar-Rizqi-Satria/100001434023214 Ar Rizqi Satria

    orang ini nanti bareng Gus Dur terlunta-lunta di Padang Mahsyar

  • http://www.facebook.com/people/Ar-Rizqi-Satria/100001434023214 Ar Rizqi Satria

    Pantas saja sekarang mereka senang bergandengan dengan kaum kristen, dengan menyediakan BANSER NU sebagai JONGOS JAGAIN GEREJA

    Dilarang mengucapkan selamat na**l, dalilnya sudah jelas, eh masih ngeyel, tetap ngucapin. lantas bagaimana Islam menyikapi orang yg menolak kebenaran macem ni. mari simak:

    Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah.

    Allah melarang kita untuk sombong:

    ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]

    Allah benci dengan orang-orang yang sombong:

    ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]

    Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:

    Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

  • http://www.facebook.com/rhean.sisri Nofrian Rahmat

    gawat

  • http://www.facebook.com/reng.songennep Reng Songennep

    Wajibkah muslim mengucapkan selamat hari raya untuk umat agama lain? Jika itu wajib, apa dasarnya. Jika itu tidak wajib apa salah aku tak mengucapkannya…Intinya gini, loe terserah mau ngapain, tp aku gak akan ngerjain sesuatu yang masih jadi polemik, untungnya gak jelas, ruginya hampir pasti….toh umat lain gak bakal gondok kalo aku gak ngucapin selamat hari raya buat mereka…aku juga gak bakal pusing jika umat laen gak ngucapin selamat hari raya buat aku….

Iklan negatif? Laporkan!
83 queries in 1,017 seconds.