Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden RI Dorong Perdagangan dengan Negara-Negara Islam

Presiden RI Dorong Perdagangan dengan Negara-Negara Islam

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (REUTERS/Daniel Hartley-Allen/Ant)

dakwatuna.comPresiden Susilo Bambang Yudhoyono berkumpul dengan tujuh kepala negara dan kepala pemerintahan Kelompok-8 (D-8) di Islamabad, Pakistan, Kamis, untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi di kalangan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam dari 130 miliar dolar AS saat ini menjadi 507 miliar dolar pada 2018.

Sejumlah pimpinan Kelompok D-8 yang hadir selain Presiden Yudhoyono adalah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Mesir Muhammad Mursi, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, Wakil PM Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin, dan tuan rumah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari.

Kelompok D-8 mencakup delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam yang berkeinginan mempererat kerja sama dalam berbagai bidang. KTT dibuka Presiden Zardari di Istana Kepresidenan Pakistan.

Kelompok ini berupaya memperluas kerja sama di bidang industri, pertanian, telekomunikasi dan informasi, perdagangan, sains dan teknologi, peningkatan sumber daya manusia, kesehatan, perbankan, dan energi.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa kepada media mengatakan Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam forum D8 menargetkan volume perdagangan di antara anggotanya tumbuh 15–20 persen dari nilai perdagangan dunia yang sebesar 14 triliun dolar atau senilai dengan 2,8 triliun dolar dalam 10 tahun ke depan.

Hatta Rajasa menyatakan dalam pertemuan forum negara-negara D8 terdapat keputusan untuk menargetkan pertumbuhan volume perdagangan naik 15–20 persen dari volume perdagangan dunia.

Menurut Hatta, ada semangat tinggi untuk meningkatkan volume perdagangan antarnegara D8 itu dalam satu dasawarsa ke depan.

Selain, Hatta para menteri yang ikut mendampingi Presiden antara lain Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. (A017/A011/Ruslan Burhani/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Bedi Citoendoen

    Seharusnya bukan hanya persoalan ekonomi saja yang dibahas tapi persoalan politik terutama masalah Palestina harus menjadi agenda D-8

Lihat Juga

Menteri agama Turki menerima perwakilan muslim Rohingya. (Islammemo.cc)

Menag Turki: Dunia Islam Bertanggungjawab atas Tragedi Muslim Rohingya

Organization