Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Beginilah Jilbab Kita Ukhti!

Beginilah Jilbab Kita Ukhti!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (qimta.devianart.com)

dakwatuna.com – Lagi-lagi, mata kita semakin akrab dengan propaganda-propaganda amatir di media. Propaganda yang  jikalau aku boleh berucap, propaganda yang salah! Pikiranku cukup terganggu dengan tagline berupa: “yang penting memakai jilbab”.  Begitukah?

Ya, sekarang zaman memang sudah modern. Jilbab dengan berbagai gaya dan warna tidak sulit kita cari di mana pun. Mau model panjang, pashmina, jilbab paris, bahkan ada yang bermodel dan diberi nama jilbab ninja atau jilbab maroko. Subhanallah banyak. Pun juga wanita dan anak-anak remaja yang berjilbab, sudah kian banyak di mall, masjid, kampus, sekolahan, kantor dan di tempat-teman eksklusif juga ada. Sekarang tidak seperti dulu, jilbab kian dimodifikasi oleh pembuat fashion, dipertontonkan modelnya. Sehingga banyak wanita yang tertarik mengenakannya.

Dulu yang berjilbab itu jarang, sedikit, minoritas, bahkan dilarang. Tidak seperti sekarang. Wanita berjilbab semakin mudah kita temukan bukan? Dan dengan berjilbab pula, kecantikannya tidak luntur sama sekali. Malah sekarang makin diperhias dengan jilbab yang dililit ini itu, diberi bros yang besar-besar, diperpendek, diperketat, diganti menjadi bahan yang transparan/tipis guna agar menarik perhatian.

Wanita yang berjilbab sekarang banyak yang menggunakan dalaman ninja, cukup dihias sedikit dengan jilbab paris (yang hanya sebagai penghias tentunya). Tidak rapi padahal. Tapi memang sangat terlihat modis, fashionable, lebih feminim atau apa pun lah namanya. Bahkan aku pernah melihat model tutorial jilbab, di mana jilbab paris itu seakan-akan dibuat seperti rambut, dililit-lilit kemudian diberi pita, atau semacam dikepang. Cantik memang.

Kemudian wanita-wanita yang berjilbab tersebut tidak segan mengenakan kaos ketat atau celana/rok kaos yang juga menjiplak. Ditambah gelang besar. Disempurnakan dengan gelang kaki atau high heels tinggi yang warnanya kontras dengan busananya. Sekali lagi, cantik memang.

Namun, apakah begitu Islam mengajarkan cara berpakaian pada kita? Begitukah yang tertulis di Al-Qur’an kitab kita, Ukhti? Hingga kita lupa, bahwa seharusnya kerudung kita itu menutup hingga ke dada. Bahwa seharusnya, telapak kaki kita juga aurat dan harus juga dibungkus dengan kaos kaki. Bahwa Al-Qur’an mengajarkan untuk menutup aurat kita, bukan cuma membalut aurat. Sadarkah kita bahwa kita telah terhipnotis fashion buatan manusia perusak? Bahwa seharusnya kita tidak mempertontonkan kecantikan dan perhiasan kita untuk yang bukan muhrim.

Sebaiknya kita merenungi mulai dari hal sepele ini, yaitu pakaian kita. Jika hal-hal sepele seperti ini saja pikiran kita tercuci, apalagi hal-hal yang lain. Dengan tagline, “yang penting menutup aurat kan, daripada engga berjilbab sama sekali”. Menutup yang mana jikalau lekukan leher mu masih kelihatan Ukhti? Jikalau kamu tambahkan sesuatu ke dalam jilbab mu sehingga bentuknya seperti punuk unta. Aurat mana yang dirimu tutup ukhti? Jikalau keindahan kakimu masih tersingkap oleh mata-mata nakal. Jikalau dada mu masih menantang. Jikalau bajumu semakin dipendekkan. Aurat mana yang dirimu tutup ukhti?

Semoga kita tetap istiqamah di jalan-Nya. Berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Taat akan perintah-perintah-Nya. Hingga hati ini tak ragu lagi berkata, Begini lah Jilbab kita Ukhti! Tertutup, longgar dan panjang. Tidak transparan. Tidak menarik perhatian. Tidak mencetak perhiasan kita, dan akan selalu kita lestarikan demi adik dan anak-anak kita kelak. Aamiin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (83 votes, average: 9,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi muslim Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, koleris sanguinis.
  • Ya betuuuul

  • Kenapa manusia diwajibkan menutupi auratnya? Laki-laki menutup pusar hingga bawah lututnya; perempuan menutup bentuk tubuh dari rambut hingga kakinya–kecuali wajah dan telapak tangannya. Karena, aurat itu berpotensi menjadi awal sumber kejahatan di antara sesama manusia lawan jenis–bahkan sesama jjenis kelamin. Untuk menyempurnakan kewajiban tersebut, kita juga disunahkan menutupi bagian-bagian lain agar lebih beradab dibandingkan dengan makhluk lain.
    BAYANGKAN: kalau zaman sekarang laki-laki hanya menutupi AURAT YANG WAJIB bagian pusar hingga bawah lututnya. Selain akan disebut manusia purba, pastilah orang itu juga akan dikatakan miskin ilmu dan melarat harta, bahkan gila.
    BAYANGKAN: KALAU ZAMAN SEKARANG PEREMPUAN HANYA MENUTUPI AURATNYA YANG WAJIB. Celakanya, pengumbaran aurat-wajib perempuan yang menjadi komoditas dalam sistem ekonomi liberal, malah menjadi kebanggaan dan cita-cita Muslimin-Muslimat dunia! Apa komentar Allah dan Rasulullah?

  • Bree

    mungkin sedikit perlu pelurusan dlm mengartikan kata Jilbab dan kerudung, karena 2 hal tadi berbeda, tapi oleh masyarakat kita sudah dianggap sama (jilbab ya kerudung itu)..Kalo jilbab itu pakaian terusan panjang yg menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki, dan wajah(kata lainnya Jubah atau gamis). Dan kewajiban berjilbab ada di Q.S Al Ahzab 59.. Sedang Kerudung (khimar) adalah kain yang menutupi bagian kepala hingga dada. Kewajiban memakainya ada di Q.S An Nur 31.. Wallahu A’lam bisshowab

    • ini pengertian versi HTI, jilbab = gamis. ini keliru! JIlbab itu menutupi seluruhnya. Baca Al Ahzab 59. Jilbab menutupi seluruh tubuh. sementara Gamis??? tidak menutupi kelpala… jadi yang dimaksud Jilbab = Kerudung Besar yang meniban, merangkapi, menutupi Khimar dan terjuntai sampai bawah.

    • ami aza

      sETUJU MB, yg bener itu kerudung, jilbab itu pakaian panjang besar layaknya jubah. jadi orang berkerudung belum tentu berjilbab. Sedangkan berjilbab dan berkerudung di wajibkan.

  • saya mungkin trmasuk sperti itu, bagaimana seharusnya yang baik itu dimulai?

    • ami aza

      dimulai dari hati,

      1. agendakan hari ini nekat pakai rok panjang, entah apapun warnanya asal jngn menerawang, biasakan pakai daleman rok sprt celana bahan adem.

      2. Siapkan kerudung yg tdak menerawang klo tdak punya selain paris, pake krudung paris itu dgn menggunakan daleman yg tdk menampakan rambut, sebisa mngkin paris yg tdak mnerwang, karna ada paris yg menerawang ada yg lumayan tebal. Jangan memakai daleman kerudung yg aneh boleh saja model ninja tapi klo bs daleman kerudung ninja tak terlihat modelnya, di akali. (nah lo mendingan daleman kerudung biasa kan?)
      atau memakai kerudung langsungan yg menutupi dada, klo bisa perlahan jika tidak bisa memakai yg besar menutupi bagian punggung sampei pusar, pakai yg menutup dada depan dan belakang bertahap.

      3. pake baju/kaos panjang yg menutupi pantat. usahakn jangn ketat, jika tak punya pake jaket yg longgar utk smntara.
      4. Jaga pandangan, jangan peciicilan hehe….

      5. menabung sedikit demi sedikit utk mmebli baju yg menutup aurat scra kaffah,.

      Saya yakin tdak smw berubah secra langsung, conthnya saya, saya pertama kali pake kerudung pake celana jeans. Tpi ketika saya memilih bertemn dgn seorang akhwat/wanita berkerudung dan berjilbab. Saya jadi tertular, bersaha sedkit2. alhamdulillah bertemn dgn ssmw muslimah perbahan dampak lebih baik.

      Ayo ukhti, tak ada kata terlambat,

    • sugielfatih

      bertahap n kontinue

  • Rahmi

    Artikel yg bagus, terima kasih! satu fenomena lagi yang membuat saya berpikir dan merenung. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Surga pemah diperlihatkan kepadaku. Aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang fakir (miskin). Kemudian neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.” Dan jika dikaitkan dengan fenomena wanita berjilbab atau berkerudung sekarang (apapun sebutannya) ada suatu hadis shahih,

    “Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda yang intinya
    Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
    (1) penguasa yang lalim, (2) dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang … “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim).”

    Hadis lain juga menyebutkan hal yang sama:
    “Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka!, sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233)).

    Jika kita melihat fenomena sekarang ini, betapa sangat banyak wanita2 punuk onta ini, saya heran, mereka sebenarnya sudah tahu hadis ini tapi “maksa” mengikuti tren atau mereka memang tidak tahu ilmu agama (khususnya hadis ini). Kadang saya menjumpai, wanita yang rambutnya sebenarnya sangat sedikit, tapi “maksa” kali dikucir dan diikat keatas, sehingga nampak “bonggol” untanya. Dan lebih menyedihkan lagi, sekarang ada khusus bahan jilbab dalaman yang sengaja dibuat sanggul, jadi walaupun tak ada rambut sekalipun, bisa kelihatan “punuk untanya” jika memakai dalaman tersebut. “Ya Allah, inikah pertanda hadis Nabi S.A.W yang saya sebutkan diatas.” (hadis pertama).

    Jika menjumpai wanita-wanita semacam ini, saya hanya berdoa, semoga saya terlindung dari hasrat “ikut2an” tren yang menyesatkan, dan … semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua. Amiin Ya Rabb.

  • eko nugraha

    Telah nampak kebesaran dan kesempurnaan Allah dari hukum2nya yg mengatur kehidupan manusia dlm berpakaian. namun krn angkuh dan somobngnya manusia.. mereka lebih memilih mendustakan (hukum Allah itu). sungguh yg demikian adalah perbuatan yg dibenci Allah

  • zaara_matsilah

    Sudah jelas dan gamblang dalam Qs.An Nuur : 31

  • “Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda yang intinya
    Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
    (1) penguasa yang lalim, (2) dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang … “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim).”

  • Shelviana

    Subhannalah semoga saya bisa tetap istiqomah Amin

Lihat Juga

Mahmud Abbas, presiden Otoritas Palestina. (islammemo.cc)

Mahmoud Abbas Klaim Ketahui Pembunuh Yasser Arafat