Home / Berita / Nasional / MUI: Belum ada Sertifikasi MLM Haji, Baru ada Sertifikasi MLM Umroh

MUI: Belum ada Sertifikasi MLM Haji, Baru ada Sertifikasi MLM Umroh

Logo MUI

dakwatuna.com – Jakarta. Sertifikasi MLM Haji belum dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma’ruf Amin, menyatakan MUI hanya mengeluarkan fatwa terkait MLM Umroh.

“Kami hanya mengeluarkan fatwa terkait MLM Umroh saja. MUI belum mengeluarkan apa-apa terkait MLM Haji. Hanya fatwa tentang MLM Umroh,” kata Maruf ketika diubungi Republika Ahad (29/7).

Maruf menuturkan ada dua perusahaan MLM Umroh yang diberi sertifikasi oleh DSN MUI. “Sejauh ini hanya dua perusahaan MLM Umroh yang kami beri sertifikasi yakni perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan fatwa yang kami berikan sertifikasi. Yang sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam fatwa,” ujar Maruf.

Maruf menyebutkan beberapa kriteria perusahaan MLM Umroh yang sesuai dengan fatwa yaitu salah satunya adalah mampu memberangkatkan dan tidak memberikan masa tunggu yang panjang kepada jamaah.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia, Mustofa Ibrahim Al Mubarak, membenarkan adanya permintaan penambahan kuota haji dari Kementrian Agama Republik Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi. Namun, Mubarak mengatakan, belum ada jawaban yang pasti tentang permintaan tersebut.

“Memang betul ada permohonan dari Kementrian Agama Republik Indonesia tentang penambahan kuota haji kepada kami. Akan tetapi belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kami terkait hal tersebut,” ujar Mubarak. (Djibril Muhammad/Fenny Melisa/ROL/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization