Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Cuma Ramadhan

Cuma Ramadhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Cuma Ramadhan yang bikin kita bangun malam buat sahur, padahal biasanya
kita masih selimutan di atas kasur.

Cuma Ramadhan yang bikin kita bisa makan semeja bareng keluarga waktu sahur,
padahal biasanya kita makan dijalan karena harus ngejar waktu ke kantor.

Cuma Ramadhan yang bikin kita bisa shalat subuh, berjamaah pula,
padahal biasanya bangun subuh pun tak pernah.

Cuma Ramadhan yang bikin kita baca Qur’an pagi dan siang hari,
padahal biasanya sang mushaf tak tersentuh hanya menjadi penghias lemari.

Cuma Ramadhan yang bikin kita serasa dekat dan diawasi oleh Tuhan,
padahal di hari biasa Tuhan bisa kalah oleh kertas kerja harian,
bulanan dan tahunan.

Cuma Ramadhan yang bikin kita lebih sayang dan dekat dengan keluarga,
ingin sahur dan buka bersama selalu,
padahal di hari biasa kita tak ada untuk mereka karena alasan waktu.

Cuma Ramadhan yang bikin kita takut bohong karena takut pahala puasa hilang,
Padahal di hari biasa kejujuran sering kita buang, katanya “jujur
tidak mendatangkan uang!”.

Cuma Ramadhan yang bikin kita nunggu-nunggu waktu shalat datang,
semangat untuk shalat berjamaah,
Padahal di hari biasa untuk wudhu pun kaki ini enggan melangkah.

Cuma Ramadhan yang bikin kita tersenyum di petang hari karena berbuka puasa,
Padahal di hari biasa kita terbakar amarah karena menghadapi macet
Jakarta yang sudah di luar Logika.

Cuma Ramadhan yang bikin kita siaga sambil menunggu datangnya waktu Isya,
Padahal di hari biasa waktu itu kita sedang asik nonton telenovela.

Cuma Ramadhan bikin kita rela berlama-lama di masjid dan mushalla
karena shalat tarawih berjamaah,
Padahal di hari biasa shalat Isya pun kita ogah.

Cuma Ramadhan yang bikin kita mau buka telinga mendengarkan ceramah
ustadz di kultum siang dan malah hari,
Padahal di hari biasa kita selalu tutup telinga dan menghindari.

Cuma Ramadhan yang bikin kita rutin shalat witir setiap malam,
Padahal di hari biasa kita pun tak pernah tahu kalau ada shalat ganjil
penutup malam.

Cuma Ramadhan yang bikin kita rela berdzikir semalam suntuk berharap
raih malam mulia,
Padahal di malam-malam biasa kita enggak becapek-capek dengan dalih
“saya besok harus kerja!”

Cuma Ramadhan…….
Nikmat Ramadhan……

“Seandainya umat-ku tahu apa yang sebenar-benarnya ada dalam bulan
Ramadhan ini, niscaya mereka menginginkan seluruh bulan dalam setahun
ini Ramadhan”

Wallahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Zarkasih
Mahasiswa. Lahir di Jakarta tahun 1989.

Lihat Juga

Muhasabah Ramadhan