Home / Berita / Nasional / Ibu Ani Yudhono Resmikan Pembukaan Kongres Keluarga Indonesia

Ibu Ani Yudhono Resmikan Pembukaan Kongres Keluarga Indonesia

Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono membuka Kongres Keluarga Indonesia di Ballroom Puri Ratna Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (17/7). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq. (KHAIRUDDIN SAFRI)

dakwatuna.com – Jakarta. “Keluarga merupakan instusi yang paling dicintai dalam Islam, pusat untuk melestarikan tradisi-tradisi untuk menyemai kasih sayang yang tidak akan pernah luntur oleh badai yang menerjang dan akan terus selalu kokoh berdiri bagaikan batu karang dan terus merajut kasih sayang agar tercipta suasana yang sejuk dan tenang”, demikian sambutan ibu negara, Ani Yudhoyono dalam peresmian pembukaan Kongres Keluarga Indonesia (KKI) yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa, 17 Juli 2012 di Jakarta.

Lebih lanjut Ani mengutip data peningkatan perceraian di tahun 2005-2010 yang meningkat sebesar 70%. “Penyebab pisahnya pasangan jika diurutkan tiga besar adalah akibat faktor: satu, ketidakharmonisan; dua, tidak ada tanggung jawab; tiga, masalah ekonomi. Apa yang bisa kita petik dari data itu adalah saya melihat terjadinya pergeseran paradigma dalam masyarakat  dalam memandang tentang pernikahan. Masih banyak masyarakat yang tidak memahami esensi pernikahan yang sakral dan agung. Jika saja setiap pernikahan memiliki pandangan seperti itu, saya pikir angka perceraian tidak akan setinggi itu”.

Acara KKI ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar dan Menteri Komunikasi dan Informasi, Ir. Tifatul Sembiring, Presiden PKS, Ustadz. Luthfi Hassan Ishaaq, 150 peserta kongres dari berbagai elemen masyarakat, dan lebih dari 400 peserta pembukaan yang berasal dari berbagai kalangan, bukan hanya kader PKS.

Setelah pembukaan selesai, 150 peserta kongres berhimpun dan berdiskusi dengan para pakar dalam tiga komisi yang berbeda. Di akhir kongres, dirumuskan rekomendasi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Sedianya, rekomendasi akan dirilis langsung pasca kongres , namun atas usulan peserta kongres diperlukan waktu tambahan untuk menggodok lebih dalam sehingga dihasilkan poin-poin rekomendasi yang memiliki daya ungkit besar untuk membangun peradaban bangsa. Sebelum kongres ditutup, dibacakan ikrar kongres oleh seluruh peserta yang terdiri dari tiga poin. Yaitu keluarga Indonesia bertekad: satu, mengutakan dan melindungi keluarga sebagai jiwa masyarakat bangsa dan negara; dua, menjadikan keluarga sebagai wahanan utama dan pertama pendidikan bangsa; tiga, mendorong terwujudnya kebijakan publik yang ramah keluarga. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sikap PKS Terkait Kekerasan yang Menimpa Etnis Rohingya