Home / Berita / Nasional / Aboe Bakar Al-Habsyi: Dugaan Korupsi Pengadaan Al-Quran Kebangetan

Aboe Bakar Al-Habsyi: Dugaan Korupsi Pengadaan Al-Quran Kebangetan

Anggota DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi. (Facebook)

dakwatuna.com – Jakarta. Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama dinilai sebagai hal yang sudah keterlaluan. Ketua DPP PKS, Aboebakar Alhabsyi mengatakan pernah mendengar mengenai dugaan tersebut sebelum kasus ini muncul dipermukaan. Ia menyayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi.

“Bila ini memang benar terjadi sungguh kebangetan! Masa pengadaan kitab suci sampai di korupsi, bisa kualat nanti,” katanya akhir pekan lalu.

Ia pun meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa sesegera mungkin mengungkap dugaan korupsi ini. Tetapi, disaat yang sama, ia juga meminta agar KPK bertindak lebih hati-hati. Karena persoalan ini menyangkut kitab suci sehingga jauh lebih sensitif.

Menurutnya, kecurigaan publik bahwa Kementerian Agama menjadi salah satu lumbung persoalan korupsi menjadi semakin terbukti. Padahal, seharusnya kementerian tersebut menjadi contoh moral force dalam pemberantasan korupsi.

“Memang selama ini Kemenag kerap dituding sebagai salah satu lumbung persoalan korupsi, namun selama ini hal itu sebatas omongan warung kopi. Tetapi jika benar, maka saya punya harapan besar KPK membongkar persoalan ini,” katanya. (Dewi Mardiani/Esthi Maharani/ROL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Derajat
    Orang disebut Islam (Muslimin) karena mengucapkan syahadat pengakuan
    mengesakan Tuhan dan kenabian Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

    Orang disebut Iman (Mukminin) karena membaca al-Quran sebagai pengetahuan
    meyakini seluruh kebenaran hikmahnya sebagaimana Muhammad meneladankan.

    Orang disebut Takwa (Mutakin) karena mengamalkan semuanya sebagai perbuatan
    tidak mengkhianati amanah, tidak ingkar janji, dan selalu mengatakan kebenaran.

    Orang disebut Ikhlas (Mukhlisin) karena sangat meyakini diri sebagai hamba Tuhan
    tiada daya upaya pengetahuan kecuali karena-untuk-kembali sebagai peribadatan.

    Orang disebut Abdal (Abadillah) karena menjadikan syareat sebagai jalan kebenaran
    menuju tapak harkat-martabat-derajat-hakekat manusia sampai ke kesempurnaan.

    Alih-alih setiap manusia belajar ilmu dunia melalui kelima tahapan itu di sekoahan
    di TK/SD, SMP, SMA, Perti, Pascasarjana, hingga menjadi profesor asli atau jiplakan.

    Kesimpulan, bangsa Indonesia hanyalah bangsa mayoritas Muslim di dunia
    baru sebatas pengakuan anak-anak TK/SD, makanya kebejatan akhlak merajalela.

    (AMM.MaqamPerjamuan.08:08.06-06-2012)

  • Orang Budiman
    Hanya orang yang Iqra-lah* yang akan memiliki ilmu pengetahuan dan keleluasaan wawasan.
    Dengan itulah dia menjadi orang budiman, berbudi pekerti luhur dan beriman kepada kekuasaan mutlak Tuhan.
    Dengan budi-iman itulah dia memiliki kebijaksanaan menegakkan kebenaran dan keadilan.
    Dengan itulah dia memahami rumusan “ucapan rakyat = ucapan Tuhan” sebagai tugas yang wajib dilaksanakan.
    Dengan pedoman itulah dia akan memiliki akhlak mulia dan berkepribadian jiwa satria.
    Dengan akhlak dan jiwa satria itulah dia menjalani takdir kepemimpinannya di dunia.
    Dan, takdirnya itulah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
    Itulah yang dimaksud Plato dalam frasa, “seorang politikus harus seorang begawan”.
    Celakanya, di negeri kita para poli-tikus dan para penguasanya menjual jiwanya kepada setan.
    (AMM. RumahBegawan: 10:23, 23.05.2012)

    *Iqra adalah membaca apa pun yang ada di dalam dirinya dan di alam lingkungannya dengan seluruh panca inderanya.

Lihat Juga

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Menolak Cuti selama masa kampanye. bersama wagub Djarot Saiful Hidayat.(metrotvnews.com)

PKS: Kalau PDIP Bersatu dengan Ahok, Itu Keajaiban di Luar Nalar Kita Semua