Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Bahaya Lisan

Bahaya Lisan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Bahaya Lisan".

Judul Buku : Bahaya Lisan
Penulis : Imam Ghazali
Penerbit : Qisthi Press
Cetakan : Desember 2009
Tebal : x + 192 halaman

dakwatuna.com Barangkali semuanya (umat Islam) mengetahui bahwa ucapan keji, melaknat, dan menggunjing termasuk kepada amalan lisan yang berbahaya (diharamkan). Namun bagaimana halnya dengan ucapan yang tidak berguna -walaupun hanya sekadar bertanya atau berbasa-basi-, banyak bicara, berdebat -walaupun katanya untuk “kebaikan”-, berlagak fasih, dan menyanjung? Kebanyakan umat Islam akan menganggap biasa hal-hal tersebut, atau bahkan sama sekali menganggapnya sebagai perkara yang baik. Padahal jika dikaji maka akan diketahui betapa besarnya bahaya yang dapat ditimbulkan dari amalan lisan yang dianggap “lumrah” tersebut.

Itulah beberapa bahaya dari dua puluh bahaya lisan yang dijabarkan oleh Imam Ghazali dalam bukunya, “Bahaya Lisan”. Lisan sebagai salah satu nikmat Allah yang sangat besar seringkali tidak diperhatikan, dijaga, dan tidak dipenuhi hak dan kewajibannya oleh manusia. Pentingnya berhati-hati dalam menggunakan lisan seringkali tidak diketahui atau malah diabaikan oleh mayoritas umat Islam. Padahal Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa menjaga lisan (diam) adalah salah satu tanda kebijaksanaan sekaligus penyebab keselamatan seseorang.

Sepatutnya kita mengetahui bahwa seorang manusia tidak akan tercampakkan ke jurang neraka kecuali melalui lisannya. Manusia juga tidak akan selamat dari kekejaman lisan, kecuali mereka yang mengikat erat lisannya dengan kendali syariat, serta tidak mengatakan kecuali sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya untuk kepentingan dunia dan akhirat. Lalu mencegah lisannya dari setiap bahaya yang ditakuti pada masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa ingin selamat, hendaknya membiasakan diam!” (HR. Ibnu Abi Dunya dan Baihaki)

Juga sabda beliau SAW yang lain,

“Barangsiapa banyak bicara, niscaya banyak kesalahannya. Barangsiapa banyak kesalahannya, niscaya banyak dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya, maka neraka lebih utama baginya.” (HR. Abu Nuaim di dalam al-Hiliyah)

Masih banyak lagi hadits yang berkaitan dengan bahaya lisan dan pentingnya menjaga lisan yang akan ditemui dalam buku ini. Ditambah dengan perkataan dan nasihat dari para sahabat dan tabi’in yang sangat berhati-hati dalam menggunakan lisan. Di antaranya adalah perkataan Hasan, beliau berkata, “Orang yang tidak bisa menjaga lisannya, berarti tidak memahami agamanya!”

Demikianlah, melalui buku “sederhana” (karena tidak begitu besar dan tidak begitu tebal) ini penulis (Imam Ghazali) akan menjelaskan satu persatu dari semua bahaya lisan sebagaimana yang banyak dilakukan oleh kebanyakan manusia yang tidak berhati-hati. Bahkan mereka yang mengaku dai atau seorang yang pemberani sekalipun tak luput dari khilaf dalam menjaga lisan. Dengan gaya penulisan yang “tidak banyak bicara”, setiap materi disampaikan dan dijelaskan secara ringan (baik) sehingga mudah dipahami. Pun dengan pembahasan yang mengena akan membuat pembaca dapat langsung mengintrospeksi diri dan menyadari kelemahan diri yang seringkali tidak bijak dalam menggunakan lisan. Pantaslah buku terbitan Qisthi Press ini dikatakan sebagai salah satu buku berpredikat “Best Seller”.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,64 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mujahid Pena

Lihat Juga

(Video) Mendengar Pekikan Takbir, Rahib Yahudi dan Anaknya ini Lari Ketakutan