Home / Berita / Daerah / Hidayat-Didik: Bukan Sekadar Pendidikan Gratis 12 Tahun, Tapi juga Kualitas yang Lebih Baik

Hidayat-Didik: Bukan Sekadar Pendidikan Gratis 12 Tahun, Tapi juga Kualitas yang Lebih Baik

Hidayat - Didik (pks-diy.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 36 triliun dan terus meningkat, dimana Rp 10 triliun di antaranya dialokasikan untuk pendidikan, sudah selayaknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan layanan pendidikan gratis 12 tahun bagi warganya.

Demikian pandangan calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid, mengenai kondisi pendidikan di ibukota, terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh hari ini, Selasa (2/5).

Namun ditambahkan Hidayat, Pemprov DKI Jakarta seharusnya tidak sekadar membebaskan pendidikan bagi warganya hingga tingkat SMA, tapi juga harus dibarengi dengan pembenahan kualitas pendidikan.

“Peningkatan kualitas kegiatan belajar-mengajar ini menjadi penting agar pelajar di Jakarta juga mampu bersaing dengan pelajar dari kota-kota besar di negara lain, sebagaimana Jakarta harus mampu bersaing dengan kota besar lain di dunia,” ujar peraih gelar doktor dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini.

Hidayat juga menyoroti tingkat kesejahteraan guru di Jakarta, khususnya PNS, yang menurutnya sudah sangat baik sehingga sudah sewajarnya berimplikasi pada kualitas dan prestasi anak didik. Namun faktanya, lanjut mantan ketua MPR ini, angka putus sekolah masih cukup tinggi, dimana untuk level SD mencapai 347 orang, SMP 1.076 orang, SMA 686 orang dan SMK 2.399 orang.

Menurut Hidayat, dirinya sudah menyiapkan beberapa program bidang pendidikan, selain pendidikan gratis 12 tahun untuk sekolah dan madrasah negeri serta swasta di Jakarta. Di antaranya pengembangan kurikulum berbasis daya saing global dan pengembangan SMK unggulan.

“SMK perlu ditingkatkan kualitasnya sebagai penyedia tenaga terampil unggul dengan meningkatkan sarana dan prasarana belajar sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi terkini. Saya juga ingin mengembangkan beberapa SMK unggulan, terutama di bidang teknologi informasi, perangkat lunak dan desain grafis untuk mendukung pengembangan industri kreatif di Jakarta,” papar Hidayat.

Untuk mendukung perbaikan kualitas belajar, Hidayat juga mencanangkan program peningkatan kesejahteraan guru non PNS. Peningkatan ini dilakukan dengan memperjelas status guru seperti honorer, kontrak, guru bantu dan lain-lain, dengan pola intensif standar DKI Jakarta.

Selain itu, anggota Komisi I DPR RI ini juga memiliki program untuk membangun Taman Pintar dan Pusat Ilmu Pengetahuan (Science Centrum) di lima wilayah kota sebagai tempat rekreasi warga. Di taman tersebut, warga bisa belajar tentang berbagai pengetahuan dan sains di luar sekolah dengan biaya yang murah.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PKPU menyalurkan Melalui Program Beasiswa Akselerasi Pintar (Be A Star), di SD Bojong Kamal Legok Banten, Rabu (3/8/2016). (Dita/Putri/PKPU)

Be A Star Bagi Siswa Bojong Kamal, Banten