03:27 - Selasa, 21 Mei 2013
Nina Mariana

Maaf, Aku Berpaling…

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Nina Mariana - 02/05/12 | 14:30 | 11 Jumada al-Thanni 1433 H

Ilustrasi (nyepsycho.wordpress.com)

dakwatuna.com

Senja masih menyisakan jingga sebelum berganti gelap gulita
Tatkala bibir kelu untuk mengucapkan… “maaf, aku berpaling”
Wajah kaku penuh goresan noda telah terbesit dari hati yang binasa
Pandangan dan seluruh pancaindera lebih dahulu terpedaya, dosa pun kelam?

Tak ada satu pun pembenaran
Ketika sebentuk cinta telah kau palingkan
Terlebih lagi cinta hakiki yang pernah merengkuhmu
Jika masih ada bintang di hati, gelap seolah hanya rasa yang harus kau abaikan

“Maaf, aku berpaling”… bait penyesalan pun terucap
Pada cinta yang telah Allah ridhai, pada segala cinta yang telah Allah beri
Tak kau rasakan… angin yang memberi arah, kerlip bintang penerang jalan, menuntun jalan pulang
Bentuk penjagaan-Nya adalah memanggilmu dengan cinta-Nya dan kau rasakan kembali dekapan-Nya

“Sebesar-besarnya dosa adalah dosa yang dilakukan ketika kita rasa berdosa melakukannya”. (Imam Ghazali)

Redaktur: Hendra

Keyword:


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • anggoro winindito

    miskin, kaya, neraka, surga…
    anak-anak sudah diajarkan neraka, berdosa kalian semua !

Iklan negatif? Laporkan!
79 queries in 0,742 seconds.