Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Maaf, Aku Berpaling…

Maaf, Aku Berpaling…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (nyepsycho.wordpress.com)

dakwatuna.com

Senja masih menyisakan jingga sebelum berganti gelap gulita
Tatkala bibir kelu untuk mengucapkan… “maaf, aku berpaling”
Wajah kaku penuh goresan noda telah terbesit dari hati yang binasa
Pandangan dan seluruh pancaindera lebih dahulu terpedaya, dosa pun kelam?

Tak ada satu pun pembenaran
Ketika sebentuk cinta telah kau palingkan
Terlebih lagi cinta hakiki yang pernah merengkuhmu
Jika masih ada bintang di hati, gelap seolah hanya rasa yang harus kau abaikan

“Maaf, aku berpaling”… bait penyesalan pun terucap
Pada cinta yang telah Allah ridhai, pada segala cinta yang telah Allah beri
Tak kau rasakan… angin yang memberi arah, kerlip bintang penerang jalan, menuntun jalan pulang
Bentuk penjagaan-Nya adalah memanggilmu dengan cinta-Nya dan kau rasakan kembali dekapan-Nya

“Sebesar-besarnya dosa adalah dosa yang dilakukan ketika kita rasa berdosa melakukannya”. (Imam Ghazali)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,69 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nina Mariana
  • anggoro winindito

    miskin, kaya, neraka, surga…
    anak-anak sudah diajarkan neraka, berdosa kalian semua !