Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / One Day One Juz?

One Day One Juz?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comBismillah… dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanyalah milik Allah ta’ala, yang telah menurunkan Al Qur’an kepada hambaNya kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Shalawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, Keluarga, Sahabat, dan orang-orang yang tetap teguh dalam ajaran Islam yang senantiasa berittiba’ dan mengikuti sunnah-sunnah beliau SAW, sampai akhir zaman.

Dalam suatu halaqah ilmu yang anggotanya rata-rata ibu rumah tangga dengan segala kesibukannya, dilontarkanlah sebuah pertanyaan. “Berapa target harian tilawah (membaca) Al-Qur’an?”  Jawabannya memang beragam, ada yang sanggup sehari 3 halaman, ada yang sanggup sehari 5 halaman, ada yang satu juz(10 halaman) bahkan lebih dari itu. Namun sangat di sayangkan ternyata rata-rata belum tercapai 1 juz dalam sehari.

Mengapa harus satu juz sehari? Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan “waduh boro-boro se-juz? Menyentuh Al-Qur’an saja belum tentu…he-he-he.” Ternyata di kalangan orang-orang yang terbiasa dengan halaqah ilmu saja masih terasa berat dengan istilah “rutin tilawah Al Quran satu hari satu juz”. Lantas bagaimana dengan mereka yang masih sangat awam dengan keislamannya?

Ketika kita masih merasa berat menyentuh dan membaca Al Quran ini dikarenakan masalah utama yang harus dicarikan solusi oleh kita semua kaum muslimin. Sebab-sebab itu di antaranya:

  1. Perasaan menganggap sepele tentang keutamaan membaca Al-Qur’an
  2. Lemah wawasan ber Al-Qur’an
  3. Tidak memiliki waktu yang wajib/target khusus untuk berinteraksi dengan Al Quran
  4. Lemahnya keinginan untuk bertilawah
  5. Terbawa lingkungan yang jauh dari Al-Qur’an
  6. Tidak tertarik dengan majelis yang menghidupkan Al Quran.

Untuk menanggulangi sederetan masalah diperlukan solusi dan kiat-kiat khusus di antaranya:

  1. Lancarkan bacaan yaitu dengan belajar secara talaqqi, dan sering tilawah, meski masih terbata-bata (muraja’ah = membaca berulang hingga benar) karena dalam hadits dikatakan “Orang yang mahir dengan Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, dan orang yang terbata-bata serta merasa kesulitan, maka ia mendapatkan dua pahala (pahala membaca dan pahala semangat membaca)” (HR Muslim).
  2. Tingkatkan wawasan ber Al-Qur’an, dengan sering-sering menghadiri majelis-majelis ilmu yang menghidupkan Al-Qur’an.
  3. Jadikan waktu khusus (target harian) untuk tilawah, anggap utang jika tidak memenuhi target dan bayarlah (qodo’), pada hari berikutnya.
  4. Berdoalah pada Allah agar dimudahkan dan diringankan untuk mempunyai waktu khusus membaca, merenungi bahkan menghafal Al-Qur’an
  5. Perbanyak amal shalih karena amal shalih merupakan energy baru untuk amal shalih berikutnya.
  6. Banyak-banyak bergaul dengan orang-orang shalih yang menghidupkan dan dekat dengan Al Quran.

Kembali kepada mengapa harus satu juz dalam sehari? Secara sederhana dikatakan begini Al-Qur’an itu berapa juz? 30 juz…lantas satu bulan ada berapa hari? Kita ambil rata2nya, 30 hari. Mengapa kita harus satu bulan harus mengkhatamkan membaca Qur’an satu kali? Dalam hadits dikatakan: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Menurut hadits di atas, kita dilarang mengkhatamkan Al Quran lebih dari 30 hari. Karena bila kita membaca Al Quran kurang dari 1 juz per harinya, kita akan kehilangan ruh dan akan menjauh dari Allah. Selain itu, kita juga dilarang untuk mengkhatamkan Al Quran kurang dari 3 hari. Hal itu telah dijawab oleh hadits berikut:

Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)

Lantas bagaimana untuk bisa mencapai satu juz dalam sehari? Seperti tips di atas yang pertama-tama dilakukan adalah dengan melancarkan bacaan sesuai ilmu tajwid yang benar. Karena apa ketika kita membaca Al-Qur’an sesuai tajwid maka akan merasa nyaman dan menikmati. Berbeda ketika kita masih kesulitan dalam membacanya, maka rasa malaslah yang menghampiri. Tajwid artinya membaguskan. Membaguskan di sini bukan berarti melagukan tapi lebih kepada mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya. Hak huruf itu sendiri adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti Al Jahr, Isti’la, Istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat Nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa dsb.

Jadi ketika kita membaca sesuai tajwid maka terasa nyaman di dengar meskipun tanpa lagu, Insya Allah. Selanjutnya setelah lancar dan benar membacanya, hal yang harus kita lakukan membuat target harian. Satu juz sama dengan 10 lembar. Agar terasa ringan bagilah menjadi 5. Bukankah sehari kita melakukan shalat wajib 5 kali? 10:5 = 2. Jadi setelah shalat atau sambil menunggu waktu shalat usahakan membaca 2 lembar. Jika sudah lancar membaca Al-Qur’an dengan tartil kurang lebih hanya 10 menit. Tartil adalah tingkatan membaca Al-Qur’an yang tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, bacaan tartil inilah yang disukai Allah. Firman Allah dalam QS 73:4 “Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil”.

Lantas bagaimana jika ternyata kita terlupa atau tidak sempat dalam sekali waktu shalat? Maka sebaiknya mengiqob (menghukum) diri dengan mengurangi waktu tidur kita untuk mengejar tilawah tersebut. Bisa juga ketika kita shalat malam kita pegang mushaf dan membaca Al-Qur’an untuk rangkapan dalam setiap rakaatnya.

Nah adalagi jika beralasan bukankah setiap perempuan itu punya halangan tiap bulannya? Berarti jumlah hari berhalangan tidak bisa membaca dan menyentuh mushaf dimasukkan utang, dikalikan jumlah juz kemudian ditambahkan pada hari-hari biasa ketika suci. Misal jumlah masa haid 7 hari, sisa hari suci 21. 7×10 = 70 lembar dibagi 21 hasilnya 3,33 lembar. Jadi sehari ditambah 3,3 lembar atau 13,3 lembar dibagi 5 menjadi 2,6 lembar per waktu shalat. Jika masih kesulitan rekayasa penghitungan bisa dibuat sesuai kebutuhan.

Setelah usaha di atas dicapai yang tak kalah penting adalah berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam tilawatil Qur an…”Ya Allah, rahmatillah kami dengan Al-Qur’an itu bagi kami sebagai pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkan kami dari Al-Qur’an apa yang telah kami lupa. Ajari kami Al Quran apa yang belum kami ketahui. Berilah kami kemampuan membacanya sepanjang malam dan siang, dan jadikanlah Al-Qur’an itu penyelamat kami dan jangan Engkau jadikan boomerang bagi kami (menyeret kami ke neraka). Dengan menyebut Rahmat-Mu Ya Allah. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

*semoga ini bagian dalam mengamalkan QS Al ‘Ashr (1-3)

“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Barangsiapa yang mendapat petunjuk dari Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang bisa memberinya petunjuk.

Wallahu a’lam bishawwab.

Maraji’:

1. Kajian “Menjadi Sahabat Al-Qur’an” oleh Ust. Dr Amir Faishol

2. Pedoman Dauroh Al-Qur’an oleh Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Al Hafizh, Lc

3. Notes “Bacaan Terbaik Yang Sering Terlupakan” oleh Anindya Sugiyarto

4. Risalah Ramadhan oleh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah

5.izzatijannah.wordpress.com/category/goresan-motivasi/

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (64 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ibu Rumah Tangga, telah dikarunia 2 orang putri, Alumni Poltekkes Jogjakarta, masih belajar menulis, sekarang tinggal di Rawasari Jakpus
  • Makasih banget nasihatnya doakan kami.

  • #OneDay1Juz , subhanallah….

  • Yusran

    “Menurut hadits di atas, kita dilarang mengkhatamkan Al Quran lebih dari 30 hari.”
    mohon penjelasan, bagaimana dapat disimpulkan adanya larangan mengkhatamkan al-qur’an lebih dari 30 hari? Dan jika benar dilarang, maka apakah larangan itu dari sudut fiqh (makruh atau apa?) atau dari sudut amal semata (kurang bagus atau kurang afdhal)?

  • Marchel Beding

    Subhanalloh….Ane jadi kepengen 1 hari 1 Juz…hanya saja untuk saat ini target ana sendiri di tahun 2014 adalah menghafal 1 Juz yaitu Juz 30 untuk ana sebagai contoh pemimpin di keluarga namun InsyaAlloh akan ana ubah/modifikasi kembali mengenai hal ini (1 juz 1 hari).
    Untuk penulis Ana izin Copy paste untuk di taruh di blog ana agar kelak Generasi penerus Ana dapat melihat cerita singkat ini.
    Semoga Alloh mempermudah memberikan Ilmunya kepada Setiap Umat yang sungguh-sungguh ingin belajar.
    AllohuAkbar.

  • Marchel Beding

    Oh ya Ana lupa blog ana di lautsamudra.blogspot.com dan ana copas juga mencantumkan link ini,
    Sallam.

  • Áğůnğ Nůğřøhø

    Insha Allah, dengan niat karena Allah pasti bisa One Day One Juz.

  • Siti Komariah

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Subhanallah…jadi terpacu ingin membaca 1 juz 1 hari.. Tapi ada yg ingin saya tanyakan. Jika ingin target 1 hari 1 juz bisa tercapai… Kan kita diharuskan juga membaca/menghayati artinya..arti dari setiap ayat/surat. Apakah makna dari hadist tersebut dalam sebulan 30 Juz itu sudah berikut membaca/hayati artinya ya? Mohon panduannya..untuk menambah ilmu buat saya.

    Dan saya juga ingin berntanya.. Perihal Surat Yaasin :
    1. Saya pernah dengar kalau Surat Yaasin adalah ”jantungnya Al Qur’an” Itu apakah benar? Dan apa maksud dari ”jantung Al Qur’an itu..knapa disebut sebagai ”jantung Al Qur’an”

    2. Sebenarnya Surat Yaasin itu,terutama untuk tahlilan atau membaca ingin mengirim doa bagi orang-orang yang sudah meninggal ada saf’at nya bagi yg meninggal tersebut?? Lalu saya juga pernah baca/dengar..karena saya menjalani nya smpai sekarang..Sunnah membaca Surat Yaasin setelah sholat Shubuh & membaca Surat Yaasin bbrapa kali dikala suasana hati kita sedang gelisah atau tertimpa musibah, ataupun membaca Surat Yaasin untuk menambah ibadah saja. Apakah memang benar seperti itu & apakah ada haidst yg menyebutkan perihal tersebut.. Jika ada mohon share hadist-hadist atau sabda Rasullullah mengenai hal ini. Karen saya juga tidak mau hanya sekedar ikut-ikut/dengar kata orang ataupun hnya sekedar artikel saja..

    Mohon panduannya agar saya juga bisa menambah ilmu… Terima kasih.

    Wassalam Wr. Wb

Lihat Juga

Ilustrasi. (lensaindonesia.com)

Menghidupkan Sunnah Dalam Berhari Raya