Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Wacana Cinta

Wacana Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

cinta sangat luas punya makna, maka
jangan kau persempit hanya karena nafsu durja
dengan cinta kasih sesama pasangan saja
kisah-kasih pasangan itu hanya sebahagian dari cinta

cinta pada Tuhanmu itu yang utama
cinta rasulmu itu yang kedua
cinta kedua orang tua itu yang ketiga
cinta sesama muslim itu anjuran nabi yang mulia
cinta anak yatim, fakir miskin, itu juga anjurannya
cinta alam semesta serta isinya itu kewajiban kita
sebagai khalifah di dunia

cinta pasangan memang klasik adanya
namun selalu memberi cerita
dalam setiap generasinya
semenjak cinta Adam dan hawa
Qabil dan Labuda.
Habil dan Iqlima
walau Qobil tak menerima ketentuan yang ada
Yusuf dan Zulaikha
Muhammad dan Khadijah al-kubra
kemudian Aisyah al-khumaira
Ali dan Fatimah az-zahra
Qois dan Laila
hingga kedua orang tua kita

para penyair berbicara tentang cinta
kata mereka hidup tanpa cinta
bagai taman tanpa bunga
begitulah cinta dalam versi mereka
setiap insan berhak menerjemahkan cinta
namun tak berhak memberi batas definisinya
karena cinta sangat luas maknanya

karena cinta kita di dunia
karena cinta pula kita akan kembali padanya
kepada sang pencipta cinta yang sesungguhnya…

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (29 votes, average: 8,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa S1 Tahun Akhir Jurusan Studi Islam (Spesialisasi Fiqh-Ushul) Universitas Hassan Tsani, Mohammedia, Casablanca, Maroko.

Lihat Juga

Ilustrasi. (buzzerg.com)

Laila Majnun dan Lailatul Qadr