Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Janganlah Anda Merasa Orang Yang “Paling”

Janganlah Anda Merasa Orang Yang “Paling”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comSahabat sekalian, ada sebuah cerita. Seorang Professor berada dalam sebuah hutan belantara hanya berbekal pakaian di badan, kemudian di kejar serigala yang sangat ganas, lalu Professor yang cerdas itu berlari ke atas pohon dan berhasil menghindari gigitan serigala ganas itu untuk sementara waktu. Kemudian pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar sang Professor bisa turun dengan selamat dari pohon tersebut, sedangkan serigala ganas itu terus berada di bawah pohon menunggu sang Professor turun. Apa jawabannya? Ternyata professor yang cerdas itu tidak tahu jawabannya. Walaupun ia seorang Professor.

Hikmah dari cerita fiksi ini ialah, bahwa sesungguhnya di atas langit masih ada langit, maksudnya walaupun orang yang dikejar ialah orang yang memiliki title yang sangat bergengsi Professor tapi ada batas-batas dimana ia bodoh dalam suatu hal dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali meminta pertolongan kepada Allah.

Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling pintar, karena di luar sana banyak orang yang jauh lebih pintar dan mungkin Anda belum bisa bertemu dengan mereka, sehingga Anda merasa ialah orang yang paling pintar.

Janganlah merasa Anda menjadi orang yang paling kaya, karena di belahan bumi lain, banyak orang yang jauh lebih kaya daripada Anda, hanya Anda belum bertemu dengannya. Jangan hanya baru mempunyai mobil seharga 200 juta, Anda merasa memiliki dunia dan meremehkan orang lain.

Janganlah Anda merasa orang yang paling cantik atau tampan, karena di belahan bumi lain ada orang yang jauh lebih tampan dan lebih cantik dibandingkan Anda. Dan ingatlah kecantikan dan ketampanan itu tidak abadi. Jangan hanya karena memiliki wajah yang mulus dan putih Anda merasa orang yang paling sempurna di dunia dan merendahkan orang yang tidak lebih baik dari pada Anda.

Janganlah Anda merasa menjadi manusia yang paling menderita dengan masalah-masalah Anda, karena di luar sana ada orang yang jauh lebih menderita dan memiliki jutaan masalah dari pada Anda. Hanya saja Anda belum bertemu dengan mereka.
Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling miskin di dunia ini, karena di luar sana ada orang yang jauh lebih miskin daripada Anda. Jangan hanya karena uang Anda tidak bisa membeli kendaraan Anda menganggap orang yang paling miskin, padahal Anda masih bisa makan.

Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling shalih karena di belahan bumi Allah yang lain, ada orang yang jauh lebih shalih dibandingkan Anda, jangan hanya karena Anda shalat 5 waktu dan rajin bersedekah, Anda merasa orang yang paling baik dan bertaqwa di antara yang lain.

Inti dari pembahasan itu adalah yaitu jadilah orang yang selalu BERSYUKUR dan jadilah insan yang mempunyai sifat RENDAH HATI. Karena dengan bersyukur rezeki yang sedikit terasa banyak dan berkah, apalagi jika rezeki kita banyak dan di tambah dengan bersyukur. Maka Anda akan merasa jauh lebih bahagia. Dan dengan rendah hati maka Anda akan dihormati banyak orang dan di cintai banyak orang, tentunya Anda akan mempunyai banyak teman dan kemungkinan teman yang mendoakan Anda akan menjadi jauh lebih banyak ketika Anda telah tiada nanti. Lakukan yang terbaik, mencari ridha Allah dan lihat apa yang akan terjadi.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (43 votes, average: 9,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (nuevotiempo.org)

Surat dari Seseorang yang Salah Meletakkan Cinta pada Sebuah Hati