04:52 - Kamis, 18 Desember 2014

Peran Dan Bekal Strategis Mahasiswa Membangun Bangsa

Rubrik: Opini | Kontributor: Ibnu Asis - 23/02/12 | 12:30 | 29 Rabbi al-Awwal 1433 H

Ilustrasi (lensaindonesia.com)

Pendahuluan

dakwatuna.com - Sejarah telah mencatat dengan tinta emas kegemilangan, bahwa dari dahulu sampai sekarang Mahasiswa selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari unsur-unsur pelaku perubahan di negeri ini. Sebut saja sejak masa Kebangkitan Nasional 1920, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI 1945, hingga masa awal Orde Baru 1966 dan Orde Reformasi 1998, Mahasiswa senantiasa memberi kontribusi  positif serta memberi warna benderang terhadap dinamika perkembangan dan pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Peran Strategis

Peran atau kontribusi strategis mahasiswa dalam kaitannya dengan upaya membangun eksistensi bangsa ke arah yang lebih baik sesungguhnya sangat sejalan dan senapas dengan tujuan berdirinya Republik tercinta ini sebagaimana termaktub di dalam pembukaan UUD 1945, yaitu:

1. Internal

Secara internal, mahasiswa beserta seluruh komponen bangsa, memiliki peran strategis sebagai ujung tombak untuk menciptakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia (menumbuhkan rasa aman), memajukan kesejahteraan umum (peran sosial)  dan mencerdaskan kehidupan bangsa (peran intelektual).

2. Eksternal

Secara eksternal dalam kerangka meneguhkan eksistensi bangsa dan negara ini di dalam percaturan kehidupan Internasional, maka mahasiswa juga diminta berperan aktif menjadi katalisator untuk menciptakan perdamaian abadi dan ketertiban dunia bersama-sama dengan elemen bangsa lainnya.

Kedua peran strategis mahasiswa tersebut yang juga merupakan implementasi  dari tugas pokok dan fungsi negara bahkan sejatinya (secara implisit) telah diisyaratkan Allah Swt  14 abad lalu melalui Rasulullah Saw dalam surah Quraisy ayat 4 yang artinya : “ yang telah memberikan makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar (aspek kesejahteraan umum) dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan (aspek kamtibmas)”.

Bekal Strategis

Untuk mewujudkan peran strategis yang sangat berat namun mulia itu, kiranya diperlukan seperangkat modal dasar (bekal) yang secara inheren melekat dan tumbuh di dalam diri setiap mahasiswa. Bekal strategis dimaksud nantinya perlu dipersiapkan guna mengantisipasi kemungkinan adanya hambatan, tantangan, ancaman bahkan gangguan yang akan melemahkan kontribusi positif mahasiswa di dalam upaya keterlibatannya membangun bangsa. Di antara bekalan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penguasaan IPTEK dan  IT

Tidak dapat dibantah dan dipungkiri lagi bahwa setiap bangsa yang mampu menguasai IPTEK dan IT, pastilah bangsa tersebut memiliki peluang dan kesempatan besar untuk menguasai dunia. Logika ini semakin kuat memberi alasan mengapa kita (mahasiswa) perlu berupaya optimal untuk senantiasa belajar dan menekuni bidang IPTEK dan IT tersebut. Karena pada hakikatnya kita berada, hidup, tumbuh dan berkembang di dunia yang global dan dinamis. Sehingga penguasaan IPTEK dan IT sangat memungkinkan kita untuk memiliki imunitas dan daya kompetisi yang kokoh agar tidak dilindas zaman bahkan dijajah oleh bangsa-bangsa lain di muka bumi ini.

2. Pengalaman Organisasi

Pengalaman dan keterlibatan dalam suatu organisasi menjadi modal dasar yang juga tidak kalah pentingnya. Mengingat, di dalam budaya berorganisasi biasanya kita akan belajar tentang tata cara berkomunikasi, berinteraksi, problem solving, mengelola SDM hingga memenej struktur organisasi tersebut. Dengan demikian berdasarkan pengalaman berorganisasi dimaksud, diharapkan kiranya dapat terbentuk profil Mahasiswa yang dinamis, komunikatif dan tanggap dengan berbagai permasalahan yang muncul serta mampu mencarikan jawaban dan solusi terhadap permasalahan tersebut secara tepat dan akurat.

3. Kekuatan Jaringan (Koneksi)

Satu hal yang juga relevan dan signifikan perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa adalah modal berupa kekuatan jaringan atau koneksi.  Modal koneksi ini paling tidak akan membantu kita untuk mengenal, berinteraksi dan membangun komunikasi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang gender, suku, bangsa, budaya, bahasa, pendidikan dan pengalaman yang tidak sama. Dengan modal koneksi ini kita mengharapkan munculnya kekuatan baru, soliditas dan solidaritas untuk menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan guna mencapai visi, misi dan tujuan bersama yang dicita-citakan. Dalam bahasa Agama, kekuatan jaringan ini diistilahkan dengan Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan. Sebagaimana Allah Swt telah berfirman di dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13 yang artinya:

“Sesungguhnya, hanya orang berimanlah yang bersaudara (membangun jaringan) itu”, dan

“Sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal (membangun koneksi). Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah Swt adalah orang-orang yang bertaqwa”.

4. Kekuatan Karakter

The last but not least, bekal berikutnya adalah kekuatan karakter yang muncul, tumbuh dan berkembang secara inheren dari dalam diri sendiri.  Kekuatan karakter sejatinya berupa kumpulan profil khas dan istimewa yang membedakannya dengan kepribadian pada umumnya, yang akan mengarahkan dan menggerakkan sikap dan perilaku positif di dalam kehidupan setiap insan (mahasiswa).  Pada tataran aplikatif, kekuatan karakter dimaksud adalah akhlaqul karimah yang lahir karena Iman dan Taqwa  kepada Allah Swt. Sebagaimana Firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 197 dan Sabda Rasulullah Saw yang maknanya sebagai berikut :

“Berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah Taqwa”, dan

“Sebaik-baik di antara kalian adalah yang paling baik Akhlaqnya (kepribadiannya)”. (Al-hadits).

Penutup

Demikianlah beberapa peran strategis yang harus dimainkan dan bekal mendasar yang mutlak dimiliki oleh setiap mahasiswa, agar mampu memberi kontribusi optimal untuk kemajuan dan kejayaan bangsa di masa mendatang. Wallahu a’lam bis shawab.

Tentang Ibnu Asis

Ketua Forstudi Faperta Unand Padang (1995-1996). [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 8,25 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
68 queries in 1,815 seconds.