Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Redupnya Pesona Ikhwan

Redupnya Pesona Ikhwan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com

Lebih dari 10 tahun, Allah menunjukkanku kepada jalan hidayah bernama tarbiyah,
Mempertemukanku dengan sosok murabbiyah,
Dan semula itu ia ajarkanku tentang segala hikmah agama yang penuh kemurnian,

Saat sang murabbiyah bertutur cerita di saat terdahulu,
kekagumanku pun menjadi-jadi
Akan perjuangan untuk liqo, meski harus sembunyi-sembunyi
Akan ketsiqahan yang tulus meski pada jalur yang entah sumber nya terletak dimana,
Yang memiliki keteguhan dalam visi peradaban, meski dalam kanan kiri keterbatasan
Yang begitu penuh rindu dan berbesar kasih sayang dalam ukhuwah, seakan melebihi sanak keluarga

Lalu di antara cerita sang murabbiyah adalah tentangmu, wahai ikhwan
Saat sang murabbiyah bercerita tentang kehebatanmu…
Tentang keikhlasanmu yang begitu murni dan tanpa syarat
Saat jalan takdirmu ditentukan oleh ketsiqahan yang mendalam pada murabbi, dan selembar kertas biodata
Sedangkan dunia marak oleh pergaulan yang semakin membebaskan
Tapi engkau, begitu cerdas menata hati, dan menjaganya untuk keberlangsungan masa depan
Engkau tidak peduli segala batas fisik
Acuhkan latar belakang
Tak peduli selisih umur
ataupun titel di belakang nama yang dibuat institusi
Yang kau peduli hanya satu:
status akhwat.
Sungguh itu saja sudah cukup, jawabmu tegas.
Itulah prasyaratmu untuk membangun peradaban bermisi dakwah dan kecintaan karena Allah
selalu

Maka aku pun dulu berpikir,
Mengapa engkau bisa sekuat itu dalam mayapada keikhlasan
Sedang bagimu itulah nyata yang penuh dengan kebeningan….

Tapi itu dulu,
Bertahun tahun yang lalu…
Dan ternyata selalu tak lagi setia…

Saat yang kini kutahu adalah kisah yang terdengar tentang namamu yang mulai tenggelamkan kagumku akan dirimu, dear ikhwan…

Di saat kini baru ku mulai bangkit dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kehidupan bersama mulianya seorang ikhwan,
Dan ikatan kesakinahan,
Berita miring harus kuterima tentang dirimu, wahai ikhwan…

Mereka bilang selembar kertas tak lagi memediasi segala kebutuhan seorang ikhwan dalam menentukan pilihan

Ya,
Engkau mulai hadir dan menamakan diri sebagai ‘ikhwan jenis baru’
Yang mana usia dan kecantikan masuk kamus kriteriamu

Maka kubertanya,
Apakah status akhwat mengenal selisih umur,
Melawan batas contoh sang murabbi utama, Muhammad SAW dan Khadijah?
Dan apakah kecantikan telah menjadi jalur jalan cinta karena Allah
Sedang kau tak takut cinta macam itu kelak bisa mengeriput, bersamaan dengan kulitnya?

Atau apakah yang kau cari kini adalah bidadari, wahai ikhwan?

Maka lupakah engkau akan syurga?
Karena di sanalah bertabur bidadari…

Kami hanyalah para akhwat yang mengejar syurga juga, selayakmu
Tak hanya ingin berjumpa pula dengan bidadari, sepertimu
Namun pula ingin mengejar pertemuan dengan Allah…
Dalam keridhaan yang menenggelamkan segala derita masa duniawi

Dan Allah SWT tidak pernah menggolongkan kami dalam status wajah
Dalam derajat kemanisan, ataupun warna kulit,
Tapi Allah menilai kami dalam derajat kecintaan yang murni pada-Nya…

Dan aku..?
Aku bahkan tak peduli berapa usiamu saat engkau berniat datang memenuhi niat melalui ayahku

Aku bahkan tak peduli berapa lama engkau habiskan waktu hanya untuk mengambil satu dua nama singkatan di belakang namamu

Aku pun tak peduli dimana engkau ditempatkan bekerja
Karena keringatmu yang mengucur, dan kejujuranmu yang kau bina tanpa henti,
Adalah pertanda bahwa engkau lah ikhwan yang dicari

Karena ketaqwaan mu lah yang membuat jatuh hati
Itulah gelarmu yang menandingi semua gelar institusi seluruh penjuru dunia, wahai ikhwan sejati…

Maka tidakkah engkau mencari pasangan dengan kufu yang seirama…

Ataukah telah kau turunkan derajatmu,
Dengan beban berat kriteriamu…?

Wahai ikhwan, jawabnya selalu padamu.

30 desember 2011

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (37 votes, average: 8,62 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • uwais

    begitu pula “akhwat jenis baru” 

  • Aku_mulyono

    Mungkin akibat perkembangan zaman, dah githu Term Ikhwan ataupun Akhwat saat ini sudah dipakai oleh semua kelompok, jadi spesifikasi menjadi hal yang diperlukan. Tapi Harusnya ada juga yang bikin “Redupnya Pesona Akhwat”

  • Hilmi ahmad

    jangan tasyaddud lah…apa yang dihalalkan Allah tetaplah halal termasuk usia,kecantikan dll.adapun kalau ada ikhwan yang tidak peduli dg usia,kecantikan dll calonnya itu bagus saja dan bahkan mungkin sikap yang di atas rata2 ikhwan.smg bermanfaat

  • Anonim

    Move On ustadzah melissa, insya Allah, Allah sedang mempersiapkan ikhwan yang jauh lebih baik, lebih shalih & segala keutamaan yang kamu idamkan & mimpikan.

    ikhwan itu sudah menolak mu dengan halus dan setelah membaca artikel ini si ikhwan malah semakin mantap penolakan nya insya Allah… Kamu boleh saja menulis apapun tapi si ikhwan mendoakan yang tulus & terbaik untuk mu ustadzah, bukan basa-basi sebuah percakapan…

    ikhwan itu menerima masukan & nasihat dari artikel mu ustadzah, tapi jika sang ikhwan mengutarakan penolakannya itu bisa saja jadi artikel baru “redupnya pesona akhwat” tapi si ikhwan tdk tertarik sama sekali menulis yg jadi generalisir nantinya… 

    You might be married to the worst man ever, like Aasiya was married to Pharaoh – but it didn’t change her and her loyalty and love to Allah 

    You might be married to the best of men, like the Prophet of Allah, and still not enter Heaven – like the wife of Prophet Lut 

    You might not be married to any man, like Maryam, and Allah can make your rank higher than any women on the Earth 

    You might not have any children like Aisha wife of prophet, but you can still be amongst the greatest women on Earth in the eyes of Allah 

    Know your priorities. Love and Trust in Allah first [anonym] 

    selamat move on & berbenah diri ustadzah
    salam,
    si ikhwan

  • pandu purnomo

    sabar yah, insya allah, allah telah menyiapkan dan menggantikan dengan yang lebih baik. berdoa dan tawaqal.

  • pandu purnomo

    insya allah. allah telah menyiapkan dan menggantikan dengan yang lebih baik. allah akan memberikan pilihan yang tepat.

    berdoa dan tawaqal

  • Desywasani

    Dan apakah kecantikan telah menjadi jalur jalan cinta karena Allah
    Sedang kau tak takut cinta macam itu kelak bisa mengeriput, bersamaan dengan kulitnya?setuju banget dengan bagian ini…kalau lah kecerdasan yg dijadikan syarat bagi ikhwan maupun akhawat jenis baru… itu sangat wajar… tapi kalau kecantikan fisik… itu sangatlah kejam, wahai ikhwan!!

  • catur edi gunawan

    waktu MR saya nunjukin… contoh lembaran proposal nikah, kayaknya ga satu halaman deh… berhalaman-halaman, malah saya jadi puyeng pas diceritain isinya apa aja… tapi emang bener sih, kita yang ikhwan pun juga menyadari adanya perubahan-perubahan sosok ikhwan, saya cuma meyakini perubahan itu karena zaman yang berbeda, dan tetep ada sisi positifnya. tetapi untuk memilih jodoh saya rasa setiap ikhwan juga masih mendamba “akhwat” seperti yang dimaksud oleh mbak yang nulis puisi ini. 

  • ahmad hafiz

    Kecantikan hakiki bukan dari fisik tapi dari ketulusan hati, dan keimanan seseorang. Ikhwan atau akhwat yang masih memandang dari sisi fisik, status, atau apalah namanya. Itu menunjukan kadar keimanan dan tsaqofah Islamiyahnya.
    Dalam tulisan diatas ana melihat memang belum waktunya ukhti dipertemukan jodohnya oleh Allah SWT. Semoga ALLAH SWT memberikan yang terbaik buat ukhti dan kita semua yang ada dalam jama’ah.

  • Kojiro

    super sekali

  • goyas

    mungkin ada yg dicontohnya..jadi ada spesies baru…bermutasi…

  • goyas

    mungkin ada yg dicontohnya…jadi dia ngikutin aja….

  • hal sebaliknya juga terjadi…ada seorang ust yg berikhtiar mencarikan jodoh seorang ikhwan yg ada sedikit kekurangan scr fisik yg memang nampak di wajah..secara kompetensi pdhl bagus…ditawarkan kesana kemari gk ada yg respons…termasuk para murobbiyahnya…ini ada bbrp kasus…ikhwn yg 1 alhamdulillah dpt jodoh yg baik..akhwat yg subhanallah…bahkan menarik scara fisik.. .(ust Ibrohim sholeh)

  • ikhwn syg 1 lg msh menunggu akhwat yg siap jd pahlawan…tragis bahkan ada akhwt yg marah2 ketika ditawari ikhwan ini..katanya penghinaan…masyaallah..pdhl agt mdy lho…(Ust Ibrohim Sholeh)….NAH LHO…

Lihat Juga

Ilustrasi (kawanimut)

Ini Tak Terlambat