Home / Berita / Profil / Warsito P Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak

Warsito P Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak

Warsito P Taruno, dosen Universitas Indonesia (UI) dan staf khusus Menristek saat ditemui di kantornya Ruko Modernland Tangerang, Banten, Kamis (29/2011). (Sekaring Ratri/JAWA POS)

Bisa Membunuh Sel Kanker dalam Waktu Dua Bulan

Awalnya, karir Dr. Warsito P Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.

dakwatuna.comTak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tetapi, itu tak berlaku bagi Warsito P Taruno.

Semula, Warsito merupakan peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti. Tetapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung.

Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan. Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan Perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.

’’Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,’’ jelas Warsito ketika ditemui di kantornya, Ctech Labs Edwar Technology, kemarin (29/12).

Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).

Dengan alat tersebut, Warsito yang asli Karanganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.

Brain activity scanner dibuat Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan sebuah komputer. Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. ’’Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,’’ jelas Warsito.

Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.

Selain dua alat tersebut, Warsito melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.

Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis. Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. ’’Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,’’ papar Warsito.

Warsito pun mengenakan alat temuannya itu kepada kakaknya selama sebulan. Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan. ’’Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,’’ paparnya.

Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.

Untuk brain cancer electro capacitive therapy, suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro capacitive therapy. Namun, bentuknya disesuaikan bentuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.

Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Warsito mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai di kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala. Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Setelah itu, muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih enggak enak.

Warsito menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki. Setelah dua bulan pemakaian, pemuda tersebut sudah dinyatakan sembuh total. ’’Dua bulan sudah bersih. Sel kankernya sudah hilang,’’ papar dia.

Setelah keberhasilan dua pasien itu, Warsito menerima banyak pesanan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Warsito terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap pasien tidak bisa menggunakan alat yang sama. ’’Alat terapi itu harus dibuat sesuai dengan kondisi pasien sehingga tidak sama antara satu dan yang lain,’’ jelasnya.

Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. ’’Kalau sudah ada izin, bisa segera digunakan oleh masyarakat luas. Harga bisa berubah, tapi pastinya masih terjangkau,’’ ucap dia.

Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. ’’Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,’’ jelasnya.

Sebuah rumah sakit besar di India pun sudah memesan sejumlah alat terapi kanker payudara ciptaan Warsito. ’’Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,’’ imbuh dia.

Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut. NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. ’’Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,’’ jelasnya.

Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London). Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito. Alhasil, dia pun terpaksa bolak-balik Amerika?Indonesia selama kurun waktu 2003?2006. Pada 2005, Warsito mulai mengajar di Jurusan Fisika Medis Universitas Indonesia.

Namun, pada 2006, pihak Ohio State University yang selama ini mendanai riset Warsito menghentikan aliran dananya. Warsito yang kala itu sudah membangun perusahaan di Indonesia terancam bangkrut. Selama dua tahun dia berupaya menutupi semua biaya risetnya dengan berbagai cara. ’’Habis-habisan pokonya,’’ jelasnya.

Namur, di balik kesulitan finansial yang membelit, Warsito berhasil melakukan sebuah pencapaian. Pada akhir 2007, dia berhasil menciptakan sistem tomografi empat dimensi pertama di dunia. Institusi tempat dirinya bekerja dulu, Ohio State University, langsung tertarik membeli sistem tersebut. ’’Tapi, saya maunya mereka membayar 100 persen di muka. Awalnya mereka pikir-pikir. Tapi, setelah saingan mereka Washington State University juga tertarik membeli, mereka langsung oke,’’ jelasnya.

Dari situ kondisi keuangan Warsito membaik. Tanpa bantuan pemerintah, dia mulai bisa menciptakan temuan-temuan yang lain. Di antaranya, temuan yang dinamakan Sona CT Scanner. Alat tersebut adalah scanner berbasis ultrasonik untuk tabung gas bertekanan tinggi. Alat tersebut merupakan pesanan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.

Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. ’’Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,’’ imbuhnya. (c5/c11/c4/kum/Sekaring R.A./JPPN)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (139 votes, average: 9,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Brobrow

    bisa minta nomor kontak tau alamat beliau, mertua saya mau berobat krna menderita kanker

    • Morisafira

      Pak bisa minta contact personnya gk?
      Bener2 butuh pak terima kasih

  • aie utami

    Artikel yg bagus… Ijin share yach… (^.^)

  • Mizan

    sukses pak semoga bisa berkarya lebih untuk Indonesia…

  • Guest

    Mungkin ada salah tentang umur beliau, kalau tidak salah beliau baru 44 atau 45 tahun bukan 54 tahun

  • Ronald Natawijaya

    Boleh tau Pak, dimana jual alat terapi Busters Breast Cancer, karena adik istri saya kena kanker payudara stadium 3, terima kasih

  • Agusjiuq

    Minta Alamat Detailsnya buat dapetin alat ini…..Saudara saya ada yg terkena amsalah Payudara jg,,,makasih di tunggu balasannya

  • Why_vina

    kalau untuk tumor payudara bisa gk pak? dimana beli alat breast scanner tsb? no kontaknya ya pak? tks..

  • utk terapi tumor jinak payudara bisa gk pak? bisa beli dimana alatnya? tks..

  • Secang_cute

    saya kopikan alamat dan komentar dari staff Ctech

    Mohon ma’af, Kami tidak menjual alat, dan belum komersialisasi.
    Hanya bagi mereka yang benar2 membutuhkan dan tidak ada alternatif lain, silakan datang ke:

    CTECH LABS Edwar Technology
    Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang
    (Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon).

    Data yang diperlukan:
    1. Fotocopy KTP (Ybs Wali)
    2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
    3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
    4. Fotokopi hasil lab.

    Wassalaam
    ctech labs edwartechnology

  • saya kopikan komentar dari staff ctech

    Mohon ma’af, Kami tidak menjual alat, dan belum komersialisasi.
    Hanya bagi mereka yang benar2 membutuhkan dan tidak ada alternatif lain, silakan datang ke:

    CTECH LABS Edwar Technology
    Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tangerang
    (Telpon sementara sulit masuk karena terlalu banyak yang telpon).

    Data yang diperlukan:
    1. Fotocopy KTP (Ybs Wali)
    2. Surat pernyataan volunter ingin memakai alat (dikenai biaya pembuatan alat) dan surat rekomendasi dokter.
    3. Hasil scan (CT, MRI, PET, USG, dsbnya), keterangannya difotokopi.
    4. Fotokopi hasil lab.

    Wassalaam
    ctech labs edwartechnology

  • lisa

    bisa minta alamat dan no telponnya??  Trims

  • sriyani

    Ass bgmn caranya bisa beli alat utk deteksi
    Kanker payudara krn sy salah satu penderita
    sy sangat salut dgn temuannya
    wss

  • Elin

    Alhamdulillah…kabar bagus pa, mau tanya, utk kanker rahim udah ada alatnya belom pa, krn saat ini banyak wanita yg menderita kanker rahim termasuk 4 sahabat saya dari yg endometriosis, folip..dll yg saya tidak paham tetapi semuanya sudah lebih dari 9 tahun menikah dan berobat tetapi sampai saat ini masih bolak balik ke RS dioperasi tapi ngga kunjung sembuh…apakah saya bisa membawa teman saya ke tempat bapak? terima kasih sebelumnya

  • elin

    Alhamdulillah…mau tanya pa, utk kanker rahim sudah ada belom pak alatnya, karena saat ini banyak wanita yg menderita kanker rahim termasuk 4 sahabat saya yg sudah bolak balik ke dokter & operasi tetapi tidak kunjung sembuh…mohon bantuannya, terima kasih.

  • elin

    Alhamdulillah…pa, untuk kanker rahim sudah ada belum alatnya, trims pa

  • guest

    alhamdulillah,,,,

    sukses terus pak,,,
    semoga Alloh melancarkan semuanya….

  • Hari

    Kami tertarik dengan alat yang bapak Warsito ciptakan namun kamu kesulitan bagaimana caranya untuk mendapatkanya/membelinya, mohon kami di kasih tau bagaimana caranya order

    Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih

    Salam

  • Ufi

    Selamat Pak, Temuan Bp sangat membantu meringankan beban penderita kanker. Smg dalam waktu dekat ini alatnya mudah didapatkan, Terimakasih.

  • Mufith

    Selamat, Bapak banyak meringankan beban penderita kanker, Smg dalam waktu dekat mudah mendapatkan alat temuan Bp ini.

  • Samsoe_Skm

    Bermanfaat pak, semoga peneliti dan penelitian di indonesia semakin mendapat perhatian….

  • Azhar

    Kepada Yth Bapak
     
    Kamu tinggal di Malang, bisa ngak kirim syarat-syaratnya dengan Email. Mohon info alamat emailnya.
     
    Wassalam
     
    Azhar
    aazhar2011@gmail.com
     

  • Erlin Herlina

    Selamat Pak atas segala penemuannya… Untuk kanker darah (Leukemia) udah bisa pak ? Soalnya di daerah saya di Bandung entah apa ada yg salah dengan udara/lingkungannya dalam 1 RW rata-rata 1 RT itu ada orang yg terkena leukemia dan terdeteksinya hanya beberapa bulan menjelang ajalnya. Saya turut prihatin dengan keadaan mereka yg sekarang masih hidup dan menjalani beberapa kali kemoterapi bahkan sudah diprediksi sampai kapan sisa hidup mereka. Kalo memang bisa ada kemungkinan penyembuhannya, sy akan coba memberitahu mereka untuk pergi ke Modernland… Namanya juga ikhtiar…

  • Puji

    mohon maaf bapak,apa tidak bisa di beli?istri saya sangat membutuhkannya, masalahnya istri saya tidak kuat untuk menempuh perjalanan jauh ke tangerang

  • klau bwt penyakit kista yg cukup besar kira2 bisa g .soalya kaka sya g mw di operasi dia hanya melalui terafi sja.klau bnar2 bs sya akan dtg ktempat bp lsg.sya mohon penjelasan ya.mksh byk

  • Hestu_Garindi

    Keren pak Warsito…. Sukese teruuusss…. jadi inget waktu beliau ke SMK Prudent School (waktu saya sekolah disana) untuk memberikan Semangat agar terus berpresatsi untuk siswa-siswa disana ^_^

  • Erroselyas_peace

    kalau kanker usus yg sudah menyatu dgn usus and sudah menyebar ke paru paru serta sudah menyebar k liver bs tdk di obati. kata dokter kanker stadium 4 and semua keluarga sudah pasrah. 

  • Erroselyas_peace

    klu kanker usus stadium 4 bagaimana, apa bisa di obati. kankernx sudah menyebar ke paru paru and ke liver. klu bisa di obati dimna saya bisa menghubunginya

  • Besar Hariyadi

    bisa minta ALAMAT dan NOMER TELEPONnya ga pak..terima kasih.(demi kesehatan ibu kami.

  • Ass Wr Wb,.
    Kepada Yth Pak Warsitp,…
    Adik saya menderita kanker sevix sdh satu tahun stadium lanjut dan sudah menjalani 7 kemoterapi dan sinar ( dua series ),  namun keadaan penyakitnya belum menunjukkan perbaikan,..dimana saat ini ke dua tulang kakinya saat ini sering kali nyeri/sakit,..barang kali alat yg Bapak ciptakan bisa di modif sehingga bisa di pakai layaknya sandal,..atau Insya Al;lah Bapak lebih Faham akan modif yg sesuai untk sakit yg diderita adik saya ini,..nah bagaimanakan sy mendapatkan alat nya,..mengingat kanker servik yg diderita sdh stadium lanjut,..
    Sembah nuwun sanget ,..mohon dg sangat infonya,..

    Salam,
    agus supratomo
    0818339529
    Sidoarjo

  • pak saya mau tanya untuk kanker ginjal ibu saya stadium 3 yang katanya dokter ganas, apa bisa disembuhkan dengan alat bapak??? mohon informasinya untuk alamat pemesanan. mohon diinfokan kealamat email saya di handoko.jns@gmail.com atau anas_lusiana@yahoo.co.id terimakasih

  • Pak saya ingin tahu alamat dan nomor teleponnya, saya punya kawan yg terkena kanker otak.Mohon infonya ke donna_kenzu@yahoo.com

  • dandi

    pak saya mau tahu nomor telepon anda dan mau tau email anda, karena paman saya telah di diaknosa well differentiated squamous cell carcinoma di leher tolong kirim infonya di dandicaharpega@ymail.com. tolong ya pak bisakah kami pesan alatnya

  • haryati

    pak warsito mohon informasinya agar bisa segera mndapatkan alat untuk kanker serviks, ibu sya menderita knker serviks sktar 4thn dan sekarang sudah stadium lanjut,sudah mnjalani 45x kemoterapi dan sinar namun kndisiny semakin mnurun/drop,bagaimana carany untuk mndapatkan alat tersebut scepatny karena kndsi ibu saya semakin mnurun,,mohon info secepatny pak warsito,terimakasih

  • joe

    kami akan mencoba ke alamat yang yelah di tuliskan, mudah-mudahan dapat membantu penyembuhannya ibu saya

  • ichibana

    Alamat : Jl. hartono Raya Blok R/28 Modernland – Tangerang

  • bambang is

    Pak saya ingin tahu alamat dan nomor teleponnya, saya terdeteksi terkena kanker prostat.

    Mohon infonya ke noge_koe@yahoo.co.id

  • Kalpin

    Kalau kanker darah (leukimia) apa bisa disembuhkan dengan alat bapak? mohon pak kalau bersedia kasih info dengan nomor HP yang bisa di oontak Terima kasih

  • dicky

    KLINIK RISET KANKER – CTECH LABORATORIES EDWAR TECHNOLOGY
    (Alamat Baru sejak tanggal 4 February 2013) :
    Jl.Jalur Sutera, Kavling Spectra Blok 23C No.10-12, Alam Sutera, Tangerang.
    Telp. 021-29315015
    (Alamat lama : Jl. Hartono Raya R-28, Modernland, Tanggerang 15117.
    Telp. 5529930).
    Waktu layanan pasien adalah sbb. :
    Hari Senin-Jumat, pk.09-16 : Registrasi dan pemeriksaan untuk pasien baru
    Hari Sabtu, pk.09-12 : Konsultasi untuk pasien lama
    Hari Minggu /Libur : Tutup

    Persyaratan Pengajuan ECCT

    Datang langsung ke Care KLINIK RISET KANKER dengan membawa :
    1. Fotocopy KTP/SIM/KK Pasien
    2. Fotocopy KTP/SIM Wali (Suami/Isteri/Orang Tua/Anak/Kakak/Adik)
    3. Bagi Wali / Perwakilan yang tidak ada hubungan darah dengan Pasien, wajib
    menyertakan SURAT KUASA dari keluarga Pasien Asli diatas materai Rp.6,000.–

    4. Data-data hasil pemeriksaan medis : (salah satu)
    * USG
    * MAMMOGRAPHY
    * CT SCAN
    * MRI
    * PET SCAN
    * PATOLOGI / TUMOR MARKER
    * RONTGEN
    * BONE SCAN

    5. Jika Pasien tidak hadir harus menyertakan ukuran dibawah ini : Ukuran Pas.
    – Lingkar kepala
    – Lingkar leher
    – Lingkar dada
    – Lingkar perut
    – Lingkar pinggang
    – Lingkar panggul
    – Lingkar paha
    – Tinggi Badan
    – Berat Badan

    Perlu diketahui bahwa alat pembasmi kanker tersebut dibuat secara individual untuk setiap pasien sesuai dengan kondisi penyakit pasien. Jadi pasien harus mengirimkan data-data pemeriksaan medis dan data fisik terlebih dahulu untuk bisa dibuatkan alat tersebut.

    Setelah pasien memakainya dan dinyatakan sembuh (bersih dari kanker), alat tersebut harus dikembalikan lagi kepada Ctech Lab.

    Harga alat pembasmi kanker itu sangat bervariasi sesuai dengan kasus setiap pasien.

    Lama pembuatan alat pembasmi kanker tergantung dari kasus masing-masing pasien, ada yang cepat dan ada yang perlu waktu lebih lama. Ada juga yang bisa langsung dibeli kalau sudah ada stocknya.

Lihat Juga

Tanggapan PT Edwar Technology Terhadap Hasil Reviu Kemenkes Mengenai Teknologi ECVT dan ECCT

Organization