Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Manusia dan “Manual Book”

Manusia dan “Manual Book”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (quranreading.com)

dakwatuna.com Setiap produk buatan baik elektronik ataupun teknologi pasti memiliki “Manual Book/User Guide“, fungsinya tentu sebagi pedoman menggunakan benda tersebut agar digunakan secara semestinya. Content-nya mulai dari fungsi produk tersebut, cara pemakaian, cara perawatan hingga larangan-larangan yang harus di patuhi dalam penggunaannya.

Sebagai contoh sebuah produk Handphone fungsinya untuk telekomunikasi dan lain-lain, tak boleh terkena air dan tercebur ke air dalam penggunaannya, karena jika terkena air maka akan mengurangi kemampuan kerjanya atau bahkan rusak. Setiap produk yang digunakan sesuai dengan anjuran dari buku tersebut pasti lebih awet dan terjaga kinerjanya sehingga akhirnya menguntungkan bagi pemakainya. Sebaliknya, jika penggunaannya melenceng dari buku tersebut maka yang terjadi adalah kemunduran manfaat produk atau bahkan kerusakan dan akhirnya merugikan pemakainya.

Seluruh produsen produk yang mengeluarkan buku tersebut pasti menganjurkan kita untuk membaca buku itu sebelum menggunakan produknya, agar pemakainya dapat selamat dalam menggunakannya. Tak sedikit orang yang akhirnya merugi dan celaka akibat salah dalam menggunakan suatu produk karena tak mengikuti atau bahkan tak membaca buku manualnya.

Ketahuilah Saudaraku!

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang juga diberikan “MANUAL BOOK/USER GUIDE”, sebuah pedoman untuk manusia untuk menjalani kehidupannya. Buku tersebut dibuat langsung oleh pencipta manusia yang pasti tahu tujuan penciptaan kita (manusia), cara dalam menjalani hidup dan larangan-larangan yang harus dipatuhi. Buku itu bernama “AL QUR’AN” sebuah pedoman yang harus kita ikuti dan patuhi agar kita tahu untuk apa sebenarnya kita diciptakan, sehingga kita tahu bagaimana cara menjalani kehidupan semestinya, serta larangan-larangan yang tak boleh kita lakukan. Allah SWT menghendaki kita membaca dan memahaminya lalu mengamalkan dan mengikuti Al Qur’an secara sempurna agar kita selamat dalam menjalani kehidupan kita yang tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat.

Jadi mari sekarang juga kita membaca, memahami dan mengamalkan Al Qur’an agar kita tak merugi dan celaka dalam hidup kita yang sementara ini. Sungguh Allah SWT tak ingin manusia hidup di belantara dunia dalam kebingungan dan kesesatan, oleh karena itu Allah menurunkan Al Qur’an untuk kita melalui lisan Rasul yang Mulia Nabi Muhammad SAW, terlebih kita juga memiliki sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang menjadi model aplikatif sempurna dalam menjalankan isi Al Qur’an. Jadi jangan bingung lagi dalam menjalani hidup ini cukup saja kita membaca dan memahami Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 2,

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. 

Dilanjutkan dengan firman Allah di surah An Nahl ayat 89, yakni,

“…Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Rasulullah SAW bersabda,

“Jangan jadikan rumah kalian kuburan. Sungguh, rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah tidak dimasuki setan.” (HR. At-Tarmidzi)

“Pelajari, baca, dan amalkan Al-Qur’an. Perumpamaan Al-Qur’an pada orang yang mempelajari, membaca, dan mengamalkannya seperti belalang yang berlumur kesturi. Ia dapat mengharumkan semua tempat yang dihinggapinya. Sedangkan perumpamaan Al-Qur’an pada orang yang mempelajarinya saja, lalu diam tidak mengamalkan laksana belalang yang hinggap di atas kesturi.” (HR. At-Tarmidzi)

Wallahu A’lam Bis Shawab

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
berbagi kisah berbagi hikmah

Lihat Juga

Ilustrasi. (kvennabladid.is)

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-1): Seputar Khilafah Abu Bakr Al-Shiddiq