Home / Berita / Internasional / Asia / Pembangunan RS Indonesia di Gaza Dikunjungi Pejabat Gaza

Pembangunan RS Indonesia di Gaza Dikunjungi Pejabat Gaza

Lokasi pembangunan RS Indonesia di Gaza (Mer-C)

dakwatuna.com – Gaza. Dalam bulan Oktober 2011 ini, sudah dua pejabat Gaza yang mengunjungi lokasi pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara, yaitu Menteri Kesehatan dr. Bassim Naim dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, dr. Naji Sarhan. Mereka datang ke lokasi RS Indonesia untuk melihat langsung hasil pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang saat ini sudah mencapai 50% untuk bangunan strukturnya. Kedua Menteri itu tampak terkejut dengan progress pembangunan RS Indonesia yang terbilang sangat cepat. Ungkapan syukur dan terima kasih kepada rakyat Indonesia juga berkali-kali terucap dari kedua pejabat tinggi di Gaza tersebut.

Didampingi beberapa stafnya, Sabtu (15/10), Menteri Kesehatan Palestina di Gaza, dr. Bassim Naim mengunjungi lokasi pembangunan RS Indonesia. Kedatangan Bassim Naim langsung disambut oleh 6 relawan MER-C yang tengah mengawasi proses pembangunan RS dan para pekerja bangunan lokal yang saat ini berjumlah sekitar 38 orang.

Sambil berdiskusi dengan Tim Insinyur MER-C Indonesia, Bassim Naim berkeliling untuk melihat hasil pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang akan berbentuk segi 8. Bahkan orang nomor satu bidang kesehatan di Gaza ini menyempatkan diri turun ke bawah untuk melihat ruang basement RS Indonesia.

Dalam kunjungannya tersebut, Bassim Naim menyatakan bahwa dirinya sangat senang dan bangga melihat pembangunan RS Indonesia yang berjalan lancar. Dia juga mengaku sangat terkejut melihat perkembangan pembangunan RS Indonesia yang terbilang sangat cepat. Ungkapan terima kasih berkali-kali terucap dari mulut sang Menteri.

“Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas hadiah untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza berupa Rumah Sakit. Rumah Sakit ini akan menjadi salah satu Rumah Sakit terbesar di Jalur Gaza yang akan meng-cover Rumah Sakit yang ada di Gaza bagian Utara,” ungkap Bassim Naim.

Kemudian, sembari merapatkan telapak tangannya ke dada, Bassim Naim juga mengungkapkan salam dan terima kasih kepada dr. Joserizal dan Pimpinan MER-C, kepada Divisi Konstruksi MER-C, seluruh staf MER-C, serta seluruh rakyat Indonesia dari kami rakyat Palestina untuk pembangunan RS Indonesia. Menurutnya, pembangunan Rumah Sakit Indonesia adalah sebuah ikatan persahabatan yang kuat antara rakyat Indonesia dengan rakyat Palestina.

Tak lupa Bassim Naim juga mengungkapkan permintaan maafnya karena diawal proses pembangunan RS Indonesia sempat ada beberapa masalah yang terjadi. Namun hal ini, tambahnya, semata-mata disebabkan oleh metode dan disain RS Indonesia yang memang berbeda dengan disain bangunan yang lazim terdapat di Gaza.

Proyek pembangunan ini menurutnya, merupakan awal keberhasilan proyek dari kawasan Asia Tenggara. “Baru dari Indonesia yaitu program Rumah sakit Indonesia yang berasal dari Asia Tenggara. Saya bersyukur saat ini di Gaza sudah ada sample project dari Asia Tenggara. RS Indonesia akan menjadi contoh bagi proyek-proyek yang akan datang khususnya dari Asia Tenggara,” ucap Bassim Naim.

*****

Tidak hanya Menteri Kesehatan, seminggu sebelumnya, Sabtu (08/10), sekitar jam 11 siang WG, tiba-tiba Tim relawan MER-C Indonesia di Gaza yang sedang mengawasi pembangunan RS Indonesia dikejutkan dengan kedatangan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Gaza, DR.Naji Sarhan. Wakil Menteri PU datang ke lokasi RS Indonesia bersama 3 pejabat dari Kementerian PU di Gaza-Palestina.

Kedatangan para pejabat di Gaza ini menjadi dorongan semangat baru bagi para pekerja lokal dan tentu juga bagi para relawan MER-C Indonesia yang sudah lebih dari 1 tahun bertugas di Gaza.

Diakui oleh Ketua MER-C Cabang Gaza, Abdillah Onim, bahwa DR. Naji Sarhan dari Kementerian PU adalah salah satu pejabat di Gaza yang bertanggung jawab pada program ini dan selalu membantu serta memberikan soluasi jika ada masalah-masalah terkait pembangunan. “Beliau selalu menjadi penengah jika ada masalah menyangkut pekerjaan RS Indonesia, khususnya antara insinyur dari Pihak Kementerian Kesehatan Palestina dengan insinyur dari MER-C Indonesia,” ungkap Abdillah.

Ucapan syukur dan terima kasih juga berkali-kali diucapkan oleh sang menteri melihat proyek RS Indonesia akhirnya bisa berjalan dan progressnya sangat cepat. Proyek ini, tambahnya, merupakan sebuah wujud kerja keras dan kerja sama yang sangat luar biasa.

“Seperti inilah hasilnya jika kita bekerja sama saling menopang dan melibatkan semua elemen yang ada di Jalur Gaza. RS Indonesia sebagai sebuah amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina akan menjadi salah satu RS terbesar di Jalur Gaza bahkan di seluruh wilayah Palestina. RS Indonesia juga akan menjadi RS utama di wilayah Gaza bagian Utara,” tegas DR.Naji Sarhan. (mer-c)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Khalid Misy’al: Palestina Tetap Menjadi Sentral Permasalahan Umat