13:04 - Jumat, 24 Oktober 2014

Hidayat Nur Wahid: Ada Komunikasi yang Tidak Jujur

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 18/10/11 | 10:52 | 21 Dhul-Qadah 1432 H

Hidayat Nur Wahid (tabloidkampus.com)

dakwatuna.com – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, ada menteri asal PKS yang diberi tahu secara informal bahwa partainya menginginkan yang bersangkutan di-reshuffle dari kabinet. Padahal, kata dia, PKS tidak pernah menginginkan hal itu.

Hal itu dikatakan Hidayat sebelum rapat paripurna di kompleks DPR, Selasa (18/10/2011). Namun, Hidayat tak menyebut siapa pihak yang mengatakan itu.

Ketika ditanya apakah menteri yang dimaksud adalah Tifatul Sembiring yang kini menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika ketika dipanggil ke Cikeas, Hidayat menjawab, “Anda akan melihat pada saat nanti diputuskan oleh Pak Presiden.”

Hidayat mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan komunikasi yang tidak jujur itu dalam menyikapi masalah koalisi. Faktor lain yang akan disikapi, lanjut anggota Majelis Syuro PKS itu, yakni jika ada pengurangan jatah menteri untuk PKS.

“Kalau empat menteri, koalisinya lima tahun. Kalau tiga menteri, koalisinya berarti tidak harus lima tahun misalnya. Itu bagian yang akan diputuskan oleh Majelis Syuro PKS pada waktunya,” jelas Hidayat.

Sampai saat ini, tambah Hidayat, PKS belum menerima informasi resmi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pergantian menteri asal PKS atau pengurangan jatah menteri. Namun, dia mengakui, banyak informasi yang beredar tentang pengurangan jatah menteri PKS.

Meski telah memasuki hari akhir proses penggodokan rehuffle, Hidayat tetap belum yakin bahwa menteri asal PKS tak di-reshuffle. Pasalnya, kata anggota Komisi I itu, perubahan dapat dilakukan di detik-detik terakhir.

“Anda tahu dahulu calon Menteri Kesehatan sampai pukul 19.00 masih terima karangan bunga, tapi ternyata tidak jadi. Anda tahu ada menteri pada periode sekarang sudah diundang dilantik di Istana, tapi kemudian tidak jadi dilantik. Anda tahu ada dua calon wakil menteri yang sudah menandatangani fakta integritas, tetapi ternyata tidak jadi. Jadi, ini adalah politik dan bisa terjadi perubahan di detik-detik terakhir,” papar Hidayat. (Sandro Gatra/Heru Margianto/KCM)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (17 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Anonymous

    yaaaaaaaa

Iklan negatif? Laporkan!
86 queries in 1,564 seconds.