Home / Berita / Internasional / Asia / Turki: Ikhwan Harus Masuk Politik Suriah

Turki: Ikhwan Harus Masuk Politik Suriah

PM Turki & Presiden Suriah (Today Zaman)

dakwatuna.com – Ankara. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menawarkan bantuan ke Suriah untuk mengatasi demonstrasi dengan syarat, Suriah harus memasukkan beberapa orang dari Ikhawanul Muslimin sebagai anggota kabinetnya.

“Pada Juni lalu, Perdana Menteri Erdogan menawarkan, bila Presiden Suriah Bashar al Assad memberikan seperempat dari total kursi pemerintahan ke Ikhwanul Muslimin, Turki berkomitmen akan menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri pemberontakan di Suriah,” ujar seorang diplomat Barat, seperti dikutip AFP, Jumat (30/9/2011).

Diplomat tersebut juga menambahkan, Presiden Assad menampik tawaran yang diberikan oleh Perdana Menteri Erdogan. Turki juga dikabarkan meminta Suriah agar anggota Ikhwanul Muslimin menempati empat posisi di kementerian Suriah.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu meminta Presiden Assad agar tidak melarang eksistensi dari Ikhwanul Muslimin di Suriah. Aktivis HAM mengatakan, ribuan warga Suriah ditahan di penjara dalam beberapa dekade atas tuduhan keterlibatannya dengan Ikhwanul Muslimin.

Pelarangan Ikhwanul Muslimin di Suriah didasarkan, karena Suriah menganut paham sekuler.

Seperti halnya di Mesir, Ikhwanul Muslimin sempat menjadi organisasi terlarang saat negara tersebut dipimpin oleh rezim militer. Namun, saat ini Ikhwanul Muslimin di Mesir justru mendapatkan massanya dan partai Ikhwan di Mesir diprediksikan akan memenangkan pemilihan umum. (rhs/Aulia Akbar/OZ)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,87 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Militer Jerman (islammemo.cc)

Intelijen Jerman Selidiki 64 Tentara yang Dicurigasi Islamis Radikal