Home / Berita / Nasional / Tim Internal KPK Seperti Jeruk Makan Jeruk

Tim Internal KPK Seperti Jeruk Makan Jeruk

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim dari internal untuk mengklarifikasi tuduhan Nazaruddin terkait adanya pejabat lembaga anti korupsi itu merekayasa kasus suap wisma atlet. Pembentukan tim internal ini dinilai percuma.

“Ini kaya jeruk makan jeruk,” ujar anggota Komisi III DPR RI Fahri Hamzah kepada detikcom, Selasa (26/7/2011).

Fahri mengatakan jika KPK serius akan memeriksa para pimpinan KPK yang disebut oleh Nazaruddin, mestinya dilakukan oleh tim independen eksternal dan bukan tim internal KPK.

“Karena kalau tim internal, ya nggak akan mendatangkan kepuasan publik,” jelasnya.

Sebelumnya KPK membentuk tim dari internal untuk mengklarifikasi benar tidaknya ocehan Nazaruddin yang menuding ada pejabat lembaga antikorupsi tersebut yang merekayasa kasus suap wisma atlet.

“Kita akan membentuk tim terkait informasi tentang yang disampaikan Nazaruddin. Tim dari internal ini bertugas mengklarifikasi,” papar jubir KPK Johan Budi SP di kantor Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (25/7).

Tim internal itu, lanjut Johan, akan memvalidasi informasi-informasi dari Nazaruddin. Proses pemeriksaan dilakukan dengan menanyai saksi atau tersangka, mengenai informasi terkait.

“Tapi jangan langsung disimpulkan omongan Nazaruddin ini benar. Makanya kita klarifikasi. Kita kroscek dengan saksi, tersangka dan data-data hasil penggeledahan.”

Nazaruddin menuding Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, M Jasin serta Deputi Penindakan Ade Rahardja untuk merekayasa kasus suap wisma atlet sehingga hanya mandek di dirinya saja. Tapi ketiganya sudah membantah. (her/van/dtc)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Nurhadi

    Bang Fahri Hamzah pernah bilang bubarkan saja KPK….ternyata ada nyambungnya juga, sekarang KPK juga ada kecenderungan mengalami disintegritas. Tapi KPK bubar, siapa yg berani berantas korupsi Bang….?

  • Erik Eri

    Pantessan KPK tak bisa berbuat banyak terhadap kasus hambalang ternyata dapat bagian. Ya sudah ganti orang di KPK yg terlibat terus usut .

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi

Organization