Home / Pemuda / Essay / Untukmu Guruku

Untukmu Guruku

Bismillaahirrahmaanirrahiem
Assalamu’alaikum. wr. wb
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah menciptakan pena untuk diajarkan kepada manusia, menciptakan bumi untuk dipijak, dan kesempatan untuk dimanfaatkan. Salawat serta salam kita curahkan kepada manusia yang diutus di bumi ini untuk membimbing manusia di seluruh dunia, Rasulullah Muhammad SAW dan para keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga nafas zaman terhenti.
Bertepatan pada hari guru nasional yang jatuh pada tanggal 25 nopember maka surat ini saya tujukan Kepada seluruh guru di Indonesia yang telah mengajarkan  ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa yang besar ini.
Untuk para guru Indonesia yang dirahmati Allah,
Kita adalah bangsa yang pernah memimpin dunia lewat jalur perdagangan dan ilmu pelayaran, ini menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang kreatif dan inovatif. Tak hilang dari ingatan kita bahwa perjuangan bangsa ini juga di dukung oleh para guru, diantaranya Zainal Mustopa dari Singaparna, Soeprijadi dari Blitar, dan lain-lain. Kaum guru adalah yang paling berjasa dalam sejarah bangsa ini. Kita selalu membawa medali di setiap event yang kita ikuti. Entah fisika, matematika, biologi, sampai olahraga. Ini menunjukan bahwa kita masih memeliki petensi menjadi pemenang. Maka dari itu sungguh biadab orang yang telah merendahkan guru, menghina, bahkan mencacinya. Guru yang telah mengorbankan peluh hingga darah, kini seperti tidak dihargai. Gaji tidak diperdulikan. Sama seperti petikan lagu Oemar Bakrie karya Iwan Fals. Lagu ini mengisahkan perjuangan seorang guru menafkahi keluarganya. Namun sedari dulu Ia mengajar gaji atau upahnya selalu berkurang. Dan saya juga teringat sebuah film dokumenter yang mengisahkan seorang guru bahkan kepala sekolah yang menjadi pemulung. Pernyataan tersebut adalah gambaran kelam pendidikan Indonesia.
Ayolah para guru tunjukan pada dunia bahwa kita bisa menggenggamnya, kita bisa memiliki SDM ( sumber daya manusia ) yang unggul, dan kita bisa mewujudkan cita-cita bangsa selama ini.
Untuk seluruh siswa dan siswi, maha siswa dan mahasiswi indonesia. Kalian jangan hanya bisa berdemo dan berunjukan rasa, tapi kalian juga harus menunjukan bahwa kalian bisa lebih baik dari pemerintah sekarang. Tunjukan kalian bukan perusuh, kalian bukan suku barbar tapi kalian adalah penolong bangsa di kemudian hari.
Dan untuk yang tak terlupakan, pemerintah negeri ini, menteri pendidikan dan kalian yang kini duduk di Senayan kalian harus memperhatikan para guru, meninggikannya dan menghormatinya. Atas jasa para gurulah kalian  bisa menjadi seorang yang kini menjadi wakil rakyat, yang di segani.
Untuk seluruh bangsa Indonesia yang kini kejayaannya sedang tertidur pulas, bangkitlah negeriku harapan itu masih ada. Tunjukan kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa, embun penyejuk dalam kehausan, patriot bangsa, dan pelita negeri ini  seperti yang tertulis di dalam Hymne guru. Saya sebagai seorang murid mengucapkan selamat hari guru ’10. Semoga kalimat yang saya tuliskan bisa menjadi motivasi untuk kalian semua.
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan, bila tertulis kalimat yang sedikit kasar saya mohon maaf. Atas nama saya pribadi, saya ucapkan. Wassalamu’alaikum.
Muhammad Fijar Lazuardi,  juara III Lomba Menulis “Surat Untukmu Guru” pada acara “Diskusi Publik Memperingati Hari Guru” yang diselenggarakan oleh DPP PKS, tanggal 27 November 2010. Dari SMPIT Insan Mubarak. Jakarta.

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,62 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi (padang-today.com)

Sosok ‘Kartini’ Masa Kini