Home / Berita / Analisa / Kesalahan Fatal Pasukan Khusus Israel

Kesalahan Fatal Pasukan Khusus Israel

dakwatuna.com – Gaza, Sejumlah sumber keamanan Zionis menegaskan, operasi Absan yang terjadi pada hari  Jum’at (26/3)  mengungkap kesalahan fatal yang dilakukan pasukan khusus Israel (pasukan Nukhbah Golani) di perbatasan Gaza. Operasi ini mengakibatkan tewasnya komandan tempur Zionis bersama salah satu anggotanya. Sementara anggota lainya luka-luka serius.

Pengamat militer Palestina dalam situs Al-Majid internasional menyebutkan, ada sejumlah kesalahan yang dilakukan pasukan elit ini. Pertama, salah perkiraan yang berujung pada penentuan sikap. Mereka menganggap enteng keberadaan perlawanan yang eksis dan kuat di wilayah tersebut serta terbukti mampu membendung setiap operasi yang digelar.

Salah perkiraan ini, muncul akibat keyakinan Israel bahwa pihaknya mampu melakukan aksi bersenjata yang tentu akan ditentang kelompok perlawanan dengan melakukan pertempuran militer untuk menggagalkan aksi mereka. Akibat dari sikap menyepelekan dan menganggap enteng keberadaan perlawanan, pasukan elit Golani harus menerima kenyataaan pahit, dua anggotanya tewas. Salah satunya komandan tempur berpangkat mayor serta tiga lainya luka-luka.

Di sisi lain, kegagalan operasi Zionis ini dipicu akibat tidak akuratnya informasi di lapangan. Pada serangan pertama, pasukan Golani mengalami grogi akibat serangan tiba-tiba yang dilakukan kelompok perlawanan yang mamaksa mereka membalas serangan ini dengan kalang kabut. Kondisi ini mengakibat situasi perang jadi kacau tidak terkendali dan mereka harus menanggung kerugian di jajaran pasukan elitnya.

Pengamat militer menyebutkan, pihak perlawanan menolak upaya Zionis untuk menerapkan keinginanya di kawasan. Dengan demikian, semua perbatasan Jalur Gaza sepenuhnya berada dalam kendali pasukan perlawanan Gaza. Pasukan Zionis tidak diberi kesempatan untuk masuk wilayah Palestina , walau satu meter pun.

Operasi ini mengandung misi kepada musuh (Zionis) bahwa perlawanan di Gaza tidak hilang. Situasi yang tenang di Gaza saat ini, bukan berarti lemahnya perlawanan. Tapi justru menunjukan kesiapan anggota perlawanan untuk bertempur melawan Israel dalam setiap keadaan. Situasi yang kondusif saat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan melatih pasukan perlawanan, hingga menjadi penyeimbang dalam pertempuran-pertempuran yang akan datang.

Operasi Absan di Khanyunis kemarin menegaskan, Zionis telah salah sangka, bahwa pemerintah Palestina di Gaza yang dipimpin Hamas saat ini akan menghalangi setiap operasi militer. Ia akan memelihara keamanan dan ketentraman atau tidak akan mengarahkan situasi pada eskalasi serangan. Tetapi serangan kemarin telah membalikan semua prasangka Zionis. (asy/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (63 votes, average: 9,08 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • BI

    kapok kon….

Lihat Juga

Ilustrasi (act.id)

Ketika Merah Putih Berkibar di Langit Gaza