07:45 - Sabtu, 31 Januari 2015

Larangan Berhubungan dengan Jin

Rubrik: Aqidah | Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah - 06/03/09 | 18:10 | 10 Rabbi al-Awwal 1430 H

dakwatuna.com - Jin adalah salah satu makhluk ghaib yang telah diciptakan Allah swt untuk beribadah kepada-Nya.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-dzariyat: 56).

Sebagaimana malaikat, kita tidak dapat mengetahui informasi tentang jin serta alam ghaib lainnya kecuali melalui khabar shadiq (riwayat & informasi yang shahih) dari Rasulullah saw baik melalui Al-Quran maupun Hadits beliau yang shahih. Alasan nya adalah karena kita tidak dapat berhubungan secara fisik dengan alam ghaib dengan hubungan yang melahirkan informasi yang meyakinkan atau pasti.

Katakanlah: “tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila (kapan) mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)

Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (Al-Jin: 26-28).

Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi. Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.

Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia. Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya. Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka. Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.

Tentang ketenteraman hati manusia berhubungan dengan sesama manusia Allah swt berfirman:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum: 21).

Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain yang bukan manusia. Karena hubungan dengan makhluk lain, apalagi dalam bentuk pernikahan, tidak akan melahirkan ketenteraman, padahal ketenteraman adalah tujuan utama menjalin hubungan.

Beberapa Informasi tentang  Jin dari Al-Quran & Hadits

a.  Jin diciptakan dari api dan diciptakan sebelum manusia

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yang sangat panas. (Al-Hijr: 26-27).

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ. رواه مسلم

Malaikat telah diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari tanah (yang telah dijelaskan kepada kalian). (Muslim)

Perbedaan asal penciptaan ini menyebabkan manusia tidak dapat berhubungan dengan jin, sebagaimana manusia tidak bisa berhubungan dengan malaikat kecuali jika jin atau malaikat menghendakinya. Apabila manusia meminta jin agar bersedia berhubungan dengannya, maka pasti jin tersebut akan mengajukan syarat-syarat tertentu yang berpotensi menyesatkan manusia dari jalan Allah swt.

b.  Jin adalah makhluk yang berkembang biak dan berketurunan

Dan (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim. (Al-Kahfi: 50).

Al-Quran juga menyebutkan bahwa di antara bangsa jin ada kaum laki-laki nya (rijal) sehingga para ulama menyimpulkan berarti ada kaum perempuannya (karena tidak dapat dikatakan laki-laki kalau tidak ada perempuan). Dengan demikian berarti mereka berkembang biak.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

c. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-A’raf: 27).

Hal ini membuat kita tidak dapat berhubungan dengan mereka secara wajar sebagaimana hubungan sesama manusia. Kalau pun terjadi hubungan, maka kita berada pada posisi yang lemah, karena kita tidak dapat melihat mereka dan mereka bisa melihat kita.

d. Bahwa di antara bangsa jin ada yang beriman dan ada pula yang kafir, karena mereka diberikan iradah (kehendak) dan hak memilih seperti manusia.

Dan sesungguhnya di antara kami ada jin yang taat dan ada (pula) jin yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. (Al-Jin (72): 14-15).

Meskipun ada yang muslim, tapi karena jin makhluk ghaib, maka tidak mungkin muncul ketenteraman hati dan kepercayaan penuh bagi kita terhadap keislaman mereka, apakah benar jin yang mengaku muslim jujur dengan pengakuannya atau dusta?! Kalau benar, apakah mereka muslim yang baik atau bukan?! Bahkan kita harus waspada dengan tipu daya mereka.

Berhubungan dengan jin adalah salah satu pintu kerusakan dan berpotensi mendatangkan bahaya besar bagi pelakunya. Potensi bahaya ini dapat kita pahami dari hadits Qudsi di mana Rasulullah saw menyampaikan pesan Allah swt:

وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا. رواه مسلم

Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus), dan sungguh mereka lalu didatangi oleh setan-setan yang menjauhkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa yang telah Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan hal-hal yang tidak pernah Aku wahyukan kepada mereka sedikit pun. (Muslim)

Dalil lain tentang larangan berhubungan dengan jin adalah:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan: “Ada penduduk kampung dari bangsa Arab yang menuruni lembah dan menambah dosa mereka dengan meminta perlindungan kepada jin penghuni lembah tersebut, lalu jin itu bertambah berani mengganggu mereka.

Tujuan seorang muslim melakukan hubungan sosial adalah dalam rangka beribadah kepada Allah swt dan berusaha meningkatkannya atau untuk menghindarkan dirinya dari segala hal yang dapat merusak ibadahnya kepada Allah. Melakukan hubungan dengan jin berpotensi merusak penghambaan kita kepada Allah yaitu terjatuh kepada perbuatan syirik seperti yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Ketidakmampuan kita melihat mereka dan kemampuan mereka melihat kita berpotensi menjadikan kita berada pada posisi yang lebih lemah, sehingga jin yang kafir atau pendosa sangat mungkin memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt.

Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.

Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:

Sulaiman berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).

Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan sering kali ia baru bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam. Na’udzu billah.

Wallahu a’lam.

Referensi:

1.    Silsilah Aqidah oleh Umar Sulaiman Al Asyqar
2.    Al ‘Aqaid Al-Islamiyah oleh Abdurrahman Hasan Habannakah
3.    Tafsir At-Thabari.

Tentang Tim Kajian Manhaj Tarbiyah

Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra El-Bugeri

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (119 orang menilai, rata-rata: 8,95 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • hadji

    bagaimana dengan fenomena yag terjadi seperti Ada anak yang disunat jin, terus ada kesaksian pernah menikah dengan jin dll. apakah hal tersebut benar terjadi atau kebenaran bagaimana? thank y

  • http://badruddin69.wordpress.com BOY

    Assalamualaikum wr wb
    Jin dan manusia memang tidak sama tapi tujuan diciptakan adalah sama yaitu untuk beribadah kepadaNya. Kita tidak boleh menyembah jin walaupun mereka dengan izin Allah dapat berbuat lebih baik dari manusia seperti pasukan jin yang memindahkan istana balqis. Namun kita tetap tidak boleh memelihara jin walau untuk apa pun karena itu sudah tergolong syirik.
    Wassalam

  • meidiana

    lebih baik mengenal manusia dengan baik, sehingga bisa silahturhim dengan baik,dan hidup menjadi indah

  • Rachmadi Minton

    Jangan coba2 untuk berdialog dengan jin. Lebih baik dekatkanlah diri anda kepada sang pencipta dgn demikian ada ketenangan dalam diri kita. Semoga Alloh menjaga diri kita dan keluarga daripada godaan jin, syethan yang terkutuk.

  • http://kebunilmu.blogspot.com heny

    @ hadji : sepertinya hal yang ditanyakan tersebut merupakan mitos yang ada di masyarakat kita….seperti tafsir QS Ar-Rum:21 yang dijelaskan diatas, Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain selain manusia. Dan secara logika juga rasanya memang tidak masuk akal, manusia menikah dengan jin, karena software nya juga kan sudah beda jin diciptakan dari api sedangkan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

  • citra

    Kita sebagai manusia kan nggak pernah lihat jin itu seperti apa bentukya. Walaupun begitu udah banyak fenomena orang yang bergaul dengan jin sampai2 punya anak dari jin. Udah deh, dari pada berkhalwat ama jin, mendingan berkhalwat ama yang nyiptain jin atau ALLAH SWT

  • MUSTAQIM

    BERHUBUNGAN DENGAN JIN BERPOTENSI KE ARAH SYIRIK, HARUS DIHINDARI. DAN TUGAS KITA TERUS MENYAMPAIKAN HAL INI KARENA FENOMENA MASYRKT IND. SNGT KNTAL DENGAN MISTIS APALG BANYAK ORANG YANG BERDALIH BANYAK KIYAI YANG BISA TERBANG, SHOLAT DI MAKKAH, DLL SHG BERANGGAPAN ADA ORANG YANG PUNYA KELEBIHAN SPT ITU DAN BOLEH BERHUBUNGAN DENGAN JIN APALAGI JIN ISLAM. NAH INI TUGAS KITA SEMUA MEMBRANTAS SEGALA BENTUK KESYIRIKAN YANG ADA DI SEKITAR KITA. ALLAHU AKBAR

  • mulyono

    yaaaaaaaaa taulah yang jelas semakin kita banyak berhubungan dengan jin maka semakin banyak pula gangguan ketauhidan kita yang akan mengacaukan semua konsentrasi kita beribadah pada Allah yotooooooo

  • Fais Wioryo

    Bagaimana dengan Orang Yang mengaku disusupi ( Kerasukan )oleh roh Para Leluhurnya dan Menyampaikan wejangan / pesan tertentu kepada oranng tersebut ?

    • Heru

      bohong itu hanyalah bualan syaithon

  • UMIAZZAMI

    KEJADIAN ANEH DILUAR NALAR AKIBAT PERBUATAN JIN FAKTANYA BANYAK TERJADI
    BUKAN BERARTI KITA MENCARI SOLUSI BERTEMAN DENGAN JIN ATAU MENCARI KESEMBUHAN DENGAN ORANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN JIN SEPERTI DUKUN (KERENNYA PARANORMAL, ORANG PINTAR, MENTALIS, ILUSONIS ATAU APALAH..)

    GUS,KYIAI, HABIB –> ADA JUGA YANG MENJADI BUDAK JIN..INI YG PERLU DIWASPADAI..

    BERHATI-HATILAH SAUDARAKU MUDAH-MUDAHAN KITA TERHINDAR DARI SEGALA BENTUK SYIRIK.CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PENOLONG..
    YA ALLAH MURNIKAN KETAATAN KAMI HANYA UNTUKMU..

  • Endang Rukmana

    Jin & manusia diciptakan untuk beribadah ..Apakah manusia lebih rendah dibandingkan dengan Jin….Hai manusia jagalah& bersihkan hati dari penyakit hati ,isi dengan sipat – sipat yang baik insya Allah kita akan lebih tinggi derajatnya dibanding dengan mahluk lain ciptaan Allah Swt… Karena Allah Maha segala-galanya….Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati saudara muslim..

  • akhi

    subhanalloh bgt y,,ane bersyukur bisa nemuin situs ini.. jazakalloh bwt yg udh bwt stus ini,maa Alloh slalu memberi kselamatan dunia akhirat. Amiiiiiin.

    • Tengku Benyamin

      Alhamdulillah….. stlah m’baca situs ni ghiroh keislaman sy bertambah…
      Sy b’syukur kpd sang Maha Pencinta atas petunjukNYA dan salam cinta serta rindu sy kepada Nabi muhammad SAW…
      S’moga ini menjadi sarana dakwah yg baik utk kita semua…

  • http://www.geogle.com aryanti

    Alhamdulillah…sAYA AKHirnya menemukan bahasan ini.
    banyak yang yang ingin saya tanyakan menegenai pola hub jin manusia yang sdh dipaparkan sebelumnya dan terjadi di kehidupan nyata disekitar kami. mohon nasehatnya.

    1. Jika ada pernikahan, kemudian ada ayarat2 yang dibutuhkan kemudian tidak terpenuhi, maka biasanya akan ada peserta yang hadir di acara tersebut yang kesurupan dan menyebutkan apa saja yang kurang. bagaimana bisa terjadi seperti itu?

    wasslm

  • nisa

    hmmmmmmmmmmm

  • http://farhansyaddad.wordpress.com/ abifasya

    Al hamdulillah bisa memberikan jawaban penguat kepada mahasiswa-ku tentang pergaulan dengan JIN
    Mohon izin posting ulang di blog-ku

  • pardjo wiyono

    Biarkanlah jin ada di alam gaib, kt manusia hanya berhubungan dengan manusia sebaek baeknya sesuai syariat islam dan agar kita tidak diganggu setan/jin, mari dibiasakan menyebut bismillah dalam memulai semua kegiatan, insyaallah.

  • Istiawan

    Cukuplah, hanya Allahlah sebaik-baik penolong, dan hanya Allahlah sebaik-baik pelindung.

  • ir and to

    aneh benar manusia sekarang ini, suka kali berhubungan dan berlindung kepada si jin. Wahai manusia jangan sekali-kali berlindung kepada jin. Hanya kepada Allahlah tempat kita berlindung.

  • to’ing

    mohon bantuan.
    istriku diganggu oleh jin hingga sakit, tetapi aku justru curiga ini akal-akalan “orang pintar”, karena keluarganya sering mendatangi orang pintar.
    mohon solusi yg terbaik. ini darurat dan serius agar saya tidak salah menuduh orang.
    sampai sekarang saya hanya bisa melarang istri saya untuk kembali ke rumah orang pintar tersebut.

    • Heru

      bacalah surat al baqarah tiap malam….

  • Rhiena Febriani Jayenggara

    Sesungguhnya manusia tercipta dalam penciptaan yg paling sempurna dari makhluk yg lain, tapi manusia pun bisa saja menjadi terhina sehina2nya.. (QS.Attin : 4-5).
    Jin adalah makhluk Allah yg punya kewajiban sama dengan manusia, yaitu untuk melaksanakan ibadah (ayat terakhir dari Annas)….
    Sesungguhnya alam manusia dengan Jin sudah terpisah oleh tebing2 kekuasaan Allah, Di antara keduanya mempunya jalur kehidupan masing2, tentunya untuk saling menmghormati….!!! salam.

  • eko suprapto

    Assalamualaikum Ustadz. Alhamdulillah saya bisa baca artikel ini. Saya mau tanya saya bingung dengan kejadian yang saya alami. saya muslim dan takut jatuh dalam lembah kesyirikan.istri saya mudah kesurupan. dan jin bisa bicara dengan saya lewat kesurupan istri saya. ada jin jahat ada jin baik dsb. dalammenghadapi jin jahat ya kita rukyah. tapi jin baik saya jadi serbasalah. bagaimana saya mensikapi jin baik tersebut.? jazakallohukhoiron atas jawabannya. Wass. Wr. Wb.

  • muslim

    apa yang terkandung dalam artikel ini sangat baik, dan penuh dengan nilai -nilai dakwah.
    saya pernah berbincang dengan seorang dukun, dia bercerita bahwa dia pernah memanggil jin dan meminta agar jin tersebut bersedia mencelakai seseorang, namun jin itu menolak. jin tersebut hanya bersedia dijadikan penjaga tempat tinggal sang dukun dari gangguan jin lainnya.
    berarti dapat kita tarik kesimpulan dari kejadian tsb bahwasanya manusia lebih sesat dan lebih jahat daripada jin.

  • Machro

    Jin,setan,siluman (husus siluman biasanya mewujudkan dirinya hewan=macan,ular,buaya,kera dll) sehingga orang yang bersekutu kepadanya jika trans/kesurupan akan bertingkah sesuai hewan tadi.
    Jin dan sebangsanya menurut keterangan tak dapat dilihat tapi nyatanya ada yang bisa sesuai ke elmuannya,aku sendiri belum pernah melihat tapi bisa merasakan adanya paling tidak bisa melihat hanya berupa setitik cahaya dimana warna cahaya itu sendiri yang membedakan mana jin dan yang lainnya.pengalaman aku jin dan sebangsanya itu akan menampakan cahayanya kuning sebesar cahaya bola lampu 5 watt,dan bergerak jika di tanya kadang dia menjawab kadang tidak artinya kita bisa inter aksi.tapi ingat jangan bersekutu sebab hukumannya berat sekali.surat annisa 45 menjelaskan dan cukuplah Alloh menjadi pelindung dan cukup pula Alloh menjadi penolongmu.juga dalam surat fatihah kita berjanji setiap saat iyya kana’budu wa iyya kanasta’in=hanya kepada Alloh menyembah dan hanya kepada Alloh mohon pertolongan. kata hanya disini artinya tak ada yang lain.kecuali adanya Alloh
    oleh karena itu hindarilah syirik sedikit apapun.
    http://wamalaku.blogspot.com/2011/03/kehebatan-takbir.html

  • Heru

    Cukuplah Allah dan Hanya Allah untuk kita…perkara nanti Allah menolong kita dengan SunatullahNYA itu hanyalah HakNYA untuk menguji kita sejauhmana rasa Cinta kita kepada Allah dan RasulNYA

  • Fortuna_boy12

    alhduliilah… blog yg benar-benar bermanfaat………..

  • Mahfudz

    lah yang dalil yang melarang itu mana ya?? kok yang ada cma dalil orang yang meminta perlindungan kepada jin kalo minta perlindungan itu sudah jelas gak boleh tapi kalo seperti judulnya ada gak?

  • rayyan

    Buat Fais Wioryo, Roh tidak dapat diganggu dan menganggu kita dan alam Roh hanya dapat dimasukin oleh mimpinya orang2 SHOLEH. tapi jin atau QORRIN la yg telah buat tipu muslihat. HATI – HATILA

  • Mohammad Najib

    Jin bukan ghoib. ruh juga bukan ghoib. Harap lebih banyak membaca lagi tentang makna ghoib

  • http://pulse.yahoo.com/_OEOHT4II2JGZRVTRKIAC4JEXTE Ahmad

    Asww, menurut saya dari artikel diatas tidak ada dalil yang pasti tentang larangan berhubungan dengan jin, walaupun memang cukup beresiko untuk kontak dengan mereka. Bahkan sepanjang pengetahuan saya ada pendapat ulama yang membolehkan menikah dengan jin sekalipun, sekali lagi ini adalah pendapat. Bukankah adak keterangan juga bahwa jin juga mendengar pembacaan Al Qur’an, Rsaul SAW juga diutus untuk bangsa jin, serta adanya beberapa riwayat dari sahabat dan tabi’in ra, bahwa mereka juga membuka kontak dengan bangsa jin. Intinya adalah tidak bisa diharamkan sama sekali, namun harus diminimalisir kontak dengan dunia jin, terutama bagi kita yang masih lemah imannya. WaLlahua’lam. Wassalam.

  • hjhgjgjghvgch

    Saya lihat bagian “dilarang menyembah, meminta perlindungan jin”, “dilarang jadikan jin pemimpin” tapi… saya dak lihat bagian mana dari kata – kata tuhan yang katakan “dilarang berhubungan dengan jin”…

    “Dan sesungguhnya di antara kami ada jin yang taat dan ada (pula) jin
    yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu
    benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin yang menyimpang
    dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam.” Jadi, saya kira menurut kata2 “tuhan” yang saya sembah, saya kira dak apa2 berteman atau sekedar menghormati jin taat. Yang dak boleh, tuhan larang itu “menyembah, meminta perlindungan, menjadikan mereka(jin) pemimpin”.

  • sapto

    Koq kesannya semua jin itu harus dimusuhi, padahal Jin itu makhluk Allah juga, ada yang muslim dan ada yang kafir sebagaimana halnya manusia … Jin yang suka membuat manusia kesurupan bisa dipastikan jin kafir … Pertanyaan saya :
    1. Apakah tidak mungkin untuk kemudian menyadarkan Jin tersebut dan mengajarkannya Islam?
    2. Apakah tidak mungkin ada jin yang suka mengikuti manusia karena kagum akan kesalehan orang tersebut …

Iklan negatif? Laporkan!
56 queries in 1,251 seconds.