Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Melukis Keindahan Hidup

Melukis Keindahan Hidup

dakwatuna.com Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.

Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.

Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama memunculkan gangguan-gangguan tubuh. Ada diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, gangguan pernafasan, dan terbunuhnya sel-sel otak.

Nalar pun menjadi tidak sehat. Tidak heran jika orang bisa melakukan sesuatu yang tidak wajar. Di antaranya, bunuh diri, marah yang tak terkendali, tertawa dan menangis yang berlebihan, serta berbagai pelarian lain: penggunaan narkoba dan frustasi yang berlarut-larut.

Kenapa hal tak enak itu bisa mulus bergulir pada diri manusia. Mungkin itu bisa dibilang normal, sebagai respon spontan dari kecenderungan kuat ingin merasakan hidup tanpa gangguan. Tanpa halangan. Tak boleh ada angin yang bertiup kencang. Tak boleh ada duri yang menusuk tubuh. Bahkan kalau bisa, tak boleh ada sakit dan kematian buat selamanya.

Ada beberapa hal kenapa kecenderungan itu mengungkung manusia. Pertama, salah paham soal makna hidup. Kalau hati tak lagi mampu melihat secara jernih arti hidup, orang akan punya penafsiran sendiri. Misalnya, hidup adalah upaya mencapai kepuasan. Lahir dan batin. Padahal kepuasan tidak akan cocok dengan ketidaknyamanan, gangguan, dan kesulitan.

Hal itulah yang bisa menghalangi seorang mukmin untuk berjihad. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38)

Kedua, kurang paham kalau keimanan selalu disegarkan dengan cobaan. Inilah yang sulit terpahami. Secara teori mungkin orang akan tahu dan mungkin hafal. Tapi ketika cobaan sebagai sebuah kenyataan, reaksi akan lain. Iman menjadi cuma sekadar tempelan.

Firman Allah swt., “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

Saad bin Abi Waqqash pernah bertanya pada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, siapa yang paling berat ujian dan cobaannya?” Beliau saw. menjawab, “Para nabi kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya lemah dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa.” (Al-Bukhari)

Kalau ada anggapan, dengan keimanan hidup bisa mulus tanpa mengalami kesusahan dan bencana. Itu salah besar. Justru, semakin tinggi nilai keimanan seseorang, akan semakin berat cobaan yang Allah berikan. Persis seperti emas yang diolah pengrajin hiasan. Kian tinggi nilai hiasan, kian keras emas dibakar, ditempa, dan dibentuk.

Memang, hakikat hidup jauh dari yang diinginkan umumnya manusia. Hidup adalah sisi lain dari sebuah pendakian gunung yang tinggi, terjal, dan dikelilingi jurang. Selalu saja, hidup akan menawarkan pilihan-pilihan sulit. Di depan mata ada hujan dan badai, sementara di belakang terhampar jurang yang dalam.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Al-Balad: 10-11)

Kesiapan diri tentang jalan hidup yang tak mulus itu mesti ada. Harus terus segar dalam jiwa seorang hamba Allah. Perhatikanlah senyum-senyum para generasi terbaik yang pernah dilukis umat ini. Di antara mereka ada Bilal bin Rabah. Ada Amar bin Yasir.

Masih banyak mereka yang terus tersenyum dalam menapaki pilihan hidup yang teramat sulit. Tanpa sedikit pun ada cemas, gelisah, dan penyesalan. Mereka telah melukis hiasan termahal dalam hidup dengan tinta darah dan air mata.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (40 votes, average: 8,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pria yang kerap dipanggil "Nuh" ini berlatar pendidikan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Lahir di Jakarta dan saat ini produktif sebagai seorang penulis Dirosah, Nasihat, dan Ruang Keluarga di Majalah SAKSI. Moto hidupnya adalah "Hidup Mulia, Mati Syahid".
  • Irmansa

    Hidup ini akan terasa indah dengan adanya ujian yang menimpa kita,akan lenih indah jika kita hadapi dengan sabar dan mengharapkan ridho Allah SWT.Akan terasa indah lagi dikala susah dan senang kita selalu ingat akan ALLAH.Allahuakbar

  • enik

    hidup sudah ditetapkan, manusia sebagai pelaku hendaknya menjalani dengan benar dan menerimanya dengan baik yang dibuktikan dengan upaya menuju kebaikan dalam semua sisi kehidupan

  • marni
  • alifpoenya

    kematian obat mujarab bagi orang-orang yg berpikir…

  • adi

    hidup adalah sebuah anugrah yg tak terhingga, jika kita dapat mencapai tingkatan tetentraman hati,jiwa maka kita mesti bisa berbagi hidup dialam ini dan dialam akhirat karna kita hidup bukan dialam dunia saja…

    oleh karena itu jangan kita sia-sia sisa hidup kita dengan perbuatan2 tercela, mari lah kita pertebal iman dan ibadah kita.

  • yuli

    Memang Hidup ini Indah, bila Lukisan ujian kehidupan kita lalui dengan lapang dada dan kesabaran. Yakinlah bahwa segala ujian semakin meningkatkan derajat keimanan kita untuk lebih baik dalam menapaki hidup di jalan Allah SWT. Life is Beautiful. Allahu Akbar

  • Rachmadi Minton

    Hidup ini memang indah jika manusianya selalu berpasrah diri dan ikhlas apa yang dikerjakannya baik dan benar sesuai aturan agama islam, insya Alloh akan baik pula hasilnya. tapi menjalani hidup didunia dgn cara yg tak baik, hasilnya juga agak tak baik. ukirlah hidup ini dengan warna-warna yang indah, warna-warna kebaikan. Karena warna itu hitam atau putih tergantung pada manusia yang memakainya.

  • mandala

    aq suka bnget Memang Hidup ini Indah, bila Lukisan ujian kehidupan kita lalui dengan lapang dada dan kesabaran , indahnya hidupini kalu kitabisa mempergunkannya dengan jalan menuju yang allah

  • sautparl

    jika hidup ini indash, maka perbanyak syukur

  • brbicara ttg lukisan hdp, mk manusia akan sgr mdapatkn gambar dr gerakan2 kuasnya. manakala manusia menggerakkan kuasnya dgn keteraturan, ketekunan, ketulusan, dan mengikuti arah gerak sang pencipta mk dia akan mproleh lukisan yg sgt indah luar biasa yg akan menyejukkan, menenteramkan hati, dan membahagiakan bg dirinya dan bg yg memandang. namun manakala, gerakan2 kuas tsb tdk beraturan tanpa arah yg jelas, dan tdk sesuai dg arah keindahan sang pencipta mk tampilannya akan sgt jelek, menyakitan, dan menyusahkan bg dirinya n bg yg memandang. lukisan ini bs diibaratkan dg buah sbg hasil apa yg kt tanam dl hdp ini. buah yg bs mengejutkan kt antara bahagia n menyakitkan, menghancurkan hati, ktk dg tiba2 sj keputusan dr sang pencipta antara kemurkaan n rahmat–Nya atas perilaku kt sbg makhlukNya yg diprsiapkan utk bribadah, yg tiba2 sj hrs kt bayar kontan di dunia ini…mengejutkan antara kemarahan/teguran  dan kerahmatan-Nya secara tiba2 dan membelalakkan hati dan mata kt….namun …. sbenarnya…jk kt sadar….bhw semua itu adalah yg tlh kt tanam selama ini….Allah, ampunilah kami, org yg mncintai-Mu namun tak tahu caranya bgmn mncintai-Mu, org2 yg mndiirkan shalat, org2 yg beriman..senantiasa berikanlah petunjuk dan hidayah-Mu kpd kami, terangilah dunia dan akhirat kami dg cahaya-Mu, aamiinnnn…..

  • brbicara ttg lukisan hdp, mk manusia akan sgr mdapatkn gambar dr
    gerakan2 kuasnya. manakala manusia menggerakkan kuasnya dgn keteraturan,
    ketekunan, ketulusan, dan mengikuti arah gerak sang pencipta mk dia
    akan mproleh lukisan yg sgt indah luar biasa yg akan menyejukkan,
    menenteramkan hati, dan membahagiakan bg dirinya dan bg yg memandang.
    namun manakala, gerakan2 kuas tsb tdk beraturan tanpa arah yg jelas, dan
    tdk sesuai dg arah keindahan sang pencipta mk tampilannya akan sgt
    jelek, menyakitan, dan menyusahkan bg dirinya n bg yg memandang. lukisan
    ini bs diibaratkan dg buah sbg hasil apa yg kt tanam dl hdp ini. buah
    yg bs mengejutkan kt antara bahagia n menyakitkan, menghancurkan hati,
    ktk dg tiba2 sj keputusan dr sang pencipta antara kemurkaan n
    rahmat–Nya atas perilaku kt sbg makhlukNya yg diprsiapkan utk bribadah,
    yg tiba2 sj hrs kt bayar kontan di dunia ini…mengejutkan antara
    kemarahan/teguran  dan kerahmatan-Nya secara tiba2 dan membelalakkan
    hati dan mata kt….namun …. sbenarnya…jk kt sadar….bhw semua itu
    adalah yg tlh kt tanam selama ini….Allah, ampunilah kami, org yg
    mncintai-Mu namun tak tahu caranya bgmn mncintai-Mu, org2 yg mndiirkan
    shalat, org2 yg beriman..senantiasa berikanlah petunjuk dan hidayah-Mu
    kpd kami, terangilah dunia dan akhirat kami dg cahaya-Mu, aamiinnnn…..Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/03/457/melukis-keindahan-hidup/#ixzz1t7R4Ozsw

  • brbicara ttg lukisan hdp, mk manusia akan sgr mdapatkn gambar dr
    gerakan2 kuasnya. manakala manusia menggerakkan kuasnya dgn keteraturan,
    ketekunan, ketulusan, dan mengikuti arah gerak sang pencipta mk dia
    akan mproleh lukisan yg sgt indah luar biasa yg akan menyejukkan,
    menenteramkan hati, dan membahagiakan bg dirinya dan bg yg memandang.
    namun manakala, gerakan2 kuas tsb tdk beraturan tanpa arah yg jelas, dan
    tdk sesuai dg arah keindahan sang pencipta mk tampilannya akan sgt
    jelek, menyakitan, dan menyusahkan bg dirinya n bg yg memandang. lukisan
    ini bs diibaratkan dg buah sbg hasil apa yg kt tanam dl hdp ini. buah
    yg bs mengejutkan kt antara bahagia n menyakitkan, menghancurkan hati,
    ktk dg tiba2 sj keputusan dr sang pencipta antara kemurkaan n
    rahmat–Nya atas perilaku kt sbg makhlukNya yg diprsiapkan utk bribadah,
    yg tiba2 sj hrs kt bayar kontan di dunia ini…mengejutkan antara
    kemarahan/teguran  dan kerahmatan-Nya secara tiba2 dan membelalakkan
    hati dan mata kt….namun …. sbenarnya…jk kt sadar….bhw semua itu
    adalah yg tlh kt tanam selama ini….Allah, ampunilah kami, org yg
    mncintai-Mu namun tak tahu caranya bgmn mncintai-Mu, org2 yg mndiirkan
    shalat, org2 yg beriman..senantiasa berikanlah petunjuk dan hidayah-Mu
    kpd kami, terangilah dunia dan akhirat kami dg cahaya-Mu, aamiinnnn…..Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/03/457/melukis-keindahan-hidup/#ixzz1t7R4Ozsw

Lihat Juga

Ilustrasi. (asepdotcom.blogspot.co.id)

Larangan Berangan-angan Mengharapkan Kematian