06:52 - Rabu, 01 April 2015

Bisnis Dengan Sistem MLM

Rubrik: Ekonomi | Oleh: dakwatuna.com - 22/12/06 | 14:49 | 01 Dhul-Hijjah 1427 H

dakwatuna.com – Semua bisnis termasuk yang menggunakan sistem MLM dalam literatur syariah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalah yang dibahas dalam bab Al-Muyu’ (Jual-beli). Hukum asalnya boleh. Berdasarkan kaidah fiqih (al-ashu fil asy-ya’ al-ibahah; hukum asal segala sesuatu -termasuk muamalah- adalah boleh) selama bisnis tersebut bebas dari unsur-unsur haram seperti riba (sistem bunga), gharar (tipuan), dharar (bahaya) dan jahalah (ketidakjelasan), zhulm (merugikan hak orang lain). Selain itu, barang atau jasa yang dibisniskan adalah halal. (Al-Baqarah: 29, Al-A’raf: 32, Al-An’am: 145, 151, lihat: Al-Burnu, Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh, hal. 191, 197, Asy-Syaukani, Irsyadul Fuhul, hal. 286, As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nadzair, hal.60)Allah swt. berfirman, “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275), “Tolong menolonglah atas kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2) Sabda Rasulullah saw, “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha.” (H.R. Al-Baihaqi dan Ibnu Majah), “Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka.”(H.R. Ahmad, Abu Daud, Hakim)

Persoalan bisnis MLM yang ditanyakan hukum halal-haram maupun status syubhatnya tidak bisa dipukul rata. Tidak dapat ditentukan oleh masuk tidaknya perusahaan itu dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia), juga tidak dapat dimonopoli oleh pengakuan sepihak sebagai perusahaan MLM Syariah atau bukan. Melainkan, tergantung sejauh mana prakteknya setelah dikaji dan dinilai sesuai syariah. Menurut catatan APLI, saat ini terdapat sekitar 200-an perusahaan yang menggunakan sistem MLM dan masing-masing memiliki karakteristik, spesifikasi, pola, sistem dan model tersendiri. Sehingga, untuk menilai satu per satu perusahaan MLM sangat sulit sekali.

Sejak masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 80-an, jaringan bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling) MLM terus marak dan subur menjamur. Model bisnis ini pun kian berkembang setelah adanya badai krisis moneter dan ekonomi. Pemain yang terjun di dunia MLM memanfaatkan momentum dan situasi krisis untuk menawarkan solusi bisnis bagi pemain asing maupun lokal. Yang sering disebut masyarakat misalnya CNI, Amway, Avon, Tupperware, Sun Chlorella, DXN dan Propolis Gold serta yang berlabel syariah atau Islam. Meskipun sampai saat ini, Dewan Syariah Nasional – MUI baru menyiapkan sistem, mekanisme dan kriteria untuk penerbitan sertifikasi bisnis syariah termasuk MLM, yaitu seperti Ahad Net, Kamyabi-Net, Persada Network dan lain-lain.

Praktek bisnis MLM banyak diminati kalangan di antaranya karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar mencapai 200 juta jiwa. Bayangkan, kalau rata-rata minimal belanja per bulan Rp 10 ribu per jiwa, akan terjadi transaksi dan perputaran uang sejumlah Rp.2 trilyun per bulan.

Bisnis MLM ini dalam kajian fikih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek: produk barang atau jasa yang dijual dan cara atau sistem penjualannya (selling/ marketing). Mengenai produk barang yang dijual, apakah halal atau haram tergantung kandungannya. Apakah terdapat sesuatu yang diharamkan Allah menurut kesepakatan (ijma’) ulama atau tidak, begitu pula jasa yang dijual. Unsur babi, khamr, bangkai, darah, perzinaan, kemaksiatan, perjudian, contohnya. Lebih mudahnya sebagian produk barang dapat dirujuk pada sertifikasi halal dari LP-POM MUI, meskipun produk yang belum disertifikasi halal juga belum tentu haram tergantung pada kandungannya.

Perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang. Melainkan juga, produk jasa. Yaitu, jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus dan sebagainya tergantung level, prestasi penjualan dan status keanggotaan distributor. Jasa perantara penjualan ini (makelar) dalam terminologi fikih disebut “Samsarah/simsar”. Maksudnya, perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli) atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. (Sayyid Sabiq, Fiqh As-Sunnah, vol. III/159)

Kemunculan trend MLM memang sangat menguntungkan pengusaha. Terutama, pada penghematan biaya (minimizing cots) iklan, promosi dan lainnya. Di samping menguntungkan para distributor sebagai simsar (makelar/broker/mitrakerja/agen/distributor) yang ingin bekerja secara mandiri dan bebas.

Pekerjaan samsarah/simsar berupa makelar, distributor, agen dan sebagainya, dalam fikih Islam termasuk akad ijarah. Yaitu, transaksi memanfaatkan jasa orang dengan imbalan. Pada dasarnya, para ulama seperti Ibnu ‘Abbas, Imam Bukhari, Ibnu Sirin, ‘Atha, Ibrahim, memandang boleh jasa ini. (Fiqh As-Sunnah, III/159). Namun, untuk sahnya pekerjaan makelar ini harus memenuhi beberapa syarat di samping persyaratan di atas. Syarat-syarat tersebut antara lain: 1. Perjanjian jelas kedua belah pihak (QS. An-Nisa: 29) 2. Obyek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan. 3. Obyek akad bukan hal-hal yang maksiat atau haram.

Distributor dan perusahaan harus jujur, ikhlas, transparan, tidak menipu dan tidak menjalankan bisnis yang haram dan syubhat (yang tidak jelas halal/haramnya). Distributor dalam hal ini berhak menerima imbalan setelah berhasil memenuhi akadnya. Sedangkan pihak perusahaan yang menggunakan jasa marketing harus segera memberikan imbalan para distributor dan tidak boleh menghanguskan atau menghilangkannya (QS. Al-A’raf: 85). Ini sesuai dengan hadits Nabi: “Berilah para pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah, Abu Ya’la dan Tabrani). Tiga orang yang menjadi musuh Rasulullah di hari kiamat di antaranya, “Seseorang yang memakai jasa orang, kemudian menunaikan tugas pekerjaannya tetapi orang itu tidak menepati pembayaran upahnya.” (HR. Bukhari)

Jumlah upah atau imbalan jasa yang harus diberikan kepada makelar atau distributor adalah menurut perjanjian, sesuai dengan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) itu.” (QS. Al-Maidah:1) dan juga hadits Nabi: “Orang-orang Islam itu terikat dengan perjanjian-perjanjian mereka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Hakim dari Abu Hurairah). Bila terdapat unsur dzulm (kezaliman) dalam pemenuhan hak dan kewajiban, seperti seseorang yang belum mendapatkan target dalam batas waktu tertentu maka ia tidak mendapat imbalan yang sesuai dengan kerja yang telah ia lakukan, maka bisnis MLM tersebut tidak benar.

Dalam menjalankan bisnis dengan sistem MLM, perlu mewaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul sehingga membahayakan keperibadian. Ini seperti dilansir Dewan Syari’ah Partai Keadilan melalui fatwa No.02/K/DS-PK/VI/11419, di antaranya: obsesi yang berlebihan untuk mencapai target penjualan tertentu karena terpacu oleh sistem ini, suasana tidak kondusif yang kadang mengarah pada pola hidup hedonis ketika mengadakan acara rapat dan pertemuan bisnis, banyak yang keluar dari tugas dan pekerjaan tetapnya karena terobsesi akan mendapat harta yang banyak dengan waktu singkat, sistem ini akan memperlakukan seseorang (mitranya) berdasarkan target-target penjualan kuantitatif material yang mereka capai yang pada akhirnya dapat mengkondisikan seseorang berjiwa materialis dan melupakan tujuan asasinya untuk dekat kepada Allah di dunia dan akhirat. (QS. Al-Qashash: 77 dan Al-Muthaffifin: 26)

The Islamic Food and Nutrition of America (IFANCA) telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama yang diteken langsung oleh M. Munir Chaudry, Ph.D, selaku Presiden IFANCA. Dalam edarannya, IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya. Yaitu, dengan mengkaji aspek:

  1. Marketing Plan-nya, apakah ada unsur skema piramida atau tidak. Kalau ada unsur piramida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line di bawahnya, maka hukumnya haram.
  2. Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik. Ataukah tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontroversinya.
  3. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak.
  4. Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting atau hanya sebagai kedok, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi.
  5. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian.

Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:

  1. Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisi penjualan, disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara periodik.
  2. Penegasan motif dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang.
  3. Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros, hedonis, dan membahayakan eksistensi produk muslim maupun lokal.
  4. Tidak adanya excesive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijualbelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional.
  5. Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi.
  6. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor ataupun antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.

Mengenai beberapa bisnis yang memakai sistem MLM atau hanya berkedok MLM yang masih meragukan (syubhat) ataupun yang sudah jelas ketahuan tidak sehatnya bisnis tersebut baik dari segi kehalalan produknya, sistem marketing fee, legalitas formal, pertanggung jawaban, tidak terbebasnya dari unsur-unsur haram seperti; riba (permainan bunga ataupun penggandaan uang), dzulm dan ghoror (merugikan nasabah dengan money game), maysir (perjudian), seperti kasus New Era 21, BMA, Solusi Centre, PT BUS (Republika, 25/7/1999, Adil, No.42 21-27 Juli 1999) sebaiknya ditinggalkan mengingat pesan Rasulullah saw: “Janganlah kalian membuat bahaya pada diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Daruquthni), “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat di mana sebagian besar manusia tidak tahu. Barangsiapa menjaga dari syubhat maka telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang jatuh pada syubhat berarti telah jatuh pada yang haram.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Dan sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib ra, “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan.” (H.R. Tirmidzi dan Nasai)

Dengan demikian, seluruh masyarakat, khususnya stakeholders, para praktisi bisnis ini, para prospek dan pemerhati yang telah menyimak presentasi sistem MLM perlu secara objektif, mandiri dan proaktif mempelajari batasan-batasan umum syariah sebagai panduan dan dasar penilaian kesesuaian ataupun pelanggaran syariah demi memastikan kehalalan masing-masing perusahaan MLM sebagaimana dijelaskan di atas.

Redaktur: Ardne

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (44 orang menilai, rata-rata: 9,11 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Andika Setiawan

    Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

    Anda hanya menjelaskan secara umum mengenai mlm, bagaimana sebaiknya jika anda menjelaskan dengan suatu contoh industri yang menggunakan sistem mlm, seperti Tiansi yang menggunakan sistem mlm juga, dan sampai saat ini saya masih bingung mengenai tiansi tersebut, mohon diberi penjelasan tentang sistem tiansi sendiri apakah halal atau haram. Mohon dibalas dengan cepat karena perkembangan dari tiansi sekarang sangat pesat, saya takut jika sistem indonesia akan dikuasi oleh orang – orang luar negeri apalagi oleh orang – orang non muslim. Terima kasih

    Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

  • http://pkes.org awip

    Rekan andika seharusnya bisa melihat content isi makalah tersebut dengan cermat…..maaf bila tidak berkenan.

    Di sana sudah tertulis syarat2 mlm yang baik, if di tiansi masih menggunakan sistem piramid or downline yang merugikan bawahan, berarti tiansi haram………..iya tho??? bagaimana menurut saudara???

  • Ilham

    Berarti tianshi halal-halal saja dong…iya kan rekan Awip?

  • Ragil

    Sepertinya untuk memutuskan halal or haramnya mlm tiansi ataupun yg lain musti dipelajari dulu sistemnya (maaf saya tdk memahaminya), coba ditelaah dan dicek kesesuaian dengan kajian ini.
    Utk redaksi, usul nih agar materi ini jgn langsung diganti, atau bbrp bln mendatang ditampilin lagi, buat sohib-sohib kita yang belum sempat baca, satuju?

  • tyo

    assalamu'alaiku

    tolong diperjelas status tianshi apakah halal/haram. jangan dibiarkan membuat orang2 yang membaca dan kurang paham ilmu agama membuat kesimpulan sendiri!!! terima kasih

  • ibnu

    “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan untuk melakukan pada sesuatu yang tidak meragukan.” (H.R. Tirmidzi dan Nasai). Seperti telah diuraikan di atas, apabila masih ada yang lebih jelas kenapa mencoba yang syubhat. Karena untuk mengetahui secara detail dari masing-masing mlm membutuhkan waktu yang relatif lama.

  • pen

    Assalamu'alaikum

    dalam makalah ini sudah sangat jelas kaidah2nya, prinsip dasarnya adalah kejelasan, itu adalah kemampuan kita memahami sesuatu yang akan kita kerjakan.

    o ya mungkin saya sedikit menambahkan, sebenar yang mampu dilakukan oleh MLM adalah membuat target yang terukur, beda dengan konvensional, lebih dari itu di MLM yang sering dilupakan orang adalah bekerjanya jauh lebih keras ketimbang konvensional, coba kalau seseorang ikut MLM kemudian dia diam, maka dia tidak akan mendapat apa-apa, lain dengan konvensional, dia buka kedai pagi hari insya Allah hari itu akan ada yang belanja agak 1 atau 2 orang dan dia hanya duduk di kedainya, tapi prospek dakwah akan lebih banyak di MLM karena semua yang diprospek pasti didik oleh up linenya, nah peluang inilah yang harus diambil oleh para da'i, jangan kita yang diprogram tetapi kita yang memprogram.

  • Sigit Ponjaydhoot Yu

    nice sahabat pen.

    how lovely if our mlm is dakwah.

  • Syam

    Temen-temen semua .. banyak pro & kontra tentang MLM. Sepanjang pengetahuan saya, MLM itu tidak sekedar upline "nyedot" duitnya downline. Kenyataannya semakin tinggi tingkatannya, maka tangung jawabnya semakin besar… Ibarat sebuah organisasi, dia tidak akan sukses jika dia tidak membina downline-nya. Bisa gak kita analogikan seperti sebuah organisasi??? Seorang direktur tentusaja tidak akan bisa dipromosikan tanpa dukungan bawahannya.. Gak ada yg keberatan dengan organisasi jika direktur dapet gaji lebih besar daripada karyawan lini … Padahal dia dapet gaji juga karena kerja orang2 yg ada di bawahnya juga kan?? … Bisakah MLM kita analogikan dengan kondisi organisasi konvensional??

    Kenyataannya di organisasi justru terlalu sering terjadi intrik-intrik .. subyektivitas penilaian kinerja .. Sementara MLM sederhana saja, tinggal melihat kontribusi penjualan dari tiap orang yang memimpin suatu tim..

    Any comment??

  • http://mailyahoo sabirin kaaba

    gue skarang sudah bintang 2 d tiansi apakah itu haram???//////////////

  • http://www.silverx.co.nr huzaifah

    saya masih sangat bingung oleh MLM yang lebih pastinya Tiansi, disini saya merasa ada "Embel-Embel" lain untuk mencapai tingkatan yang tinggi, dan saya masih ragu dengan sistem yang dijalankan MLM, saya yakin, bahwa sistemya menganut sistem yang salah, dimana bawahan dirugikan……. tapi untuk lebih yakin, bisakan saudara-saudara memberikan keyakinan bahwa Tiansi itu hukumnya HARAM.klo bisa kunjungi SilverX

    terima kasih sebelumnya….

  • Roonil

    Saya mempunyai analogi MLM seperti ini:

    Ada seorang pedagang kacang menjual kacangnya dipasar. Seseorang bernama A membeli kacang dari penjual dan berkata bahwa kacangnya enak. Penjual lalu mempunyai ide untuk membuat kesepakatan dengan A seperti ini: "Bila kamu bisa mengajak orang lain untuk membeli kacang saya, kamu akan saya beri imbalan per orangnya". A pun setuju. Di lain hari, ia membawa orang bernama B yang akhirnya membeli kacang tsb. Penjual kacang pun mengadakan kesepakatan yang sama dengan kesepakatannya thd A. Setiap ada orang membeli kacangnya, ia menawarkan kesepakatan tersebut.
    Berkat kesepakatan ini, kacangnya pun menjadi laris. Penjual amat bersyukur, dan berterimakasih kepada para pembeli yang mengadakan kesepakatan dengan cara memberi imbalan berupa uang kepada pembeli setiap ada orang yang berhasil direkrut dalam jaringannya,walau tidak secara langsung.

    Haramkah hal yang saya sebutkan diatas?

  • http://www.ilunifk.org anto gesek

    alhamdulillah, makasih ada web seperti ini. tempat belajar makin banyak. rujukan pengetahuan melimpah. semoga iqro dapat diamalkan

  • Tri Winarna

    Tugas ustadz di web site ini sudah cukup yakni menjelaskan kaidahnya. Kalau masih bingung ya bikin aja tim untuk memastikan setiap perusahaan MLM atau meminta MUI segera mengeluarkan sertifikasinya supaya tidak subyektifitas yg menguat. Mudah2an semuanya pada jadi kaya dari rezeki yg halal. Amin…

  • Rahmat

    Banyak pembahasan keharaman MLM berkisar pada hal2 seperti sistem piramide, pembaharuan keanggotaan setiap tahun yang dianggap judi, eksploitasi downline tetapi saya melihat hal ini tidak terjadi di Tianshi.

    – Marketing plan tianshi jelas, sangat beda dengan bisnis konvensional

    – Tianshi tidak menerapkan sistem piramid, tidak ada pembatasan keanggotaan dan tidak ada sistem keseimbangan seperti mlm lain.

    – keanggotaan dilakukan sekali umtuk selamanya tidak perlu diperpanjang bahkan bisa diwariskan.

    – Produk tersertifikasi HALAL dari badan setingkat MUI di Indonesia yaitu dari Negara China sendiri dan Kerajaan Malaysia.

    Lantas dimana keharamannya ?

    Mohon penjelasannya bagi ikhwan yang mengetahui

  • freeneza

    Yang telah ikut MLM tentu mereka pasti mendukung MLM tersebut.

    Apalagi mereka seperti telah dicuci otaknya sehingga akan selalu nurut oleh uplinenya.

    Yah segala cara mereka benarkan.

    Pendidikan dan pengetahuan yang berhubungan dengan MLM tersebut disertai

    dalam MLM tersebut supaya mereka termotivasi untuk mengikuti MLM tersebut.

    Apalagi dengan iming-iming yang tinggi sehingga membuat downlinenya menjadi semangat.

    Bahkan Ayat Al Qur'an, Hadist, Sunah Rosul pun mereka gunakan untuk kepentingan MLM itu.

    Bahkan tidak sedikit anggota MLM yang menentang nasehat para ulama untuk

    membenarkan keberadaan MLM yang dia ikutin itu.

    Sedangkan yang gagal karena ikut MLM tentu tidak setuju atau protes dengan MLM tersebut.

    Karena dia putus asa, kecewa, dirugikan, dll.

    Apalagi dengan yang tidak pernah ikut MLM atau yang masih ragu2. Tentu banyak sekali yang tidak setuju.

    Khususnya dengan masalah sistem MLM tersebut yang masih menggunakan piramida atau

    yang diharamkan oleh agama.

  • http://yahoo arfan

    Ass. saya masih ragu dengan adnya tianshi ini

    1.tolong lebih diperjelas mengenai marketing plannya / piramidanya

    2.setelah saya amati

    tmn2 yg mengikuti tianshi

    berorientasi pada uang

    dan kerjaanya hanya menghitung uang itu kan tidak boleh

    walaupun itu tergantung didinya masing2 tapi itu saya amati

    kebanyakan dari mereka spti itu.

    3.jelaskan mengenai kerugian downline

  • imam

    untuk mlm itu, sy aga spendapat dgn analogi si penjual kacang, tapi tidak sampai disitu, dan tidak sesederhana itu, krn mlm yang ada saat ini yang saya pernah ikuti (mengikuti 6 kali mlm) yang semuanya itu blm jelas perputaran keuangannya dan keuntungan uplinenya. saya bisa menarik kesimpulan bahwa bila bisnis mlm itu menguntungan pihak upline dan merugikan pihak downline, maka itu dapat dikatakan sebuah kezholim, tapi klo keduanya saling ridho dan tidak ada yang dirugikan dan dikecewakan, maka tidak ada yang menganiaya dan tidak ada yang dianiaya(surat 2:279)

    Analogi: extrimnya misal semua orang di bumi ini telah mengikuti mlm yang sama, maka yang paling merugi adalah downline yang paling terakhir, dan yang terakhir itu tidak dapat keuntungan lagi karena tidak dapat merekrut orang dibawahnya

    wallahu alam

  • iis

    pertanyaannya kapan penduduk bumi itu habis????

    setiap tahunnya selalu ada kelahiran dan kematian,dan mlm jg gak mungkin selancar itu berjalannya sampai menghabiskan penduduk bumi.

    lagi pula jika memang habis,maka down line terakhir jg tidak rugi karena tidak mengeluarkan biaya dan tenaga.

    Mereka bisa hanya mengkonsumsi produk saja.

    iya tho??

  • http://ais.blogsome.com Janwar

    ass.duh capedeh.. Ana jadi binggung, bukanya Memakelari makelar ntu ga boleh?apa ana yang salah bacanya?tolong di jelasin lgi tentang MLM-nya terutama Tianc, sistemya itu bagaimana?HALAL OR HARAM (*_*)

  • http://www.yahoo.com wahyu

    seorang karyawan perusahaan (swasta or negeri) tiap pagi ia harus berangkat ke kantor mengerjakan aktivitas sampai sore hari.bekerja untuk org lain. perusahaan menggaji ia dengan upah 2jt sampai 3jt. perusahaan bilang klo kamu mau dpt tambahan gaji maka "lemburlah". dari tahun ke tahun omzet perusahaan selalu naik, pemilik perusahaan makin kaya, namun apa yang terjadi dengan si karyawan, kenaikan gajinya tak sebanding dengan kenaikan omzet perusahaan, inikah yang dinamakan adil? bukankah sistem ini yg harusnya qt tinjau kembali? bukankah sistem ini yang harusnya qita bilang menyerap darah karyawan? sistem mlm bukan berorientasi uang saja, tapi benyak hal yg qt dpt, pengembangan pribadi, membantu orang, rendah hati, berbicara dengan hati, keadilan. saran saya antum harus mempelajari sistem mlm ini dengan benar dan jeli, memang sistem ini baru, dan diawal banyak oknum money game yg mengatasnamakan mlm hingga membuat citranya jd negatif. lihatlah rumah dr dalamnya, kmd berkomentarlah

  • Mardhatillah

    AsKUm,,,

    Saya sangat stuju dengan pendapat akhi wahyu,,
    Dan Kebanyakan orang negative terhadap MLM adalah orang2 yang belum tahu bagaimana sistem yang di jalankan. Coba untuk yang berpendapat MLM itu haram lebih mencari tau bagaimana MLM itu di jalankan baru bekomentar.

    Wass

  • http://www.friendster.com/pisangkejhu Dewi Hadin

    halo! obrolan soal mlm menarik deh. saya sendiri tidak berminat dengan bisnis mlm, karena pembagian komisinya yang menurut saya lebih mendekati “tidak adil”. menurut saya, upah yang diterima seseorang itu harus upah yang sesuai dengan apa yang dikerjakannya. jadi, kalo ada upline yang menikmati hasil kerja keras downline2 nya jelas2 melakukan tindakan ‘curang’. berbeda dengan seorang pemilik perusahaan yang mendapat uang lebih besar daripada karyawan nya, karena walaupun dia mungkin tidak bekerja secara fisik, tetapi pemilik perusahaan memiliki peran sebagai pemegang saham, atau orang yang mengucurkan modal. gimana menurut teman-teman?

    yang kedua, tidak adakah pihak yang menilik dari sudut pandang keadilan sosial?

  • http://lnicommunity.net ade trisna

    Assalamualaikum WrWb

    Saya baru 3 bulan join tianshi dan insya Alloh bentar lagi *4. Perjuangan saya untuk bisa ke bintang 3 saja perlu perjuangan yg luar biasa bukan langsung daftar dan beli produk langsung 2 juta tapi bersilaturahim dgn rekan2 baru maupun lama dan sy mempresentasikan tianshi kpd mereka spt kita beriklan baru omset sy bisa mencapai 2 juta fyuhhh… keringat,air mata bahkan darah bahkan nyawa bisa sy korbankan sampai sy kena tipes terlalu lelah menjalankan tianshi maklum employee networker. Upline selalu membantu saya memberi motivasi,strategi,dan inovasi dlm berjihad di MLM ini.mulai upline diatas sy sp tertinggi di tianshi Indonesia.Mereka org2 luar biasa.yg membimbing sy agar menjadi kaya akhlak dan kaya harta walau sekarang sy masih “kere” harta ;) karena sukses juga perlu waktu. Menurut saya disinilah salah satu jalan untuk membangun kekuatan ekonomi umat.Dengan bekerja keras dan cerdas pula tentunya.Rendahkan hati agar antum mengerti prospek bisnis tianshi.

  • zam

    saya sangat tertarik nech dengan argumen2 diatas mengenai mlm, yang saya ketahui jadi pemain mlm atau disebut distributor pasti banyak banget dech halangan rintangannya terutama di tianshi, memang kalo kita ketahui tianshi ini memang sudah menjadi ikon perusahaan yang besar di Indonesia karena banyak jutawan-jutawan yang dilahirkan di bisnis ini jadi wajarlah kalo makin banyak halangan dan rintangannya, sehingga banyak timbul isu haram merugikan donline dan menguntungkan upline itu suatu yang lumrah karena bagi orang yang baru cenderung selektif terhadap info yang didapatkanya,untuk menghindari dari penipuan,jadi kalo saya berpendapat pelajari ja dulu terhadap info yang didapatkan supaya terlatih menjadi orang yang bersikap positif itukan lebih baik dari pada gak tau apa2 dah bilang ini itu,justru itu yang kurang baik.trims

  • Enrico

    Bagi saya pribadi Tianshi ini bisa dibilang merupakan Network marketing/MLM yg sangat bagus, baik marketing plan maupun sistem nya karena Tianshi sendiri pendiri nya adalah org terkaya nomor 2 di Cina dan produk nya pun sangat bagus dan dalam Tianshi tidak ada yg nama nya piramid atau semacam nya seperti org yg bergabung belakangan tidak dpt melampaui hasil kerja org yg sudah bergabung terlebih dahulu semua tergantung kerja kita masing2 dan mengenai haram tidak nya bisnis ini saya rasa itu tidak mungkin karena bagi org yg nama nya sudah besar spt Mr.Li Jin Yuan mana mungkin membuka usaha yg haram yg dpt menghancurkan reputasi nya sebagai og terkaya no.2 di Cina?
    Yah apa bila saudara2 sekalian kira2 ada pertanyaan lebih lanjut mengenai cara kerja atau pembagian hasil,drmn dtg nya bonus tsb,apa saja anda dpt menghubungi saya..
    Mungkin saya dapat membantu menjawab pertanyaan anda..

  • Oedin

    Ssssssssssssssssssssstttt….

    Ane heran kok ya ternyata masih banyak orang mengedepankan negatf thinking alias su'udzon. Yang ane sayangkan mereka tidak mau tabayyun dulu eh…. udah ngecap haram kek, merugikan downlinenya kek, de el el.

    Menurut ane, memang tidak semua mlm itu sistemnya haram. Tentang tianshi, ternyata banyak juga yang meragukan. Jujur nih… ane *3 tianshi. Setelah ane pelajari sistemnya, dan ane yakin, baru ane ikut. Jadi, insya Allah ane tidak mengedepankan negatif thinking dulu walaupun sebelumnya ane termasuk orang yang meragukan MLM.

    Kalo banyak orang mengatakan MLM itu merugkan bawahannya (downlinenya) ane kira itu tidak terbukti di tianshi. Kenyataannya, di Solo ada yang *6 tapi punya downline yang *8. Level tsb dihitung dari jumlah omset yang didapatkan. Jadi tidak ada istilah yang atas pasti lebih tinggi penghasilannya daripada yang bawah.

    Justru yg ane lihat di bisnis konvensional, pendapatan direktur tdk mgkn ilebih rendah daripada karyawan, ya kan?!

  • SUGIARTO

    MLM. Saya pelaku bisnis MLM, dari mulai Amway ~ Tiens.

    Jujur utk Marketing Plant Tiansi bagus.

    Piramide juga enggak kok. Dan utk khalal dan haram itu semua bagaimana kita nya.

    Artinya , selama kita menjalankan di bisnis ini karena ibadah ya menurut saya is oke.

    Maksudnya ibadah disini , Contoh :

    1.Dalam membangun MLM, dibutuhkan ilmu, baca buku, denger kaset dan seminar, tapi jangan mentang

    mentang sedang menghadiri seminar…ibadah Sholat jadi terlambat atau bahkan ditinggalkan.

    2.Iming iming ( ngobral janji ) ke calon Don line ..contoh..nanti kalau anda gabung pasti dibantu !!!

    tetapi pda prakteknya tidak. Karena yg sering terjadi, pada proses pembentukan jaringan, kalau

    kita ingin dapat bonus, harus minimal 2 kaki aktif, kalau cuma satu kaki ya nggak dapat apa apa …

    dan itu sering terjadi pada member yg sudah 1 tahun cuma ada satu kaki yg aktif…karena merasa

    ngga dapat apa apa…ya out …..dan dalam hal ini seharusnya si upline tanggap ,…

  • http://duniasatwa.com fairuzs

    makin lama makin seru nih…
    sekedar saran dari yg tidak pro dan kontra, sebaiknya tetap bersangka baik sebelom mengerti duduk persoalannya, dalam hal ini system yg ada di MLM. kalo emang ragu yg lebih baik tinggalkan, tapi kalo emang ingin mencari tahu, kenapa gak coba sendiri dulu. baru nanti simpulkan cocok apa tidak.

    jangan kita malah sibuk dan pusing ngurusin kerjaan orang lain. hidup ini pilihan, jangan pernah terprovokasi oleh ucapan manis siapapun sebelom kita membuktikannya sendiri. bukan orang lain yg diminta membuktikan. krn kita hanya tahu berapa dalamnya sumur kalo kita mau nyebur juga ke sumur tersebut. bukan cuma ngeliatin dari atas doang dan berkesimpulan sendiri.

    cuma kita yg bisa memilih mau sukses dengan cara apapun juga. mau cepat, mau lambat, risiko kita sendiri yg terima. asal jangan pandai berkoar-koar kalo MLM jelek, terus tetap memilih kerja konvensional, ujung2nya waktu kita susah pinjem duit juga sama yg ikut MLM hahahaha….

    salam…

  • http://yahoo.com feny

    Akan ada dua sudut pandang dari hal tersebut..pertama MEMANFAATKAN kedua MENGEMBANGKAN…banyak yang mengatakan MLM memanfaatkan orang lain..itu tidak salah,namun saya lebih memandang MENGEMBANGKAN orang lain,karena faktanya memang seperti itu…kalau memang yang memandang haram itu karena alasan MLM memanfaatkan org…bagai mana dgn pekerja,mereka juga di manfaatkan bosnya bukan? tapi faktanya mereka tdk berkembang..ya kembali sama niatnya lah..saya cenderung mengharamkan orang yang hanya mencibir aja,sama pelaku mlm…itu kan sebenernya nyakitin…nah loh…banyak yang gak nyadar kan kalo ucapan cibiran itu dah nyakitin orang laen?..

  • zaki

    luar biasa, inilah yang selama ini di butuhkan oleh umat, betapa tidak kebingungan tentang model bisnis ini (terkait halal-haramnya) telah menjadi polemik yang terus terang saja menimbulkan berbagai keresahan di sana-sini. namun dengan adanya bahasan ini saya harap dapat bermanfaat begi kebanyakan umat yang sedang dirundung bingung. bravo dakwatuna….

  • http://www.belajarkomputermandiri.com alfatih

    wawwww… seru! kajian tentang mlm memang sangat manarik. tapi ngomong2 sampe saat ini saya belum pernah dengar perusahaan mlm mempunyai dewan fatwa tentang usahanya (kalo ada boleh langsung email ke saya -saya sangat butuh-).

    Saya ada saran, untuk lebih memantapkan anggotanya tentang halal haram nya, coba perusahaan tersebut (entah Tiens, atau yang lain) mengankat beberapa ulama terkemuka (yang benar2 fakih dalam muamalah islam) untuk menjadi dewan syariah/fatwanya, apalagi untuk perusahaan internasional, banyak ulama2 saudi yang fakih bisa diangkat menjadi dewan fatwa,

    buat ikhwan sekalian yang sudah jadi member tolong hal ini diusulkan ke pihak Manajemen Paling Atas.

    Hal ini perlu dilakukan supaya diskusinya tidak hanya berkutat pada orang2 awam,
    Kira2 ada kendala???

  • http://www.belajarkomputermandiri.com alfatih

    وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

    audio[28:77] Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

  • Robi

    Ini mungkin ilustrasi saya tentang system MLM "

    1. Saya pernah ingat dari ustads saya beliau bilang " Jika terjadi perselisihan di antara kalian maka kembalikanlah segala urusannya pada Qur'an dan Hadist" .
    Sedangkan Perilaku Rosulluloh patut kita contoh dan ada yang bilang bahwa " Rosulluloh merupakan Al Qur'a berjalan. Jadi saya lihat perilaku beliau.

    2. Rosul menyebarkan islam dengan system MLM, Mengapa ? Islam di sebarkan ke pada Keluarga keluarga turun ke Sahabat sahabat turun lagi ….. hingga di Indonesia turun pada para wali dan wali kepada raja di JAwa dan seterusnya.

    3. Sebelum Pengikut Islam berjumlah Puluhan hingga Ribuan , atau misalnya Pengikut Islam hanya 5 orang saja maka Rosul tidak diangkat menjadi Kholifah = Kholifah kedudukan tertinggi dalam sebuah negara saat itu : Wajar jika seorang distributor MLM banyak Pengikutnya maka kedudukannya menjadi Naik atau apalah disebutnya.

  • FM

    setiap orang punya pilihan masing-masing terlebih pererjaan yang ia pilih, dan segala sesuatu yang dikerjakan

    dengan serius maka akan mendapatkan hasilnya. mau MLM, Bisnis yang lainnya. jadi jalani aja semuanya dan

    tetap berikhtiar dan berdoa. dan jangan lupa tujuan hidup kita di dunia ini adalah hanya beribadah atau

    mengabdi kepada Allah SWT.

  • http://yahoo id

    sebenernya MLM itu pa c?

  • Someone

    @ Robby
    Ass.wr.wb
    Saya kurang setuju anda kalau mencontohkan pengajaran Islam dengan MLM. Karena kalo Islam itu agama dan keyakinan serta pandangan hidup. Kalau MLM bisnis dengan pola yang lain dari pola konvensional. Yang penting dalam proses transaksi harus mengedepankan saling ridha sehingga terjadi transaksi. Apkah hal ini juga berlaku bila seorang upline tahu bahwa si downline belum tentu dapat untung?…Apakah downline tahu bahwa produknya benar halal dan sesuai rekomendasi? Apakah downline tahu penggunaan uangnya untuk apa saja. Sering kali mengejar downkine dengan segala macam usaha. Apakah benar yang dijanjikan bonus besar dsb. Kalo memang downline tahu dengan segala faktor resiko ……boleh terjadi transaksi. Katakan sejujurnya walau itu pahit

  • ira fitria

    assalamu`alaikum wr,,,wb….
    alhamdulillah dengan segala kemudahan dari Allah, setiap persoalan PASTI KAN ADA HUKUMNYA….
    untuk Tim dakwatuna yang notabene bisa membantu menyalurkan PESAN UNTUK TIM MUI, tolong secepatnya membantu dalam memutuskan halal atau haramnya suatu SISTEM yang di anut dari MLM yang berkembang di Indonesia dengan lebih jelas.
    Dan untuk para mujahid yang sedang berjihad untuk mencari rezki, berlapang dadalah untuk menerima hukum Allah dengan mengingat apa tujuan awal kalian dalam berjihad mencari rezki…ALLAHU AKBAR….
    Jazakallah khairon katsiron……..

  • adhie

    "47% dari pembelian produk diterima oleh perusahaan, dan 53% diterima oleh jaringan"
    artinya ????….

  • Brasto

    Kayaknya MUI harus segera mengeluarkan fatwa mengenai MLM dan setiap perusahaan MLM harus mengikuti kriteria syariah dari MUI. Karena setiap perusahaan memiliki perbedaan sistem.

  • trio segara

    Mau aman? ya….ikuti Rasul SAW.Selesai deh

  • NANI D.

    ass..

    ustadzzz…

    ikhwan…

    akhwat,,,,

    tolong perjelas tentang halal haramnya tienshi, karena saya sedang bingung.

    jangan biarkan kami yang menyimpulkan sendiri….

    tolooooooonggg ustaddddzzzzz…

    wasalam

  • Maimanah almujahidah

    Assalaamulaikum

    Akhwatifillah yang dirahmati Allah SWT.

    Mengapa kita terlalu membicarakan tianshi, padahal banyak sekali mlm-mlm lain. Sepertinya ada diskriminasi.

    Akhwatifillah…

    Bayank sekali tanggapan mengenai tiansi…MENGAPA KITA JADI BERDEBAT MASALAH FURU'. Walaupun teman-teman kita ada yang ikut mlm, itu adalah hak mereka.

    Yang perlu diperdebatkan itu bagaimana orang di dunia ini bisa masuk islam semua…

    Kalau ada yang tidak setuju dengan salah satu mlm, sah-sah saja, tapi jangan sampai kita jadi menjelek-jelakkan mereka. Berarti kita juga telah tampa disadari berbuat dosa.

    Mari luruskan niat!!!!
    Semua tentang syarat MLM yang halal sudah sangat jelas.

    TIDAK YAKIN TINGGALKAN!TIDAK USAH MEMOJOKKAN!

    KALAU YAKIN.SILAHKAN SAJA!SAMPAI ADA FATWA YANG SYARI TENTANG KEHALALAN MLM.

    Astaghfirullahal adzim
    WASSALAM

  • http://yahoo erry

    saya ikut mlm tienshi….

    tapi setelah saya banyak ikut pengajian…kenapa saya jadi ragu…mlm itu

    apa ada para sahabat nabi yang melakukan bisnis sejinis MLM….

    tolong berikan penjelasan??

  • http://GAKPUNYA MOEL

    Ass. Wr. Wb
    Hati-hati dengan oknum MLM yang suka menyusup dan menggunakan nama berbeda, e-mail berbeda tetapi dengan IP address yang sama. saya pernah baca di salah satu blog ada oknum member MLM tertentu yang menggunakan cara ini untuk membangun opini-opini publik yang menyesatkan. Biasanya orang begini yang otaknya sudah tercuci dan sangat-sangat fanatik dengan MLM yang diikutinya.
    Buat yang punya website salut buat artikel yang dimuat. Ternyata umurnya udah setaun lebih tapi masih ada yang posting. Kreeen. Wassalam

  • bolky

    maunya pemerintah membuat aturan, untuk mengatur semua permasalahan yang berkaitan dengan MLM. perjelas mana yang boleh? mana yang ngak? supaya kita atau siapa aja yang ingin gabung/join gak binggung kalau…….

  • Zuhairi

    Ass. Wr.Wb.

    Wahai Saudaraku…

    Saya rasa penjelasan artikel diatas sudah jelas, sejelas matahari pagi. Kalo anda ragu tinggalkan, kalo tidak laksanakan. Alloh SWT Maha Tahu.

    Annashir Taghyir dlm harakah ada, dlm bidang ekonomi ada. Saat ini banyak kader elit dlm artian ekonominya sulit, apakah mungkin kita pancing uang perusahaan dlm hal ini bonusnya untuk kader dimana semua kader menjual paroduknya sehingga kita kerja untuk kader diatas kita, kita ikhlas. kalo itu mengangkat ekonominya. kita lihat 2 hal, produk dan sistemnya. cocokkan dengan artikel di atas. Wallohu a'lam.

  • http://[email protected] Ramdan S.

    assalamu`alaikum..
    dari artikel, dan beberapa komentar diatas saya ambil sedikit poin:
    1. Jual beli adalah perkara yang hukum asalnya mubah/boleh, sampai ada hal yang secara syar`i mengharamkannya;
    2. MLM hanya satu dari sekian cara mekanisme pemasaran produk, hukum asalnya boleh;
    3. MLM halal kalau dilakukan dengan dasar kerelaan dan tidak mengandung unsur Gharar dan Dzulm;
    4. MLM haram kalau:
    4.1. barang yang dipasarkan haram/mengandung unsur haram;
    4.2. barang yang cacat/tidak sesuai pesanan tidak bisa dikembalikan;
    4.3. pola jaringan piramida;
    4.4. sistem bonus binary (kalo gak dua kaki gak dibayar)
    4.5. segitu dulu
    5. perlu dipertimbangkan juga, kemana larinya keuntungan usaha, apakah ke negara pembantai kaum Muslim atau tidak. sebaiknya cari MLM 100% indonesia, pemiliknya terjaga dan terpercaya.
    6. bagi yang belum punya pekerjaan, bagus untuk kerja jaringan (pilih2 donk). modal kecil, resiko kecil, peluang gede.

    mudah2n gak salah…

    Wassalamu`alaikum.

  • Prianto Bayuardi

    Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

  • RUHAMA rumah bekam &

    betul,kita jangan sekedar bicara sistem,tetap aja kita harus melihat asal barang,khan lebih aman kalo yang kita pasarkan produk muslim yang dalam proses produksinya dimulai dengan ucapan BasmaLLAH,nah kalo dari China or Amrik?

  • MR.jrenk

    assalamu'alaikum.
    saudaraku…islam adalah 1
    Tuhan adalah 1 yaitu Allah SWT
    Imam dalam sholat adalah 1

    kalo MLM yang imam mana????kok banyak upline…

  • tin

    bismillah.
    kalo sy m'ambil sudut pandang lain. produk siapa yang kita pasarkan disana?kebanyakan mlm memasarkan produk luar negeri. sy memandangnya, itu sangat terkait dengan kecintaan kita terhadap produk dlm negeri.
    MLM sendiri kalo secara marketing sy meragukan, bgmn perputaran uangnya, bagi hasilnya, atw yg lain.
    sementara scr psikologis, kbanyakn yg ditawarkan adl memperoleh uang dg cepat, maaf menurut sy cenderung hedonis.
    jg terkait setting mental, kdg smp m'korbankan saudara/teman sndiri asal gue kaya.

    tp poin sy yg paling utama adl apa kontribusi kita untuk islam lwt MLM?jgn2 kita sibuk m'promosikan dagangan orla yg mgk 'merugikan Islam' dg alasan u/ mbangun Islam lwt sedekah kita?
    mana yg lebih besar mudharatnya? memberi keuntungan besar pd musuh dg kita m'ambil keuntungan kecil atw tidak dua2nya. (maaf tentu sj ini produk non-I)
    untuk produk org Islam, smg sistem perputaran uangnya lbh Islami.

    wallahu a'lam.

  • zizah

    saya juga ikut tianshi dan menurut saya sistem marketing plan tianshi paling bagus dibanding yang lain, fair, tidak mengeksploitasi tetapi yang mengganjal di hati saat ini tentang produknya, halal atau tidak. Misalnya memakai ekstrak sumsum sapi, sapinya disembelih sesuai syariah islam atau tidak atau malah diambil dalam keadaan hidup? demikian juga penggunaan hewan-hewan lainnya dalam produk tianshi ini. mohon tanggapannya. saya hanya minta tanggapan tentang kehalalan produk saja.

  • muhammad djazuli

    saya melihat mlm itu mengadaptasi dari surat Attahriim ayat 6: diri kita sebagai upline dan keluarga sebagai downline. Tentu saja ini berlaku untuk mlm yang halal bukan money game

  • gondrinx

    Saya ikut mlm BAE sebuah bisnis energi, yg penemu teknologinya seorang muslim dr Korea. Masalah utamanya MLM kan karena produk2nya luar negri punya, maka uang kita lari keluar negri semua?

  • Ahmad

    Assalammualaikum akhi,

    Kaidah-kaidah yang disampaikan Ustadz penulis informasi tentang MLM ini adalah berintikan bahwa apapun yang berkaitannya untuk mendapatkan harta Allah yang halal seperti dipaparkan ustadz adalah mubah yang terpenting bagaimana kita memfilternya..afwan ana bergabung di Amway mungkin ikhwah fillah bergabung dibisnis yang lain seharusnya kita jadikan ini sarana mendapatkan income secara efektif yang gunanya kita bisa beribadah, sekarang bagaimana kita bisa bantu umat kalu kita sendiri kelaparan..saran ana ambil manfaatnya dari bisnis ini, kalo ana di tim selalu didepankan bahwa Allah SWT no. 1, ke2 Keluarga, dan ke3 bisnis…so apapun MLM atau network marketingnya ambil manfaatnya rekan-rekan..belajar yang banyak dan sama-sama kita ketahui apakah halal produknya…Allah lebih menyukai orang kaya yang dermawan…dan hidup kan cuma sesaat..bagaimana kalo kita fakir bekal ke akhiratnya sedikit..cari banyak keinginan sesuai dengan kebutuhan kita dan sumbangkan sebagian besarnya untuk kemajuan umat…selamat memeriksa dan teliti dulu sebelum bergabung dengan MLM atau network marketingnya..dan ternyata sebagian besar MLM atau NM yg ada di indonesia 40% produk2nya lokal berarti kita membantu pengusah lokal juga. Dan sekarang yuk sama2 kita dorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan untuk APLI agar persentase produk lokalnya diperbesar lagi…

  • http://www.warnaislam.com Anjas

    sebaiknya pilih mlm yang syariah dan bener2 komitment dengan syariah.
    tianshi itu milik seorang komunis(kafir). kalo kita ikut di dalamnya, berarti kita berwala' pada orang kafir.
    ada kata pepatah mengatakan : "harta yang sedikit di tangan orang kafir itu berbahaya, apalagi kalau punya harta yang banyak.". contohnya si Israel yang suka membasmi orang islam dengan kekuatan ekonominya.
    carilah mlm milik muslim, insya Allah lebih bermanfaat untuk ummat islam.

  • verana gusti sp

    asssalamualaikum wr.wb. saudarahku MLM skrg memang menjamur tp kt tidak bisa pukul rata kalo MLM itu haram. coba kita lihat pada semua aspek kehidupan kita. kita berlebih dalam uang insyaallah kt lebih luas amalannya.

  • Ayub

    Ass,,, Bapak2 & Ibu2
    Saya sangat sedih sekali ada yang mengatakan Bisnis MLM sama dengan dakwah Nabi Muhammad Saw. Terus terang saya abtains tentang Bisnis MLM. Dan sayapun tidak mau memojokkan orang yang ikut MLM dan orang yang tidak ikut. Saya hanya mau berbaik sangka, mudah2an kedua belah pihak yang Pro dan Kontra selalu sukses Dunia Dan Akhirat. Anggap saja saya diluar perdebatan di antara bapak2 & Ibu2.
    Di Kolom komentar tersebut ada yang mengatakan MLM di ibaratkan (Gak Jauh beda) dengan Dakwah Nabi Muhammad saw yang Mulia. saya mohon bapak2 & Ibu2 Tolong Jangan samakan bisnis MLM dengan Dakwah Nabi Muhammad Saw,,
    Nabi berdakwah untuk menyelamatkan manusia dunia dan akhirat.
    yang Nabi fikirkan bagaimana seluruh umat manusia terbebas dari Azab Allah swt dan masuk surganya Allah swt.
    Tidak ada kerja yang paling mulia Diatas dunia ini kecuali mendakwahkan Agama Allah SWt. Tugas Nabi itu sangat Mulia,Sangat Besar sehingga Nama Nabi kita Muhammad bersanding dengan Nama Allah swt Di Dalam 2 kalimah syahadat,,
    Mohon hargai Nabi kita,,,,,
    Kalau mau tukar pikiran silah kirim Email ke [email protected]
    Wass,,,,,

  • http://- dedy

    assallamualaikum…

    disini saya mu nanya… mohon diberi jawaban…

    terlepas dari haram ato tidaknya MLM saya gak ngerti karena saya ilmu islam saya masih seujung kuku serta bachground kuliah teknik…

    tp saya ingin membangun suatu sistem MLM sederhana( contoh sophie martin ato garsel-cibaduyut bdg…)

    gini saya mu jualan jeans(maklum abis lulus kuliah,dah hampir 5 bulan gak dpt kerja) produk bandung(produksi temen dengan merek sendiri walaupun mencotek produk amrik dengan dimodifikasi sesuai dengan org indo lah)….

    nah distribusinya mau saya lakukan secara MLM…dengan segmen menengah ke bawah harganya pun 100rb ke bawah… kalo pun lebih gak mpe 200rb…

    niat baik saya sih cari duit buat keluarga dengan tidak mengabaikan meningkatkan produk dalam negeri…

    ================================
    nah mungkin bapak2[guru ekonomi, dosen ato enterpreneur] ato ibu
    punya contoh sistem MLM untuk kasus saya…
    -karena ini hari pertama saya riset-
    =================================

    karena…

  • alie

    MLM?
    wah saya paling tidak enak melndengar kata itu.
    habis ada pengalaman buruk mengenai mlm.
    hiiih

    • icha

      Mav sblum na kalo blh tau pengalaman buruk na ap az? aq hny ingin tau az/ kyk na seru az bkn tulisan mengenai MLM? TQ cuma cari responden az gpp kan
      Tell me please

  • zed

    MLM pulsa gimana ???

  • Giri

    MLM pulsa itu meragukan.
    Bonusnya lebih banyak dari uang pendaftaran daripada margin produk itu sendiri
    Belum lagi ada MLM syariah di bandung yang setelah bayar uang pendaftaran, produk pulsanya digantung, belum dapat diambil kecuali merekrut 2 downline ( ini termasuk garar ?)Bagaimana kalo orang itu tidak pernah dapat 2 downline. dia tidak akan pernah dapat produk (money game ?)
    (MLM ini juga ga punya SIUPL lagi..)
    Analoginya: Bayangkan profit produk cuman Rp100, tapi pemasar bisa dapet Rp1000. Semua itu didapat dari uang pendaftaran.
    Saya lebih senang bilang : bukan “MLM pulsa” tetapi “MLM uang pendaftaran pulsa”
    Mungkin ini yang harus dipertimbangkan para pakar syariah. Saya hanya menghitung dari segi matematis sederhana. Rasanya ga harus jadi pakar syariah untuk melihat ini MLM atau money game. (walau saya tahu, marketing fee dalam MLM itu termasuk halal)
    Gimana Pak Ustad… Urgent nih…

  • http://ratno-dian.blogspot.com Hendratno

    Asslm, Bagimana dengan sistem viral marketing? Mohon penjelasannya…

  • wahyu

    menurut saya MLM pulsa itu skema pyramida. Sebab keuntungan terbesar didapat dari merekrut orang ..
    Kalau penjelasan tentang skema pyramida, googling aja banyak deh, disana bakalan jelas keliatan kenapa skema pyramida itu merugikan

  • http://pulsa-syariahku.blogspot.com musa

    Teman-teman yang mau melihat konsep syariah dalam usaha penjualaan pulsa berjenjang silahkan pelajari lewat blog ini (pulsa-syariahku.blogspot.com). Insya Allah semua diatur dengan transparan dan jelas dengan sistem mudhorobah dan murobahah.

  • Abu Jundi

    Bagaimana bisnis pulsa yang tidak menggunakan uang pendaftaran? keuntungan diperoleh dari (1) penjualan pulsa langsung (2) setiap penjualan pulsa downline, misal. downline dieritahu bahwa pada saat dia akan didaftarkan, nanti setiap dia melakukan transaksi maka uplinenya mendapatkan Rp 100,- (disini upline membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan downline). Jzkllh atas tanggapannya.

    • http://www.sinergisehati.blogspot.com cakhadi

      Ass.wr.wb
      Ada banyak keraguan dengan mlm pulsa ini dan sekarang baru terbukti umurnya tidak lebih dari 5 tahun sejak mereka launching sebut saja DBS !!!
      Banjarmasin adalah kota dengan member terbanyak dan sekarang seperti yang saya perkkirakan posisinya adalah stck statis tidak bergerak lagi dan malahan kantor cabangnya sudah mulai tidak ada gairah lagi.Kenapa ?
      Yah karena bisnis DBS atau sejenisnya hanya mengandalkan sistem rekrut bukan produk.

  • awe

    gmn ust hukumnya kalo makelar (MLM) rangkap2, sy pernah bc “samsaroh ‘ala samsaroh” (makelar atas makelar) itu diharamkan?

  • wei

    sya mnjlani mlm yang sudah da legalitas dr MUI dan APLI….
    alhmdullilh sya jg mrsakan cra kerja dan mndptkn pnghsilannya…

  • tyo

    Sy dah *7 di tiansi.. Kl mau tau lebih jlas via ym aja.. Choeink_fkg95 jazakallah :)

Iklan negatif? Laporkan!
76 queries in 1,317 seconds.