Home / Arsip Kata Kunci: lamar

Arsip Kata Kunci: lamar

Lamaran Ditolak, Pemuda Ini Pun Nekat Menghafal Al-Quran

"Kalau datang kepadamu seorang laki-laki yang kamu sukai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah. Kalau tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi." Demikian pesan nabi Muhammad Saw kepada para orang tua, khususnya yang memiliki putri yang belum menikah. Sangat wajar bila para orang tua memiliki kekhawatiran terhadap nasib anak-anak mereka di masa mendatang, khususnya anak perempuan. Namun Rasulullah Saw. telah memberikan petunjuk dalam memilihkan jodoh untuk anak perempuan. Kuncinya ada dua: agama dan akhlak, karena agama tanpa akhlak akan cacat, sedangkan akhlak tanpa agama percuma

Baca selengkapnya »

Jangan Setengah Matang

Melamar itu: Enggak sebatas kalimat “Kamu mau enggak jadi istri saya?”. Pria harus siap dan mampu menunjukkan keseriusannya dengan mendatangi ayah ibu di rumah dengan segala pertimbangan yang sudah matang bukan setengah matang dan melontarkan kalimat “Pak, Bu bolehkah anak Bapak dan Ibu saya jadikan pendamping di dunia dan akhirat?"

Baca selengkapnya »

Di Atas Pena Engkau Melamarku

Di Atas Pena Engkau Melamarku adalah sebuah novel cinta islami yang menceritakan kisah perjalanan cinta seorang hamba Allah. Novel ini benar-benar menunjukkan kekuasaan dan kecintaan Allah terhadap hambanya. Betapa Allah SWT sudah benar-benar menuliskan takdir seorang manusia di dalam lauhul mahfudz. Kisah perjalanan menemukan cinta yang lembut, tulus, dan semata-mata karena mencari ridha-Nya.

Baca selengkapnya »

Lamar Daku, Kau Kuterima

Hasil survey telah membuktikan bahwa jumlah perempuan dan laki-laki adalah 1: 10. Kita pun acap kali mendengar kalimat demikian bila ada seminar atau kajian yang membahas seputar pernikahan, apalagi terkadang ada satu dua orang menjadikannya sebagai dalih berpoligami. “Wajar, bila laki-laki berpoligami, perempuan dan laki kan 1 : 10”, kata seorang teman dalam sebuah guyonan

Baca selengkapnya »

Mana Ikhwan Untukku?

BLEDERR!! Subhanallah, kaget bukan buatan setelah kubaca pesan singkat di ponsel. Allah, ada yang hendak melamarkuuu! Ini sebuah prestasi, eh (mikir) ya prestasi. Aku baca ulang; hmm, apa ada yang keliru dengan cara ini? “Mirror mirror on the wall, pantaskah aku mendampinginya?” sedikit gila, aku ngobrol dengan kaca meja rias. Kenapa mesti ngaca, orang seperti dia tentu melamar perempuan bukan karena fisik, kaca menjawab. Tapi sepertinya itu suara hatiku.

Baca selengkapnya »

Hukum Berduaan dengan Tunangan

Khitbah (meminang, melamar, bertunangan) menurut bahasa, adat, dan syara', bukanlah perkawinan. Ia hanya merupakan mukadimah (pendahuluan) bagi perkawinan dan pengantar ke sana. Seluruh kitab kamus membedakan antara kata-kata "khitbah" (melamar) dan "zawaj" (kawin); adat kebiasaan juga membedakan antara lelaki yang sudah meminang (bertunangan) dengan yang sudah kawin; dan syari'at membedakan secara jelas antara kedua istilah tersebut.

Baca selengkapnya »