Home / Arsip Kata Kunci: imam

Arsip Kata Kunci: imam

Para Imam Palestina di Ramadhan Nusantara

Informasi seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarkat Indonesia. Karena sebagian besar masyarakat mengira, warga Palestina tidak mendapat kendala apapun ketika berjamaah di masjid Al-Aqsha. Ini mereka dapati dari banyaknya Umrah Plus Al-Aqsa yang menyediakan layanan ziarah ke masjid Al-Aqsha. Tapi yang tidak diketahui oleh banyak jamaah umroh adalah, mereka lebih dulu mendapatkan izin dari penjajah Israel untuk bisa masuk ke Al-Aqsha. Artinya, dalam konteks ini mereka telah melakukan tindakan yang menguntungkan penjajah.

Baca selengkapnya »

Imam Mahdi dari Perspektif Aliran-Aliran Syiah (Bagian ke-2)

Kepercayaan syiah imamiyah tentang imam mahdi yang gaib (menghilang) ternyata dipenuhi kesimpangsiuran dan ketidakjelasan. Kondisi dan situasi itu diabadikan oleh salah satu ulama Syiah dan pakar sejarah Syiah pada abad ke-3 Hijri, yaitu imam Al-Hasan bin Musa al-Nawbakhti, dalam kitabnya yang terkenal “Firaq al-Shia”. Baginya perkara ini sebenarnya telah membingungkan pengikut syiah bermula sejak wafatnya imam Ali RA.

Baca selengkapnya »

Imam Mahdi dari Perspektif Aliran-Aliran Syiah (Bagian ke-1)

Konsep imam Mahdi merupakan salah satu perbincangan Syiah dalam bab Imamah (kepimpinan dan politik), dan konsep ini merupakan akhir dari perjalanan pembahasan Imamah Duniawi dalam akidah Syiah. Oleh karena itu sebelum membincangkan konsep imam Mahdi dalam ideologi Syiah, maka ada baiknya kalau mengenal terlebih dahulu konsep Imamah Syiah secara keseluruhan.

Baca selengkapnya »

Ahlu Sunnah Menyoal Konsep Imam Ma’shum Syiah

Iradah syar’iyyah yang berarti kecintaan dan keridadhaan Allah dalam menghilangkan dosa dari ahlul bait dengan cara menyucikan mereka, sebenarnya tidak memberikan dalil bagi adanya sifat ma'shum orang-orang yang dimaksud dengan ayat di atas. Sebab tidak akan dikatakan kepada orang yang suci “sesungguhnya aku ingin mensucikan orang yang suci”, karena orang yang sudah suci tidak perlu didoakan lagi kesuciannya, Jika ayat tersebut mengandung “kemaksuman” niscaya lafadz ayat akan berbunyi lain, yaitu: (أَذْهَبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ) " Allah telah menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait"[5]. Jadi tanpa diiringi dengan afadz “iradah”, atau sebagaimana teks asal ayat, yaitu: (يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ) “Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait”

Baca selengkapnya »
Organization