Home / Sunardi

Sunardi

Seorang guru Fisika di Madrasah Aliyah Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Jayapura, Papua. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Program Studi Fisika dari Universitas Cenderawasih tahun 2004, dan pasca sarjana di bidang yang sama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2011. Dalam bidang tulis menulis, Sunardi pernah menyabet juara pertama Lomba Penulisan Essay untuk Guru Tingkat Nasional pada tahun 2007 yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Maskapai Lion Air. Tulisannya saat itu yang berjudul “Menyongsong Fajar Baru Pendidikan di Papua” yang dilengkapi dengan data-data akurat dan dengan gaya bahasa penulisan ‘semi sastra’ telah menambat hati Taufik Ismail sebagai salah satu juri lomba untuk memberikan nilai tertinggi. Sunardi menikah dengan Husnul Khotimah dan dikaruniani seorang putri bernama Billahi Tahya Haniiah (5 tahun).

“Ternyata Kamu Muslim, Ya?” Pertanyaan Paling Menyakitkan Bagi Muslim di Papua

Sejarah menyebutkan bahwa Islam telah masuk ke kampung Arar Sorong ini pada sekitar abad ke-15, sesuai dengan catatan Thomas W. Arnold dalam The Preaching of Islam. Arnold menyebutkan bahwa sebelum sampai ke semenanjung Onim (Fakfak) pada tahun 1606, Islam telah sampai ke wilayah Waigeo, Misool, Waigama, dan Salawati. Salawati adalah daerah yang melingkupi Kampung Arar, kampung guru agama kami ini.

Baca selengkapnya »

Jayapura, Kota Tempat Sujud Dimulakan

Allah takdirkan bahwa mentari menyapa lebih dahulu Kota Jayapura baru kota-kota lainnya. Hal ini bermakna bahwa penduduk di Jayapura termasuk orang-orang yang pertama kali bersujud kepada Allah baik dalam shalat malamnya, shalat subuhnya, shalat dhuhanya, shalat zhuhurnya, shalat isya-nya daripada di kota-kota lainnya di muka bumi. Dzikir pagi dan petang yang dilakukan penduduk di Jayapura adalah dzikir terawal dibandingkan kota-kota lainnya di dunia. Jam masuk kerja di kota Jayapura lebih awal daripada lainnya.

Baca selengkapnya »

Kusmanto, Mutiara dari Timur Indonesia yang Memaknai Amanah dan Jabatan sebagai Jalan untuk Pengabdian

Saat ia mendapat amanah untuk menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Merauke Periode 2003-2009. Sebenarnya ia ingin menolak amanah ini, karena saat itu ia sedang berkonsentrasi untuk meniti karier di bidang kenotariatan. Namun, karena ia takut tergolong orang yang sombong dengan menolak amanah, maka amanah itu pun diterimanya. Berbagai program pun dirancang untuk mendekatkan PKS pada masyarakat Merauke, salah satu program unggulannya ialah aksi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Baca selengkapnya »

Menyoal Fenomena Pers Partisan

Fenomena pers partisan, berupa kecenderungan pers untuk memihak kelompok, golongan atau partai tertentu dalam pola pemberitaan maupun pola periklanannya, sungguh memprihatinkan. Bagi pers partisan, kelompok, golongan atau partai tertentu di pihaknya harus selalu mendapatkan pemberitaan yang positif, sementara di pihak lain kalau bisa tercitrakan sebaliknya atau diberitakan ala kadarnya.

Baca selengkapnya »

Emakku, Sosok Pekerja Keras

Emak, engkau adalah ibu terbaik bagi anakmu ini. Dengan kerja kerasmu itu, kini anakmu sudah menjadi orang. Meski saat aku akan berangkat kuliah dulu, banyak tetangga yang meragukanmu akan mampu membiayai kuliahku hingga selesai. Namun, kerja kerasmu membuktikan, kini bukan hanya sarjana anakmu ini bahkan sudah menyelesaikan jenjang pasca sarjana dari sebuah perguruan tinggi ternama di negeri ini.

Baca selengkapnya »